Bukan Sekadar Silaturahim, Ini Cara Ansor Suko 'Recharge' Semangat Organisasi

Pengguna Kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rahmat Asmayadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

SIDOARJO – Menjaga tradisi ngalap berkah (mencari berkah) kepada para kiai dan sesepuh tetap menjadi napas perjuangan bagi Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Suko, Sidoarjo. Memanfaatkan momentum hangat Idul Fitri 1445 H, puluhan pemuda berbaju hijau ini menggelar safari silaturahim ke kediaman tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) setempat pada Rabu (25/03/2026) malam. Bukan sekadar kunjungan biasa, aksi "door to door" yang dimulai usai salat Maghrib hingga pukul 22.00 WIB ini merupakan bentuk nyata pengabdian junior kepada senior, anak kepada orang tua. Ketua PR GP Ansor Suko, Yudi Dhoni Setiawan, mengungkapkan bahwa agenda halal bihalal ini adalah edisi ke-9 yang digelar secara berturut-turut sejak tahun 2018. Bagi seorang ustadz di TPQ, sowan ke para tokoh NU adalah kewajiban moral. "Sebagai anak muda, sudah kewajiban kami untuk sungkeman ke orang tua. Idul Fitri adalah momentum paling tepat karena pintu para kiai dan tokoh kita selalu terbuka 24 jam untuk anak-anaknya," ujar Dhoni.

Lebih dari lima kediaman tokoh NU disinggahi malam itu. Selain mempererat tali persaudaraan, momen ini juga dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi bagi gerak organisasi Ansor Suko ke depan. Dukungan moril mengalir deras dari para pimpinan NU Suko. Abah Arif, Ketua Tanfidziyah Ranting NU Suko, memberikan pesan yang menyentuh hati para kader muda tentang pentingnya regenerasi. "Tetaplah sabar dan istiqomah. Kalau bukan kalian-kalian ini yang berjuang, lalu siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan ini?" pesan Abah Arif. Senada dengan hal tersebut, Ust. Nur Kholis selaku Rais Syuriyah Ranting NU Suko, menitipkan pesan agar para pemuda memiliki mental baja dalam berdakwah. Beliau berpesan agar kader Ansor harus mampu "mbetah-mbetahno" (tahan banting dan sabar sesabar-sabarnya) dalam berjuang di jalan agama. Safari silaturahim ini menjadi "gong" atau puncak dari rangkaian panjang kegiatan Ansor Suko sepanjang bulan suci. Sebelumnya, mereka juga telah sukses melaksanakan berbagai agenda sosial dan keagamaan, termasuk Safari Religi Ramadan pada pertengahan Maret lalu. Dengan adanya suntikan semangat dan doa dari para sesepuh, kader Ansor Suko diharapkan kembali ke garis perjuangan dengan energi baru, membawa kemaslahatan bagi masyarakat Desa Suko dan sekitarnya.
