Evolusi Pegunungan di Pulau Jawa

Geosaintis - Desainer - .......
Tulisan dari Rahmat Hidayat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pegunungan Selatan di Pulau Jawa adalah rangkaian pegunungan sepanjang bagian selatan Jawa mulai dari Pantai Parangtritis di DI. Yogyakarta hingga Teluk Pacitan di Jawa Timur (Husein & Srijono, 2007).
Keberadaan jalur pegunungan ini adalah sebagai akibat zona subduksi Lempeng Indo-Australia di bawah Lempeng Eurasia yang menerus dari Pulau Sumatera hingga Pulau Jawa atau disebut sebagai Sunda Arc (Anggraeni, 2018).
Pembentukan magma sebagai mekanisme sumber dapur magma deretan Pegunungan Selatan yaitu adanya partial melting dan percampuran antara komposisi lempeng samudra di bawah lempeng benua.
Hal tersebut menyebabkan komposisi magma berupa lava basaltic-andesitik dan lava andesitic (SM-IAGI, 2017). Sehingga dapat disimpulkan komposisi magma di jalur Pegunungan Selatan adalah bersifat asam hingga intermediet.
Evolusi Busur Magmatik Pulau Jawa
Jalur Pegunungan Selatan adalah busur magmatic yang terkenal di Pulau Jawa, baik sebagai sumber edukasi maupun menyajikan wisata adrenalin bagi para pendaki.
Menurut Soeriaatmadja (1997) dalam Rachman (2017), busur magmatic yang membentuk jalur pegunungan di Pulau Jawa telah mengalami pergeseran sebanyak tiga kali. Perpindahan tersebut terjadi pada Eosen Akhir-Miosen Awal, Miosen Akhir-Pliosen serta busur magmatic saat ini.
Sedangkan Pegunungan Selatan adalah jalur pegunungan yang terbentuk pertama kali pada masa Oligosen (Rachman, 2017). Secara garis besar, gunungapi yang terbentuk di Pulau Jawa dapat dibagi menjadi dua masa yaitu:
Gunungapi Purba Jalur gunungapi tua yang terbentuk di Pulau Jawa lebih dikenal sebagai Pegunungan Selatan Jawa. Jalur Pegunungan Selatan ini tersusun oleh batuan vulkanik tua atau dikenal dengan istilah Old Andesit Volcanic (Rachman, 2017).
Produk letusan dari jalur gunungapi tua di Pulau Jawa berkontribusi terhadap pembentukan ketebalan stratigrafi vulkanik Pulau Jawa khususnya bagian Selatan. Produk letusan bersifat andesitic hingga riolitik. Produk erupsi bisa berupa aliran lava, breksi volkanik, endapan piroklastik serta membentuk kubah lava (Satyana, n.d.). Setelah periode Miosen akhir, busur magmatic bergeser lebih ke arah Utara. Mekanisme pergerseran ini masih belum dipastikan, tetapi beberapa kemungkinan yang dapat menjadi penyebabnya yaitu kemiringan zona penunjamman di bawah Pulau Jawa yang semakin landa (Satyana, n.d.).
Gunungapi Saat Ini Jalur gunungapi aktif di Jawa saat ini terbentuk setelah mengalami pergeseran sebanyak dua kali sejak pembentukan jalur Pegunungan Selatan. Gunung yang terbentuk berumur kurang dari 2,6 juta tahun yang lalu. Produk erupsi gunungapi di Jawa saat ini berupa andesit basaltic (Nicholls et al., 1980 dalam Satyana, n.d.). Beberapa gunungapi modern yang ada di Jawa antara lain Gunung Merapi, Gunung Semeru dan Gunung Slamet.
Dasar Laut yang Tersingkap
Hal yang unik yang ditemukan pada rangkaian Pegunungan Selatan ditemukannya batuan berumur paling tua (basement) di Bayat (Rachman, 2017) serta lava bantal. Dimana lava bantal adalah batuan yang seharusnya ditemukan di dasar lautan (Nukman, 2016).
Penemuan ini adalah bukti yang mengindikasikan telah terjadinya pengangkatan di Pulau Jawa. Pegunungan Selatan sebagai gunungapi tua di Jawa tidak memiliki ketinggian setinggi gunungapi modern di Jawa, karena kemungkinan gunungapi tersebut adalah gunungapi bawah laut.
Sementara hipotesis lainnya adalah karena sebagian bagian gunungapi tua telah tenggelam, karena ditemukan endapan batugamping dangkal dari barat ke timur di atas jalur gunungapi tua (Satyana, n.d.).
Referensi:
Anggraeni, A., 2018. Tektonik Indonesia, Yogyakarta: Program Studi Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Husein, S. & Srijono, 2007. Tinjauan Geomorfologi Pegunungan Selatan DIY/Jawa Tengah: telaah peran faktor endogenik dan eksogenik dalam proses pembentukan pegunungan. Yogyakarta, Seminar Potensi Geologi Pegunungan Selatan dalam Pengembangan Wilayah.
Nukman, M., 2016, Praktikum Geologi Dasar, Program Studi Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadajah Mada
Rachman, M., 2017. Eprint UPN YK. [Online]. Tersedia di: http://eprints.upnyk.ac.id/13940/1/ABSTRAK.pdf. [Diakses pada 22 April 2020].
Satyana, A. H., n.d.. Cerpen Geologi. [Online]. Tersedia di: https://syawal88.wordpress.com/2014/12/06/jawa-jalur-gunungapi-tua-jalur-gunungapi-modern. [Diakses pada 22 April 2020].
SM-IAGI, 2017. Seksi Mahasiswa-Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Universitas Gadjah Mada. [Online]. Tersedia di: https://sm-iagi.ft.ugm.ac.id/geologi-regional-pegunungan-selatan/. [Diakses pada 22 April 2020].
