Mutiara di Timur Indonesia itu Tidak Hanya di Freeport

Geosaintis - Desainer - .......
Tulisan dari Rahmat Hidayat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Papua adalah daerah paling Timur Indonesia. Dengan luas kurang lebih 319.063 km2, Papua menyimpan sumber daya alam berupa mineral tambang yang melimpah. Kekayaan alam tanah Papua bahkan telah terkenal hingga ke mancanegara. Operasi kerja PT Freeport Indonesia yaitu di Kaupaten Mimika, Provinsi Papua dengan hasil bahan galian berupa tembaga, emas dan perak (PTFI). Bahkan kawasan Grasberg adalah salah satu deposit tambang emas dan tembaga terbesar di dunia.

Tetapi, selain di Kabupaten Mimika yang dikelola perusahaan mancanegara ini, di bagian lain tanah Papua juga tersimpan potensi-potensi mineral tambang lainnya baik yang sudah digali maupun yang belum dieksploitasi. Salah satunya adalah di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua yang berbatasan langsung dengan Negara Papua New Guinea. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Faisal (2015), terdapat indikasi endapat pirit dan arsenopirit di daerah ini, sedangkan mineralisasi emas memang sangat sedikit hanya 18 ppm. Selain itu, potensi tambang yang tersebar di Papua antara lain di Distrik Paniai Barat dan Kabupaten Paniai berupa batu bara, potensi emas lainnya yang ditemukan di Distrik Sugapam Homeyo, Mbiandogo, Bogobaida, Agisipa dan Paniai Barat. Ditemukan potensi besi di Puncak Cartens dengan jumlah cadangan sekitar 4% serta potensi mineral tambang lainnya (Papua, n.d.).
Potensi Logam Boven Digoel
Berdasarkan data geokimia, terdapat beberapa indikasi mineral logam seperti mineral tembaga di wilayah Sungai Digoel-Manggelum dan terlihat adanya mineralisasi pirit. Di wilayah Sungau Alim-Manggelum terdapat urat jkuarsa dan mengandung timbal dan seng. Serta unsur mineralisasi emas yang ditemukan di Distrik Mandobo (Faisal , 2015). Daerah Boven Digoel diduga terjadi pembentukan mineralisasi tipe hydrothermal (Fasial, 2015). Mineralisasi tipe hidrotermal sendiri dapat terjadi akibat adanya reaksi antara panas dari larutan hidrotermal dengan batuan samping di sepanjang rekahan yang menyebabkan terjadinya proses alterasi (Pirajno, 1992). Sedangkan alterasi adalah perubahan karakteristik batuan akibat dipengaruhi oleh faktor suhu dan tekanan (Niasari, 2018).
Daerah Boven Digoel memiliki kenampakan geomorfologi berupa perbukitan dan pedataran dengan struktur umum yang dijumpai berupa perlipatan, sesar dan kelurusan (Faisal, 2015). Susunan batuan yang ada di daerah ini yaitu batuan diorite, konglomerat, batulempung, batupasir serta alluvial (Faisal, 2015). Selain mineral pirit dan arsenopirit, di Kabupaten Boven Digoel juga terdapat potensi tambang emas. Bahkan beberapa tambang emas ada di daerah ini dan beroperasi secara illegal. Fakta ini menunjukkan bahwa potensi tambang Papua terus dikeruk hingga ke akar. Tetapi seperti kita tahu, potensi emas yang ada di Papua tidak serta merta meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat Papua. Hanya orang-orang golongan tertentu yang memiliki peran atau andil dalam industri ini yang merasakan manisnya tambang emas Papua.
Kegunaan Mineral Lain
Mineral pirit sendiri dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Mineral pirit yang terkandung dalam tanah dapat memberikan dampak positif bagi tanaman. Antara lain yaitu meningkatnya tinggi tanaman, panjang, berat akar dan gabah tanaman padi (Suastika dkk, 2006). Selain itu mineral pirit juga digunakan dalam produksi pembuatan asam sulfat. Olahan pirit juga dapat digunakan sebagai bahan obat kulit (Subagio, 2012). Karena bentuk karakteristik mineral pirit mirip dengan emas sehingga sering digunakan sebagai batu hiasan ataupun diolah menjadi cermin.
Referensi:
Bakkar, U.Z., Kasim, M., Akase, N., Rompo, A.I., Research Gate: Karakteristik Alterasi dan Mineralisasi Hidrotermal Daerah Hulawa, Gorontalo, Indonesia, DOI: 10.34312/jgeosrev.v2i1.2472. Tersedia di: researchgate.net. Diakses pada 24 April 2020.
Faisal, R.M., 2015, Inventarisasi Mineral Logam di Kabupaten Boven Diogel Provinsi Papua, Artikel Lapangan PSDG. Tersedia di: psdg.bgl.esdm.go.id. Diakses pada 24 April 2020
Niasari, S.W., 2018, Eksplorasi Panas Bumi, Yogyakarta: Program Studi Geofisika Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada
Pirajno, F. (1992). Hydrothermal Mineral Deposits: Principles and Fundamental Concepts for the Exploration Geologist. Afrika Selatan: Springer-Verlag
PTFI, n.d., PT. Freeport Indonesia, ptfi.co.id.
Papua, n.d., Pertambangan. Tersedia di: papua.go.id. Diakses pada 24 April 2020
Suastika, I.W., Sabiham, S., S Ardi, D., 2006, Pengaruh Percampuran Tanah Mineral Berpirit Pada Tanah Gambut Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi, Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia. Volume 8 No. 2 Hlm.99-109. ISSN 1411-0067
