Konten dari Pengguna

Zona Subduksi Lempeng di Indonesia: Anugrah atau Bencana?

Rahmat Hidayat

Rahmat Hidayat

Geosaintis - Desainer - .......

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rahmat Hidayat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Zona subduksi terjadi pada batas lempeng konvergen di mana dua buah lempeng atau lebih saling bertemu dan terjadi penunjaman antar lempeng sehingga menghasilkan produk baru (Anggraeni, 2018). Zona subduksi dapat terjadi baik antar dua lempeng benua, dua lempeng samudra maupun antara lempeng benua dan samudra. Perbedaan densitas kedua lempeng menyebabkan satu diantaranya dapat menunjam di bawah lempeng lainnya. Perbedaan densitas ini dapat terjadi karena perbedaan komposisi, umur dan jenis batuan penyusun lempeng Bumi.

Gambar  1. Ilustrasi Batas Antar Lempeng (Grover, 2014)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1. Ilustrasi Batas Antar Lempeng (Grover, 2014)

Mengenal Subduksi Lempeng Bumi

Pergerakan lempeng Bumi adalah aktivitas umum yang terjadi selama Bumi masih hidup. Tetapi aktivitas ini bukanlah tanpa akibat. Dapat anda bayangkan, ketika anda berada di atas tanah yang bergerak pasti akan terjadi goncangan dan mengganggu kestabilan. Begitu pula dengan lempeng Bumi, ketika bergerak maka efeknya akan dirasakan oleh seluruh makhluk maupun benda di atasnya. Pergerakan lempeng Bumi sangat perlahan pada orde milimeter hingga centimeter per tahun. Penyebab terjadinya pergerakan lempeng tektonik adalah karena aktivitas yang terjadi di dalam Bumi yang disebut sebagai tenaga endogen. Zona subduksi lempeng Bumi adalah salah satu aktivitas di Bumi yang memberikan manfaat sekaligus ancaman bagi kehidupan manusia. Dampak yang ditimbulkan oleh pergerakan lempeng Bumi antara lain:

  1. Dampak Negatif Aktivitas pergerakan lempeng Bumi sangat wajar terjadi untuk menjaga keseimbangan Bumi. Walaupun lempeng Bumi bergerak dengan orde waktu geologi yang sangat lama, tetapi satu kali pergeseran lempeng dapat menyebabkan berbagai kerusakan di atasnya. Bergeraknya lempeng Bumi dapat mengakibatkan gempa bumi. Selain itu, pada zona subduksi lempeng Bumi akan menghasilkan deretan gunungapi. Bencana erupsi gunungapi merupakan salah satu bencana alam yang juga ditakuti oleh manusia.

  2. Dampak Positif Walaupun bencana akibat pergerakan lempeng sangat menakutkan. Tetapi aktivitas ini juga memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Salah satu contohnya adalah gunungapi, gunung yang menjulang tinggi selalu menjadi incaran para pendaki untuk mendapatkan kepuasan melihat pemandangan alam yang luar biasa. Potensi wisata gunungapi yang dikelola dengan baik akan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Selain itu banyaknya sumber daya alam yang dapat dieksplorasi misalnya tenaga panas bumi akibat panas dari gesekan antar dua buah lempeng, pembentukan mineral tambang yang berfungsi sebagai sumber energi yang berguna.

Menyikapi Zona Subduksi Lempeng di Indonesia

Konsekuensi dari lokasi Indonesia menyebabkan bencana yang datang silih berganti. Di Indonesia sendiri, sebagai tempat bertemunya tiga lempeng dunia serta beberapa lempeng mikro menyebabkan frekuensi kejadian gempa di berbagai daerah sangat tinggi. Sebagai masyarakat yang hidup di Indonesia, alangkah baiknya jika kita selalu waspada terhadap bencana yang akan terjadi. Pemerintah sebagai pihak yang bertanggungjawab atas keselamatan rakyat juga harus mendukung edukasi masyarakat dan pelatihan masyarakat tanggap bencana. Walaupun ada banyak bencana yang mengancam, tetapi potensi alam di Indonesia juga melimpah. Tanah yang subur hingga dapat ditanami hampir seluruh jenis tanaman, iklim tropis yang nyaman untuk ditinggali serta keragaman fauna yang tersebar di seluruh Indonesia.

Gambar 2. Ilustrasi Lempeng Tektonik Dunia (BMKG Wil. 3 Denpasar)

Sebagai manusia yang bijak dan hidup berdampingan dengan zona subduksi lempeng Bumi, pemanfaatan potensi alam yang dihasilkan akan memberikan kesejahteraan bagi rakyat asalkan dilakukan dengan baik dan mempertimbangkan kelestarian alam.

Referensi:

Anggraeni, A., 2018, Tektonik Indonesia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada.

BMKG, n.d.. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah III. [Online]. Tersedia di: http://balai3.denpasar.bmkg.go.id/tentang-gempa. [Diakses pada 16 April 2020].

Grover, J., 2014. ResearchGate. [Online] . [Diakses pada 16 April 2020].