Bangkit Bersama JNE, Ayo Majukan UMKM Indonesia Pasca Pandemi!

Saya adalah lulusan S1 Jurnalistik UIN Alauddin Makassar tahun 2015. Sempat bekerja sebagai reporter media cetak dan online. Namun kini jadi ibu rumah tangga dan menjadi freelance writer
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Rahma Wati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selama dua tahun masyarakat Indonesia khususnya kalangan menengah ke bawah meringis dalam kesunyian, karena harus menghadapi situasi sulit akibat pandemi. Pengusaha khususnya dari kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang awalnya banjir orderan, tiba-tiba harus gigit jari dengan sepinya pemasukan. Sedangkan, ada karyawan dan keluarganya yang butuh beli beras dan popok.
Kondisi makin diperparah dengan situasi perekonomian global yang serba tidak pasti saat ini sedikit banyaknya masih memberikan pengaruh besar terhadap kebangkitan UMKM. Tetapi meskipun demikian, tercatat dari data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah menunjukkan bahwa tahun 2022 total UMKM Indonesia mencapai 8,71 juta unit usaha.
Sebagian dari pelaku UMKM ini tentu masih terus berusaha bangkit dan mencoba peruntungan baru dengan memanfaatkan teknologi digital. Bahkan masih dari data tahun 2022, Kementerian UMKM atau Kemenkop UKM merilis bahwa ada 20,76 juta UMKM yang sudah masuk dalam ekosistem digital dan akan terus meningkat di tahun 2023.
Melalui digitalisasi UMKM semakin meluaskan jangkauan atau target pasar para UMKM dari berbagai jenis usaha. Apalagi didukung dengan smartphone dan fasilitas logistik yang kian memudahkan dan mendekatkan jarak antara penjual dan pembeli, seperti yang sejak lama dilakukan salah satu pelopor jasa pengiriman barang, JNE.
Digitalisasi UMKM seolah menjadi sumber cahaya di tengah kegelapan di kala pandemi berlangsung karena pembatasan aktivitas masyarakat sehingga transaksi jual beli yang biasanya dilakukan secara langsung menjadi berkurang. Kini, masyarakat yang memanfaatkan internet tidak perlu berbelanja ke luar rumah. Cukup di rumah saja semua kebutuhan sudah bisa terpenuhi.
Hal ini tentu menjadi tantangan buat para UMKM untuk memanfaatkan digital marketing dengan tujuan menaikkan omset. Tersedia berbagai platform yang bisa digunakan untuk menjual produk-produk UMKM. Misalnya dengan jualan di media sosial Facebook, Instagram, WhatsApp, hingga TikTok dan Youtube. Platform lainnya bisa dimanfaatkan adalah e-commerce seperti Shopee, Lazada, Bukalapak, dan lainnya.
Kelebihan memanfaatkan digital marketing selain menjangkau pasar yang makin luas dan beragam, juga mampu menghemat budget. Malah, budget untuk kegiatan promosi offline bisa dialihkan untuk promosi secara online. Untuk alasan ini, karena penjualan bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja bahkan tidak perlu menyewa toko atau ruko.
JNE Mendukung Digitalisasi UMKM
Seperti yang kita ketahui bahwa proses distribusi barang maupun jasa adalah hal yang sangat penting dalam sebuah transaksi jual beli di era digital seperti saat ini. Tidak heran jika keterlibatan jasa pengiriman sangatlah penting dalam mendukung berjalannya proses digitalisasi UMKM ini. Disamping inovasi UMKM dan kebijakan pemerintah juga ikut mendukung.
Namun, bersama JNE yang sudah hadir selama 32 tahun yang fokus pada layanan pengiriman barang terus berkomitmen mendorong tumbuhnya perekonomian nasional dan daerah. Solusi mendukung digitalisasi UMKM yang dilakukan JNE melalui hadirnya layanan berbasis digital. Layanan ini tentu sangat membantu UMKM dengan pengiriman yang cepat dan aman.
Sebagai bentuk komitmen JNE mendukung digitalisasi UMKM maka lahirlah berbagai layanan antara lain YES (Yakin Esok Sampai), regular, super speed, dan OKE. Biaya atau tarif juga sangat terjangkau yang didasarkan pada jarak atau tujuan pengiriman. Hadirnya layanan ini tidak sekadar menguntungkan penjual tapi juga konsumen yang mendapatkan pengalaman terbaik menggunakan jasa pengiriman JNE yang cepat dan aman.
Meskipun demikian, tantangan dari kompetitor tentu tidak boleh disepelekan JNE. Sehingga inovasi layanan dan peningkatan kualitas layanan adalah hal mutlak. Untuk itu, JNE terus membuat program-program yang menarik bekerja sama dengan para mitra dan jaringan-jaringannya di berbagai daerah.
Tujuannya, mewujudkan cita-cita founder PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Alm H.Soeprapto yang mendirikan usaha ekspres dan logistik sejak 26 November 1990 yakni akan terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan bangsa Indonesia sampai hari ini. Apalagi membantu pemerintah dan sektor pendukung perekonomian untuk bangkit bersama memajukan perekonomian Indonesia. Karena itu, lewat program-program JNE memberikan kontribusi memulihkan perekonomian secara khusus kepada UMKM.
JNE Lakukan Semangat Kolaborasi
Bangkit bersama JNE majukan perekonomian bangsa pasca pandemi terus dilakukan jasa pengiriman yang sudah 32 tahun melayani masyarakat hingga pelosok dari Sabang sampai Merauke. JNE terus berkomitmen membangun semangat kolaborasi dengan UMKM menghadapi berbagai tantangan.
Mendapat bantuan dari 50 ribu karyawan dan dukungan besar dari 8000 jaringan di seluruh Indonesia, JNE bangkit bersama untuk majukan perekonomian bangsa saat pandemi dan pasca pandemi saat ini. Terus bertumbuh dan paling penting menebar manfaat tanpa pandang bulu.
Kolaborasi ini dilakukan untuk menghadapi tantangan dan persaingan yang sangat ketat di industri ekspress dan logistik. Berbagai jenis program kolaborasi atau gotong royong JNE bahkan bukan hanya di sektor bisnis dalam hal ini memajukan UMKM, tetapi juga sektor lainnya. Terbukti dengan terwujudnya berbagai program di tengah masyarakat dan hadirnya berbagai layanan atau fitur yang memberikan pengalaman terbaik pada pelanggan.
Strategi ini dilakukan untuk menguatkan semangat kolaborasi, kerjasama, ataupun gotong royong dengan berbagai stakeholder JNE, sambil memberikan solusi menghadapi berbagai tantangan dan persaingan di era digital. Beberapa solusi yang sudah dilakukan JNE antara lain:
1. Mendukung e-commerce tetap bertumbuh pasca pandemi lewat beragam program kepada pelaku usaha atau seller UMKM. Seperti dengan program diskon ongkos kirim, gratis ongkir, tersedianya layanan pick up paket, dan JNE online booking (JOB).
Ditambah dengan hadirnya berbagai fitur menarik sebagai bentuk dukungan pada e-commerce seperti fitur bagi pelanggan sebagai penerima paket yang ada dalam aplikasi MyJNE, packaging center, termasuk hadirnya website. Selain itu, tersedianya asuransi dan packing kayu serta layanan lainnya yang saling menguntungkan bagi buyer dan seller.
2. Bekerjasama dengan marketplace dengan menyiapkan fitur pelanggan yang sangat gampang diakses serta hadirnya berbagai program maupun event online seller dan online buyer. Salah satunya dengan hadirnya event peningkatan mutu UMKM.
3.Bangkit bersama JNE dengan mewujudkan kolaborasi dan sinergi juga bisa dilihat lewat layanan automasi JNE melalui nomor pengiriman di online seller. Itulah mengapa online seller bisa langsung mendapatkan nomor resi dari pengirimannya.
Tantangan JNE di Era Digital dan Kolaborasi
Membahas soal tantangan di era digital dan kolaborasi, hampir semua industri terutama pasca pandemi harus melewati berbagai tantangan. Termasuk bisnis ekspedisi ini. Tantangan JNE di era digital dan kolaborasi saat ini juga semakin kompleks yang harus segera mendapatkan solusi jika tidak ingin ditinggalkan pelanggan.
Kini, masyarakat menginginkan segala hal yang serba cepat, praktis, namun tetap efesien dan efektif. Demikian halnya proses pengiriman barang. Bahkan kini masyarakat lebih senang dengan layanan lacak barang (tracking resi). Alhasil, permintaan untuk melacak keberadaan paket kiriman terus menigkat. Peran kualitas layanan JNE di sini harus terus meningkat dan tanggap dengan beragam masalah di lapangan.
Beberapa tantangan JNE dan solusi yang sudah diberikan JNE dalam menghadapi era digital saat ini antara lain:
- Persaingan yang Ketat dari Kompetitor
Bagi JNE, 32 tahun bukanlah usia yang muda. Jika diibaratkan dengan pria maka usia ini sudah semakin matang. Usia ini sudah melewati berbagai pasang dan surutnya sebuah bisnis. Bahkan saat pandemi pun masih mampu bertahan. Kini, waktunya bangkit bersama dengan UMKM dan semua lini menghadapi tantangan dan peluang baru.
Tantangan terbaru ini adalah hadirnya kompetitor. Tentu bukan solusi untuk mencari cara menghentikannya. Sebab itu tidak akan mudah dengan dukungan teknologi, modal yang besar, serta kepercayaan dari pelanggan. Makanya, JNE tidak bisa hanya berpuas diri sebab sudah hadir lebih lama dibanding kompetitor.
Solusinya dengan inovasi layanan kepada pelanggan. Cobalah menjadi unik dan berbeda dengan kompetitor. Hasilnya, memang sudah dijalankan JNE dengan hadirnya berbagai fitur terbaru. Misalnya, layanan melacak pesanan (tracking resi) kini sudah bisa dinikmati pelanggan melalui cek resi JNE reguler, JNE Yes, termasuk JNE Cargo, dan JNE Regular Shopee.
Keunikan lainnya dari JNE dengan hadirnya layanan JESIKA atau jemput ASI Seketika. Pasar yang menjadi sasaran tentu saja bagi ibu-ibu menyusui yang sedang bekerja dari luar rumah. Selain itu, hadirnya ebragai layanan JNE Express seperti COD, City to City, PESONA, JLC, JNE PIPO, JOP atau JNE Online Payment, JOB atau JNE Online Booking, dan lain-lain.
- Peningkatan Kualitas Karyawan hingga Kurir di Lapangan
Komplain pelanggan nyaris setiap hari menghiasi kolom komentar media sosial JNE menjadi bukti peningkatan kualitas layanan adalah hal wajib dilakukan JNE sampai saat ini. Salah satunya dengan kualitas kurir. Meski ada banyak faktor yang ikut berpengaruh terutama terjadinya keterlambatan pengiriman paket dan tracking resi atau pelacakan resi yang tidak berjalan maksimal, namun respon costumer service JNE patut diapresiasi sebab begitu tanggap dan cepat menjawab pertanyaan pelanggan.
Makanya laik jika JNE diganjar penghargaan sebagai pemenang dalam penghargaan yang diberikan Indonesia Grand Digital Marketing Awards 2022 sebagai The Interactive Costumer Service in Social Media. Selain itu menjadi pemenang di Media SWA lewat ajang Indonesia Costumer Experience Champions 2022 sebagai The Rising Costumer Experince Team.
- Peningkatan Program Dukungan kepada UMKM
Kualitas layanan program e-fulfillment JNE dan sistem warehousing juga membuat sistem pengiriman produk UMKM makin efesien saat ini perlu ditingkatkan. Hanya saja belum semua jaringan bisa menerapkannya. Sayapun yang tinggal di kota kecamatan dan anggota keluarga lainnya yang menekuni online shop masih sebatas menikmati layanan pengiriman paket JNE saja. Bahkan, kantor JNE di kota kami belum memiliki kurir sendiri sehingga paket diambil langsung ke kantor JNE.
Harapannya, dengan semangat gotong royong atau kolaborasi untuk membangkitkan perekonomian Indonesia secara umum dan UMKM secara khusus terutama para olshoper hingga ke pelosok desa bisa menikmati semua fasilitas dan layanan yang diberikan JNE. Jangan lupa program potongan ongkir untuk UMKM masih harus dipertahankan.
Ringkasnya, terima kasih banyak atas kontribusi dan dedikasi JNE yang sudah 32 tahun bergotong royong dan melakukan kolaborasi membangun perekonomian Indonesia. Khususnya, memajukan UMKM pasca pandemi melalui berbagai programnya. Bangkit Bersama JNE, bangkitlah ekonomi Indonesia!
#JNE32tahun#JNEBangkitBersama #jnecontentcompetition2023#ConnectingHappiness
