KKN Tematik UNDIP X EXOVILLAGE : Menggali Potensi Desa Losari
Tulisan dari Rahma Uyun Asalina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pandemik covid-19 telah membawa perubahan pada setiap prospek kehidupan manusia baik dari kesehatan, ekonimi, pendidikan, industri maupun pariwisata. Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi destinasi tujuan wisata bagi turis Internasional. Namun seiring dengan penutupan dan pemberhentian penerbangan menuju Indonesia membuat daerah wisata yang ada di Indonesia mengalami penurunan wisatawan yang berkunjung dan bahkan hingga penutupan spot wisata di beberapa daerah yang terbengkalai karena tidak adanya pemasukan untuk biaya perawatan fasilitas object wisata.
Wisata Indonesia yang terbentang dari sabang hingga marauke membuat negara Indonesia memiliki banyak spot wisata menarik baik wisata budaya, wisata bahari, wisata cagar alam, wisata konvensi, agrowisata, dan masih banyak lainnya. Dengan banyaknya jenis wisata yang dapat menjadi pilihan untuk dikunjungi membuat negara Indonesia tidak akan kehabisan spot wisata menarik baik bagi turis mancanegara maupun turis local.
Dengan kondisi alam Indonesia yang begitu beragam tidak menutup kemungkinan terdapat spot wisata baru yang belum terexpose oleh masyarakat. Karena belum adanya kesadaran untuk mengetahui peluang dan potensi wisata yang ada di dalamnya. Setiap penjuru Indonesia memiliki ciri khas dan keuinikan masing-masing dengan kearifan local budaya setempat dengan bentuk yang beragam.
Usaha yang dapat dilakukan salah satu nya adalah dengan mengangkat dan menggali potensi wisata alam Indonesia seperti yang dilakukan oleh Tim KKN Undip x Exovillage. Exovillage merupakan platform yang menyediakan berbagai informasi desa wisata yang ada di seluruh Indonesia. Selain menyediakan informasi mengenai desa wisata exovillage juga menyediakan marketplace wisata dan produk kreatif kerajinan nusantara yang merupakan produk hasil buatan masyarakat desa setempat. Platform Exovillage menyediakan menu explore destinasi, toko souvenir, kuliner dan Biro travel.
Penulis sebagai peserta KKN Undip X Exovillage telah melakukan observasi dan memilih desa Losari, kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang dengan desa yang memiliki potensi wisata alam yang dapat di expose dan menjadi salah satu destinasi wisata alam yang ada di kabupaten semarang. Dengan penduduk sejumlah 1.802 yang luas wilayahnya 2,94 km2.Losari terdiri atas 4 dukuh. Diantaranya adalah dukuh Losari, dukuh kalidukuh, dukuh kaliliseng dan dukuh Bantir. dukuh Losari, dukuh kalidukuh, dukuh kaliliseng, dukuh Bantir. Desa Losari memiliki potensi pariwisata dengan keadaan geografis yang berada di dataran tinggi. Perekonomian desa Losari bergantung pada hasil pertanian seperti kubis, padi, ketela serta hasil peternakan berupa unggas. Spot pariwisata desa Losari yang paling menonjol adalah wisata alam nya seperti Bantir Hills karena letaknya yang berada di dataran tinggi dan perbukitan. Disamping itu desa Losari juga terdapat embung dan api abadi. Berikut merupakan spot wisata yang ada di desa Losari :
Bantir Hills
Bantir hills menjadi salah satu tempat wisata tercantik di kabupaten semarang kecamatan Sumowono. Tepat nya di desa Losari dusun Bantir. Desa yang sederhana dengan penduduknya yang ramah dan sopan menambah kehangatan di desa yang sejuk ini. Disini kita bisa melihat panorama gunung Merbabu,Merapi,Telomoyo hingga Andong dan landscape desa yang terbentang hijau dengan kicauan burung, siapa saja yang merasakannya pasti merasa damai. Siapa yang sangka ternyata Bantir hills dikelola oleh kelompok sadar wisata desa dengan dibantu warga setempat. Fasilitasnya dengan berbagai spot foto yg instagramable pastinya dan wc umum pun disediakan disini. Kalo kalian sedang berada di Kota Semarang jangan lupa untuk explore Bantir hills yang kece ini.
UMKM Jenang Barokah
nggak lengkap rasanya kalau kita berada di daerah wisata pulang tanpa membawa oleh-oleh makanan khas daerah setempat masyarakat desa Losari.
Panorama Alam Perkebunan
pertanian menjadi komoditas utama mata pencaharian masyarakat Losari, beberapa produk hasil pertanian diantaranya adalah kol, cabai, bawang, pisang, dan masih banyak laninnya. hasil taperkebunan masyarakat desa Losari biasanya dijual kembali ke pengepul atau ke pasar-pasar induk. kebutuhan sayur-mayur daerah yang berada di kabupaten semarang sebagian besar adalah produk atau hasil pertanian dari desa Losari.

