Potensi Emas di Tanah Ngapak

Geosaintis - Desainer - .......
Tulisan dari Rahmat Hidayat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Siapa sangka di beberapa daerah kecil di Indonesia juga menyimpan potensi mineral emas. Seperti di Desa Paningkaban, Banyumas, Jawa Tengah. Potensi mineral emas ini telah lama diketahui oleh masyarakat setempat dan telah berkembang beberapa titik tambang emas rakyat. Di selatan Pulau Jawa terdapat zona penunjaman yang membentuk busur pegunungan selatan yaitu penunjaman antara lempeng Eurasia dengan lempeng Indo-Australia. Penunjaman kedua lempeng tersebut memberikan potensi sumber daya alam di daerah sekitarnya. Tumbukkan antar lempeng serta faktor suhu dan tekanan menyebabkan terbentuknya mineral-mineral ekonomis misalnya mineral emas. Sehingga tidak heran jika di beberapa daerah di Pulau Jawa memiliki potensi mineral tambang. Walaupun potensi tambang emas di Pulau Jawa tidak sebesar tambang emas milik Freeport di Papua.
Salah satu potensi mineral emas di Jawa Tengah yaitu di Desa Paningkaban, Banyumas, Jawa Tengah. Teretak di selatan Pulau Jawa menyebabkan daerah ini lebih dekat dengan zona subduksi lempeng. Namun potensi tambang emas di Desa Paningkaban masih sebatas tambang emas rakyat dan belum dikelola secara resmi.
Metode Tradisional
Pertambangan emas di Desa Paningkaban masih dikelola oleh rakyat secara individu. Sehingga metode yang digunakan untuk menambang emas masih menggunakan teknologi sederhana dan metode tradisional. Karakteristik pertambangan di Desa ini adalah tambang bawah tanah dengan metode gali-timbun. Sedangkan pengolahan bijih untuk memisahkan mineral emas dengan unsur yang lain dilakukan dengan metode amalgamasi yang memanfaatkan cairan merkuri. (Aziz, 2014). Tentunya proses ini selain memiliki faktor bahaya yang tinggi juga dapat mencemari lingkungan. Karena belum adanya proses pemisahan bijih emas yang baik sehingga limbah yang mengandung merkuri dibuang secara sembarangan dan dapat mencemari sungai serta sumber mata air di Desa tersebut.
Potensi Bagi Kesejahteraan Rakyat
Emas adalah barang yang memiliki nilai stabil, warnanya yang kekuningan dan memancarkan kilap yang berkilauan menjadikan emas sebagai barang ekonomis yang cukup mahal. Sehingga seharusnya daerah yang memiliki potensi tambang emas dapat berkembang menjadi daerah yang sejahtera. Tetapi kehidupan masyarakat di Desa Paningkaban belum dapat dikatakan sejahtera secara merata dengan adanya potensi tambang emas. Berbagai kendala yang dihadapi ketika melakukan aktivitas pertambangan menyebabkan potensi emas di daerah ini belum digali secara maksimal.
Beberapa hambatan yang dihadapi dalam pengembangan tambang emas di Desa Paningkaban adalah keterbatasan alat dan teknologi yang digunakan untuk membuat lubang galian tambang, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai potensi dan prospek pengembangan tambang emas di daerah tersebut serta minimnya data dan informasi yang menunjukkan tingkat potensi tambang emas di Desa Paningkaban (Aziz, 2014).
Selain kendala di bidang teknologi dan informasi, banyaknya korban yang berjatuhan ketika melakukan penggalian dan pengambilan emas menjadi salah satu faktor yang menimbulkan ketakutan di masyarakat. Karena sistem yang sederhana, bahkan di beberapa titik penggalian masih hanya menggunakan kayu sebagai tiang penyangga. Sehingga hanya beberapa orang yang mau dan berani masuk ke dalam lubang tambang dan menerima risiko dan ancaman bahaya yang cukup tinggi.
Padahal potensi emas di Desa Paningkaban akan menghasilkan keuntungan yang menjanjikan jika dikelola dengan baik menggunakan dukungan teknologi dan memperhatikan standar kesehatan dan keselamatan kerja.
Referensi:
Aziz, M., 2014. Model Pertambangan Emas Rakyat dan Pengelolaan Lingkungan Tambang di Wilayah Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dinamika Rekayasa Vol. 1 No. 10. ISSN 1858-3075.
