Konten dari Pengguna

Memaknai Ketuhanan Yang Maha Esa

Rahmatullah Syabir

Rahmatullah Syabir

Mahasiswa Manajemen Dakwah UIN Alauddin Makassar

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rahmatullah Syabir tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ideapers.com
zoom-in-whitePerbesar
ideapers.com

Pancasila adalah sebuah ideologi dan sebagai dasar negara untuk merangkul seluruh elemen masyarakat di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pancasila juga merupakan sebuah ideologi yang berdiri sendiri untuk menjadi pedoman menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila lahir bukan sebagai tesis maupun antitesis dari ideologi yang lain, tapi bisa saja menjadi sintesis dari semua ideologi yang ada.

Maka dari itu isi dari Pancasila harus menjadi petunjuk bagi jalannya sebuah negara, menjadi solusi dari setiap permasalahan yang ada.

Dari lima sila yang ada, sila pertama merupakan sila yang merangkul keyakinan-keyakinan yang beragam, mengedapankan jalan moderasi beragama, menghargai perbedaan, dan sebagainya.

Sila Pertama mempunyai butir-butir pengamalan untuk dijadikan sebagai pijakan melangkah dalam kehidupan sehari-hari.

Butir-butir Sila "Ketuhanan yang Maha Esa" adalah sebagai berikut:

1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Dari tujuh butir-butir sila pertama dari Pancasila mengandung banyak makna baik yang tersurat maupun yang tersirat, yang apabila dijalankan sangat berpengaruh terhadap perdamaian diantara keyakinan-keyakinan, kelompok-kelompok dan segenap keberagaman yang ada.

Kita semua memiliki keyakinan, tapi belum tentu keyakinan kita itu sama. Jika tidak sama, lantas kita berhak memusuhi keyakinan yang lain? Jawabannya: Tidak. Karena Pancasila sudah mengatur itu semua, Pancasila sudah menjawab itu semua, dan Pancasila sudah menjadi dasar untuk tidak memusuhi keyakinan yang berbeda dengan kita.

Terus keuntungannya apa jika Pancasila bisa merangkul semua keyakinan yang ada? Tentunya bisa seminimal mungkin mencegah terjadinya konflik yang disebabkan karena perbedaan yang ada.

Untuk masalah-masalah yang muncul mengenai pengrusakan rumah ibadah, dilarangnya didirikan rumah ibadah dan diganggunya proses ibadah keyakinan yang beda adalah perbuatan oknum-oknum tak bertanggung jawab yang bisa saja tujuannya ingin memecah belah persatuan dan kesatuan yang telah kita rajuk bersama.

Maka dari itu, jadikanlah diri kita sebagai tameng garda tedepan melawan musuh-musuh yang akan menghancurkan bangsa kita, dan yang akan merusak Pancasila itu sendiri..

Wallahu a'lam.