Keterkaitan Pentingnya Pemantauan Kualitas Air terhadap Sistem Budik Galon

Mahasiswa Universitas Diponegoro
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Rahmadistya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang – Juli 2026 Mahasiswa jurusan Akuakultur Fakultas Perikanan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sosial Masyarakat dengan menggelar demonstrasi sistem Budikgalon (Budidaya Ikan dalam Galon) bersama Karang Taruna RW 15.
Sistem Budikgalon telah dipersiapkan terlebih dahulu sebelumnya oleh tim KKN, sehingga kegiatan difokuskan pada presentasi dan praktik langsung. Anggota Karang Taruna diajak memegang benih ikan lele, melihat cara kerja budikgalon, serta memahami pentingnya menjaga kualitas air pada sistem budikgalon agar ikan tetap sehat.
“Kualitas air adalah faktor utama keberhasilan Budikgalon. Karena wadahnya terbatas, kondisi air harus dijaga dengan baik,” jelas Sekar Wangi Kasih Prasetya, selaku pemateri kegiatan yang memaparkan terkait sistem Budikgalon dan penanganan kualitas air.
Interaksi semakin hidup ketika Dimas, selaku Ketua Karang Taruna, menanyakan bagaimana cara melakukan treatment agar Budikgalon berhasil. Sementara itu, Feli, selaku anggota Karang Taruna, berani mengulas kembali materi yang telah dipaparkan, menunjukkan antusiasme dan pemahaman peserta terhadap konsep akuaponik sederhana ini.
Demonstrasi singkat ini mendapat sambutan positif dari Karang Taruna. Selain memberikan pengetahuan praktis, Budikgalon dinilai sebagai solusi inovatif untuk budidaya ikan dan tanaman di lahan sempit, sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.
