Konten dari Pengguna

Cetak Jurnalis Muslim Milenial, MTs Manbaul Hikam Gelar Diklat Majalah Digital

Rahmat Asmayadi

Rahmat Asmayadi

Pengguna Kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rahmat Asmayadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Santri sedang praktik analis berita (sumber; dokumen pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Santri sedang praktik analis berita (sumber; dokumen pribadi)

TANGGULANGIN – MTs Manbaul Hikam Tanggulangin sukses menyelenggarakan Workshop Jurnalistik dan Tata Kelola Majalah Sekolah. Pada Senin (16/02/2026). Kegiatan yang bertempat di ruang kelas madrasah ini diikuti oleh puluhan santri yang tergabung dalam tim redaksi Majalah Sekolah "El-Dikr". Acara ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan menulis berita, teknik wawancara, hingga desain layout majalah berbasis digital. Hal ini sejalan dengan visi madrasah untuk tetap eksis di era teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren. Kepala MTs Manbaul Hikam, H. Agus Arifudin, S.H.I., M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa majalah sekolah adalah wajah intelektual santri. "Santri tidak hanya harus mahir mengaji, tapi juga harus cerdas berliterasi. Melalui majalah ini, suara dan prestasi santri Manbaul Hikam bisa didengar oleh masyarakat luas," ujarnya. Hadir sebagai pemateri diklat majalah, Rahmat Asmayadi, memberikan motivasi besar kepada para peserta mengenai pentingnya peran jurnalis pelajar. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa menulis adalah cara santri "mengikat" ilmu dan sejarah. "Di era digital ini, santri harus mampu mewarnai media sosial dengan konten yang positif dan edukatif. Menulis bukan sekadar menyusun kata, tapi upaya kita menyampaikan kebenaran dan menebar manfaat bagi umat," tegas Rahmat di hadapan para santri. Dalam sesi materi, para peserta diajarkan rumus 5W+1H serta teknik Verifikasi Informasi Online untuk menangkal hoaks. Tidak hanya teori, siswa langsung diajak praktik menganalisis berita dan mengkonsep majalah dari lembar kerja yang diberikan pemateri. Yang menarik dari diklat tahun ini adalah pengenalan konsep Hybrid Magazine. Nantinya, Majalah El-Dikr tidak hanya hadir dalam bentuk cetak, tetapi juga versi E-Magazine yang bisa diakses melalui QR Code di mading sekolah. "Seru sekali, ternyata jadi jurnalis itu menantang. Kita harus berani bertanya dan teliti saat menulis agar informasinya akurat," kesan Asrori, salah satu santri kelas VIII yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Rencananya, edisi terbaru Majalah El-Dikr dengan wajah baru akan terbit pada akhir semester ini, menampilkan liputan khusus mengenai prestasi ekstrakurikuler dan profil alumni sukses dari MTs Manba'ul Hikam.