Konten dari Pengguna

Deteksi Dini Kolesterol di Posyandu ILP untuk Cegah Penyakit Tidak Menular

Rahmadistya

Rahmadistya

Mahasiswa Universitas Diponegoro

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rahmadistya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar 1 Bersama Ibu-Ibu Posyandu RW 15. Sumber foto : Najwa Farihaa
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1 Bersama Ibu-Ibu Posyandu RW 15. Sumber foto : Najwa Farihaa

Program Kemasyarakatan yang dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN IDBU 26 dengan Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro menyasar Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai salah satu upaya mendukung dan penekanan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular (PTM), khususnya melalui skrining kadar kolesterol pada kelompok usia dewasa.

Kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu ILP Puri Delta Asri RW 15 Desa Kalongan pada 14 Juli 2026 ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan promotif dan preventif kepada masyarakat. Salah satu fokus kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN-T IDBU 26 UNDIP, khususnya Najwa Farihaa Izza sebagai penanggung jawab kegiatan, adalah skrining kolesterol pada orang dewasa. Kadar kolesterol yang tinggi dapat berlangsung tanpa menimbulkan gejala yang khas, sehingga seseorang sering kali tidak menyadari adanya risiko kesehatan. Oleh karena itu, pemeriksaan secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk mengenali risiko lebih awal.

Melalui pemeriksaan sederhana, masyarakat dapat memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kadar kolesterolnya. Hasil skrining dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kesadaran dalam menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik secara rutin, menjaga berat badan, serta menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular.

Gambar 2 Kegiatan Posyandu ILP RW 15. Sumber foto : Najwa Farihaa

“Kegiatan ini memberikan kesempatan yang baik bagi mahasiswa, khususnya yang bergerak di bidang kesehatan masyarakat, untuk terlibat langsung dalam praktik pelayanan di lapangan melalui kegiatan Posyandu ILP. Kehadiran mahasiswa juga sangat membantu kami, baik dalam pelaksanaan kegiatan maupun dalam memberikan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat. Tentunya, kegiatan seperti ini juga dapat mendukung para kader dalam menjalankan kegiatan Posyandu,” ujar Ibu Vina, Ketua RW 15 Puri Delta Asri sekaligus Ketua Posyandu.

Selain itu juga Pak Heru sebagai Ketua RW 15 menyatakan bahwasanya “Kami juga berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti selama mahasiswa KKN berada di sini, tetapi bisa dilanjutkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.”

Pelaksanaan program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Melalui upaya promotif dan preventif serta deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular, kegiatan ini berkontribusi dalam mendorong masyarakat untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup.

Posyandu ILP menjadi salah satu peluang strategis untuk memperkuat upaya deteksi dini di tingkat masyarakat. Dengan pelayanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau, masyarakat diharapkan semakin aktif memanfaatkan layanan kesehatan untuk memantau kondisi kesehatan secara berkala.Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi kesehatannya. Skrining kolesterol tidak hanya menjadi kegiatan pemeriksaan, tetapi juga menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengenali risiko penyakit dan mulai menerapkan kebiasaan hidup yang lebih sehat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN turut berperan dalam mendukung upaya promotif dan preventif di masyarakat serta mendorong terbentuknya kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak dini.