Konten dari Pengguna

Setiap Orang Punya Waktunya Masing-Masing

Rahma Multiatun
Mahasiswa Sastra Indonesia 2024, Universitas Mulawarman
25 November 2025 18:13 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Setiap Orang Punya Waktunya Masing-Masing
Di tengah dunia yang serba cepat, kita sering lupa bahwa perjalanan hidup setiap orang berbeda. Tidak apa-apa berjalan pelan—yang penting tetap maju.
Rahma Multiatun
Tulisan dari Rahma Multiatun tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto oleh Doci, Pexels. Seseorang berdiri memandang matahari terbenam—sebuah momen refleksi tentang perjalanan hidup yang berjalan pelan namun
zoom-in-whitePerbesar
Foto oleh Doci, Pexels. Seseorang berdiri memandang matahari terbenam—sebuah momen refleksi tentang perjalanan hidup yang berjalan pelan namun
ADVERTISEMENT
Di media sosial, semua orang terlihat selalu bahagia dan berhasil. Dari situ, kita sering lupa bahwa perjalanan hidup setiap orang tidak sama. Yang kita lihat hanyalah bagian yang sudah dipoles, bukan proses
ADVERTISEMENT
Kadang kita merasa tertinggal hanya karena langkah orang lain terlihat lebih cepat. Padahal mulai lebih lambat bukan berarti gagal. Setiap orang punya waktunya.
Yang penting adalah tetap bergerak, meski pelan. Pencapaian kecil pun sudah bentuk keberanian: tetap bertahan, mencoba lagi, atau bangun di hari yang berat.
Riset dari Journal of Social and Clinical Psychology (2022) menunjukkan bahwa terlalu sering membandingkan diri di media sosial dapat memicu rasa cemas. Sebaliknya, fokus pada perkembangan diri—meski sedikit—bisa membawa ketenangan.
Hidup bukan soal siapa yang paling cepat. Hidup adalah tentang bagaimana kita tumbuh dengan ritme kita sendiri.
Pelan tidak apa-apa. Yang penting tidak berhenti.