Konten dari Pengguna

Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal di Era Digital

Siti Rahmawati Septiani

Siti Rahmawati Septiani

Mahasiswa universitas pamulang

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Siti Rahmawati Septiani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era saat ini adalah era digital, untuk menghadapi era digital ini perlu insan bermodal, kompeten, dan unggul, dalam hal ini Pendidikan merupakan upaya yang paling strategis. Pendidikan karakter di era digital memiliki berbagai tantangan dan peluang, bahwa era digital memberi peluang positif pada implementasi Pendidikan karakter. Tantangan kita adalah bagaimana mengajari siswa untuk navigasi etika di era digital. Para pembuat kebijakan Pendidikan perlu berperan aktif dalam pengembangan berkelanjutan pembelajaran karakter secara digital untuk memastikan penerapan pembelajaran digital yang efektif.

Dengan teknologi yang canggih pada saat ini memudahkan segala aktivitas manusia , pencarian informasi, penyampaian informasi. Teknologi secara umum adalah sebuah proses yang meningkatkan nilai tambah, teknologi merupakan produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja, struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembangkan dan digunakan. Teknologi tidak lepas dari dampak negatif, untuk itu sebagai pendidik harus mengawasi peserta didik dalam memanfaatkan teknologi. Keluarga sebagai orang terdekat peserta didik, juga berpartisipasi dalam mengawasi dan membimbing peserta didik dalam memanfaatkan teknologi. Keluarga juga berhak mengawasi si anak dalam bergaul dengan siapa di lingkungan sekitar.

SMK Nasional banjarsari UTS
zoom-in-whitePerbesar
SMK Nasional banjarsari UTS

Pendidikan karakter adalah suatu usaha manusia secara sadar untuk pendidik dan memberdayakan potensi peserta didik guna membangun karakter pribadinya sehingga dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya. Pendidikan karakter yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu pada peserta didik yang didalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta Tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut. Pendidikan karakter sangat erat hubungannya dengan Pendidikan moral dimana tujuannya adalah untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara terus menerus guna menyempurnakan diri kelarah hidup yang lebih baik. Proses globalisasi terus-menerus akan berdampak pada perubahan karakter masyarakat Indonesia. Kurangnya Pendidikan karakter akan menimbulkan krisis moral yang berakibat pada perilaku negatif di masyarakat misalnya, pergaulan bebas, penyalahgunaan obat-obat terlarang, pencurian, kekerasan terhadap anak, dan masih banyak lagi bentuk hal negatif lainnya.

SMA 1 Negeri Banjarsari

Sedangkan Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal merupakan Pendidikan nilai, Pendidikan budi pekerti, Pendidikan moral, dan Pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik buruk, memelihara apa yang baik menurut pandangan hidup, ilmu pengetahuan, strategi apa yang berlaku masyarakat setempat dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan penuh hati. Unsur lokal yang perlu diketahui, dan dilaksanakan meliputi kehidupan agama, ilmu pengetahuan, ekonomi, teknologi organisasi sosial, Bahasa dan komunikasi serta kesenian.