Tak Hanya Promosi, Mahasiswa SPIG UPI Petakan UMKM Desa Sukajadi ke Google Maps!

Undergraduate Student at Indonesian University of Education, Survey Mapping and Geographic Information System.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rahfa Azzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sukajadi, Ciamis – Memiliki produk yang baik belum tentu membuat sebuah usaha mudah ditemukan. Bagi pelaku UMKM di desa, keberadaan usaha yang belum tercatat secara digital dapat menjadi tantangan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen di luar wilayah.
Hal tersebut menjadi salah satu persoalan yang coba dijawab mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui program digitalisasi dan pemetaan UMKM di Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis.
Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan KKN Kampus Berdampak “Sauyunan” yang mengusung penguatan masyarakat yang sehat, aktif, tangguh, dan berdaya saing berbasis potensi kewilayahan.
Bagi mahasiswa SPIG, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menerapkan kompetensi survei dan pemetaan yang dipelajari di bangku perkuliahan dalam mendukung potensi ekonomi masyarakat desa.
Mahasiswa memulai kegiatan dengan melakukan survei ke tiga dusun, yaitu Dusun Limus, Dusun Depok, dan Dusun Desa. Dalam proses tersebut, mahasiswa mengidentifikasi jenis usaha warga dan mengambil titik koordinat setiap lokasi UMKM.
Data yang diperoleh kemudian diolah menjadi peta sebaran UMKM Desa Sukajadi. Pemetaan tersebut memberikan gambaran mengenai persebaran usaha masyarakat berdasarkan lokasi sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa mengenali potensi ekonomi di wilayah desa.
Tidak berhenti pada pemetaan, mahasiswa juga mendampingi pelaku UMKM dalam melakukan digitalisasi profil usaha. Sekitar 25 pelaku UMKM didampingi untuk melengkapi informasi usaha pada platform peta digital seperti Google Maps, mulai dari identitas usaha hingga foto usaha.
Pendampingan ini dilakukan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan visibilitas usaha di ruang digital. Dengan informasi lokasi dan profil usaha yang tersedia pada peta digital, masyarakat maupun calon konsumen dari luar wilayah diharapkan dapat lebih mudah menemukan keberadaan usaha tersebut.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi di bidang survei dan pemetaan dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Pemetaan tidak hanya menghasilkan data spasial, tetapi juga dapat menjadi langkah awal untuk membantu potensi usaha lokal lebih dikenal.
Melalui program digitalisasi dan pemetaan UMKM ini, mahasiswa KKN SPIG UPI berharap pelaku usaha di Desa Sukajadi semakin siap menghadapi perkembangan pemasaran digital dan memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk penerapan kompetensi mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi kewilayahan Desa Sukajadi.
