Lempeng Mikro di Halmahera: Potensi Gempa di Laut Maluku

Geosaintis - Desainer - .......
Tulisan dari Rahmat Hidayat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Maluku Utara adalah salah satu daerah yang memiliki tingkat kebencanaan geologi cukup tinggi, khususnya gempa bumi. Berdasarkan data dari repogempa BMKG, sepanjang bulan Maret saja ada 16 kali kejadian gempa bumi yang tersebar di Halmahera dan Laut Maluku Utara. Kekuatan gempa ini bervariasi dari magnitude 2.2 hingga 5.7. tingkat kegempaan yang cukup tinggi di Maluku Utara tidak lain karena adanya lempeng Halmahera yang aktif hingga saat ini. Halmahera arc ini memanjang dari Talaud, membagi antara Sulawesi Utara dengan kepulauan Halmahera hingga sekitar Pulau Bacan (Hall, 2000). Karena letaknya yang berada di wilayah perairan, aktifitas lempeng mikro ini juga berpotensi menyebabkan tsunami di pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Kompleksitas Tektonik
Tatanan tektonik yang kompleks di Halmahera terjadi akibat pertemuan antara dua lempeng dunia yaitu Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Serta beberapa lempeng mikro lainnya seperi lempeng mikro Filipina. Adanya tumbukkan antar lempeng ini membagi lempeng-lempeng mikro lainnya di Laut Maluku, yaitu Lempeng Mayu Sangihe di bagian Barat dan Lempeng Halmahera di Bagian Timur (HMGF, 2015). Hal ini pulalah yang menyebabkan bentuk Pulau Halmahera sangat unik, hampir menyerupai huruf âKâ (Saifudin, n.d.) dengan beberapa pulau kecil di sektiarnya seperti Pulau Ternate, Pulau Tidore, Pulau Bacan Pulau Morotai dan sebagainya.
Potensi Bencana
Kompleksitas tatanan tektonik di Kepulauan Halmahera menyebabkan beberapa potensi bencana yang mengencam. Beberapa bencana tersebut antara lain:
Gempa Bumi Pergerakan lempeng yang sangat aktif tentu akan berdampak pada segala sesuatu di atasnya. Akibat pergerakan lempeng ini terjadi goncangan yang dirasakan pada wilayah yang cukup luas. Agaknya masyarakat di Maluku Utara telah terbiasa dengan kejadian gempa yang terlalu sering terjadi, mulai dari gempa kecil hingga gempa-gempa berkekuatan cukup besar. Salah satu yang terbesar yaitu gempa dengan magnitude 7.1 yang terjadi di Lempeng Laut Maluku. Gempa ini kemungkina terjadi pada zona gempa di antar Busur Sangihe dan Busur Halmahera (BMKG, 2019).
Gambar 2. Ilustrasi Gempa Halmahera M 7.1 (HMGF, 2015) Tsunami Tsunami dapat terjadi karena ada gelombang besar atau getaran di bawah laut sehingga menghasilkan ombak yang sangat besar. Tsunami dapat memporak porandakan daratan dengan sekejap dalam hitungan menit. Banyaknya gempa yang terjadi di Laut Maluku juga berpotensi menyebabkan tsunami. Berdasarkan catatan sejarah, pernah terjadi tsunami di kawasan ini antara lain terjadi pada tahun 1858 yang meratakan daerah Sangihe, Banggai dan Timur Sulawesi. Selain itu tsunami Banggai-Ternate yang terjadi tahun 1859, tsunami Talaud yang terjadi tahun 1907 dan tsunami Salebabu yang terjadi pada tahun 1936 dengan tinggi kolom air mencapai 3 meter (Tim detikcom, 2015).
Erupsi Gunungapi Akibat adanya zona subduksi di antara Busur Halmahera dan Sangihe menyebabkan adanya rangkaian gunungapi yang terbentuk di Sulawesi Utara serta di beberapa pulau kecil seperti Gunung Gamalama di Ternate. Beberapa gunungapi ini bertatus normal (level I) dan waspada (level II) (Magma Indonesia). Tentunya hal ini adalah ancaman tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di Maluku Utara.
Menghadapi banyaknya potensi bencana yang terjadi di perairan Maluku adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi seumur hidup. Tetapi selan kengerian akibat bencana, perairan Maluku juga menyimpan kekayaan bahari yang sangat bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal disana.
Referensi:
BMKG, 2020, Repogempa BMKG, Tersedia di: http://repogempa.bmkg.go.id/repo_new. [Diakses pada 20 April 2020]
Hall, R., 2000. Neogene history of collision in the Halmahera region, Indonesia.
HMGF, 2015, Tektonika Maluku dan Perseteruan Dua Lempeng yang Menggetarkannya, Tersedia di: http://hmgf.fmipa.ugm.ac.id/2015/12/16/perseteruan-dua-lempeng-yang-menggetarkan-maluku/. [Diakses pada 20 April 2020]
Magma Indonesia, n.d., Gunungapi, Tersedia di: https://magma.vsi.esdm.go.id/. [Diakses pada 20 April 2020]
Saifudin, L., n.d.. Academia. [Online]. Tersedia di: https://www.academia.edu/12178623/Sedikit_Catatan_tentang_Tektonik_Halmahera. [Diakses pada 20 April 2020].
Tim detikcom, 2015, BMKG Paparkan Sejarah Gempa-Tsunami di Laut Maluku, [Online]. Tersedia di: https://news.detik.com/. [Diakses pada 20 April 2020]
