Konten dari Pengguna

Setiap Orang Punya Waktunya Masing-Masing

Rahma Multiatun

Rahma Multiatun

Mahasiswi Sastra Indonesia 2024, Universitas Mulawarman

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rahma Multiatun tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto oleh Doci, Pexels. Seseorang berdiri memandang matahari terbenam—sebuah momen refleksi tentang perjalanan hidup yang berjalan pelan namun
zoom-in-whitePerbesar
Foto oleh Doci, Pexels. Seseorang berdiri memandang matahari terbenam—sebuah momen refleksi tentang perjalanan hidup yang berjalan pelan namun

Di media sosial, semua orang terlihat selalu bahagia dan berhasil. Dari situ, kita sering lupa bahwa perjalanan hidup setiap orang tidak sama. Yang kita lihat hanyalah bagian yang sudah dipoles, bukan proses

Kadang kita merasa tertinggal hanya karena langkah orang lain terlihat lebih cepat. Padahal mulai lebih lambat bukan berarti gagal. Setiap orang punya waktunya.

Yang penting adalah tetap bergerak, meski pelan. Pencapaian kecil pun sudah bentuk keberanian: tetap bertahan, mencoba lagi, atau bangun di hari yang berat.

Riset dari Journal of Social and Clinical Psychology (2022) menunjukkan bahwa terlalu sering membandingkan diri di media sosial dapat memicu rasa cemas. Sebaliknya, fokus pada perkembangan diri—meski sedikit—bisa membawa ketenangan.

Hidup bukan soal siapa yang paling cepat. Hidup adalah tentang bagaimana kita tumbuh dengan ritme kita sendiri.

Pelan tidak apa-apa. Yang penting tidak berhenti.