Resensi Novel "Wish You Were Here"

Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Yogyakarta
Tulisan dari Rahmalia Asty Ananta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Judul Buku : Wish You Were Here Pengarang : Jodi Picoult Penerbit : Ballantine Books, New York Cetakan : Ke-1, November 2021 Jumlah halaman : 321 halaman ISBN : 97805993497203
"It's not the most intellectual of the species that survives; it is not the strongest that survives; but the species that survives is the one that is able best to adapt and adjust to the changing environment in which it finds itself" -Leon C. Megginson-
Sinopsis Buku Novel ini bercerita tentang 2 orang dewasa bernama Diana, seseorang yang bekerja sebagai spesialis asosiasi, dan Finn, seorang dokter. Diana memiliki mimpi untuk menikah pada umur tiga puluh tahun dan pindah dari Kota New York. Mereka memiliki rencana untuk berlibur ke sebuah pulau terpencil. Diana tahu, Finn akan melamarnya saat berada di Galápagos. Tetapi, hal yang tidak diinginkan terjadi. Sebuah virus telah menyebar di Kota New York tepat sebelum mereka berangkat ke Galápagos. Finn tidak bisa berangkat bersama Diana karena ia harus kembali ke rumah sakit. Finn meyakinkan Diana untuk tetap pergi berlibur sendirian. Setelah sampai di Galápagos, hal yang tidak terduga terjadi pada Diana. Diana terjebak di pulau itu sendirian; terpencil, tanpa sinyal, dan fasilitas umum ditutup karena pandemi. Seperti teori evolusi Darwin, Diana akhirnya melanjutkan hidupnya di sana dengan orang-orang lokal dan bertanya-tanya apakah ia akan menjadi orang yang sama setelah pulang dari Galápagos. Wish You Were Here adalah sebuah novel yang sangat menyentuh tentang ketahanan jiwa manusia di masa pandemi. Bagian awal dari buku ini bercerita tentang kesenangan pada masa sebelum virus menyebar. Buku ini bercerita tentang perjalanan yang ingin kita lakukan, mimpi yang kita miliki, kenangan yang kita pikir akan tercapai di masa yang akan datang, tetapi nyatanya keadaan berubah total. Kelebihan Buku Buku bergenre romansa ini mengangkat topik cerita yang menarik. Romansa dan mencekam; itulah dua kata yang mendeskripsikan buku ini. Penulis mengemas buku ini dengan baik dan membuat pembaca merasakan rasa mencekam tersebut; pandemi, terisolasi, dan hidup tanpa sinyal di pulau terpencil. Pengungkapan ditulis dengan terampil menampilkan potongan-potongan kepada pembaca sampai gambaran lengkapnya muncul. Bagi beberapa pembaca, mungkin mereka berpikir tema yang diangkat sedikit sensitif. Namun, Jodi Picoult berani untuk mengangkat tema ini dengan menyoroti pekerjaan yang sangat berani dari staf medis garis depan, sambil memberikan pandangan sekilas yang mendalam tentang keindahan Kepulauan Galápagos. Kekurangan Buku Buku ini sedikit memberikan sedikit “warning” karena buku ini bercerita tentang virus covid-19. Buku ini juga ditulis dan di-publish ketika masih masa pandemi. Bagi sebagian orang, mungkin buku ini akan sedikit mengingatkan trauma yang pernah dialami, yaitu kehilangan orang yang mereka cintai. Dalam buku ini, terdapat beberapa istilah mengenai seni dan kedokteran yang mana akan menghabiskan sedikit waktu untuk memahaminya. Kesimpulan Buku ini dikemas menggunakan istilah-istilah kedokteran dan seni. Meskipun membutuhkan waktu untuk memahami, namun hal tersebut juga bisa menambah wawasan kita. Bagi para pembaca yang senang dengan alur yang lambat, mungkin buku ini cocok untuk masuk ke dalam wishlist bacaan. Selain itu, buku ini memiliki plot twist yang akan membuat para pembaca tercengang pada bagian akhir.
