Bukan Sekadar Healing, Pemuda Ansor Suko Pilih ‘Wisata Sanad’ ke Makam Auliya

Pengguna Kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rahmat Asmayadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

SIDOARJO – Di saat tren weekend anak muda identik dengan pusat perbelanjaan atau kafe, Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Suko punya cara berbeda untuk mengisi hari libur. Pada Ahad (15/03/2026), puluhan kader berbaju hijau ini melakukan "Rihlah Religi" ke tiga titik makam ulama besar di Sidoarjo. Ziarah ini bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan upaya menjaga jati diri di tengah gempuran modernitas. Perjalanan yang dipimpin oleh Ust. Suwanto ini mengunjungi makam tokoh sentral Sidoarjo: Mbah Djaelani Tulangan, Mbah Muhayyin Sono, dan Mbah UD Pagerwojo. Yudi Dhoni Setiawan, Ketua PR GP Ansor Suko, menyebut agenda ini sebagai "Charge Iman". "Kader Ansor tidak boleh kehilangan akar. Berziarah adalah cara kami meniru jejak Rasulullah dan sahabat, sekaligus memastikan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah tetap tegak di dada pemuda milenial," ungkapnya mantap.

Senada dengan itu, Ketua MDS Rijalul Ansor Suko, M. Taufiq, menegaskan bahwa ziarah ke makam wali adalah pintu masuk untuk mengenalkan NU kepada generasi muda di luar organisasi. "Ziarah ini penting agar anak muda NU tahu jati diri dan siapa guru-guru mereka. Ini adalah cara 'asyik' untuk mengajak mereka bergabung di barisan Ansor," jelas Taufiq. Kegiatan yang diikuti dengan antusias oleh para anggota Ansor Suko ini diakhiri dengan doa bersama, memohon agar pemuda Sidoarjo senantiasa dijaga dalam keberkahan dan semangat pengabdian.
