Konten dari Pengguna

Peranan Multimedia Interaktif pada Pengembangan Bahan Ajar

Siti Rahmawati Septiani

Siti Rahmawati Septiani

Mahasiswa universitas pamulang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Siti Rahmawati Septiani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masa depan keberlanjutan bangsa Indonesia berada pada pundak masing-masing pemudanya, bagaimana keberlanjutan bangsa dan negara Indonesia ini tergantung bagaimana kiprah para pemudanya dalam berperan dan berinovasi untuk bangsanya.

Sedangkan kita mengetahui pada era saat ini godaan dari berbagai macam kemajuan di era saat ini terus datang, maka untuk dapat tetap membuat para pemuda nyaman dalam belajar dan nyaman dalam dunia pendidikan, diperlukan alternatif agar hal itu dapat tercapainya.

Salah satu upaya inovasi terhadap dunia pendidikan adalah dengan mengembangkan bahan ajar yang ada, bahan ajar yang sifatnya konvensional perlu disesuaikan dengan kemajuan-kemajuan teknologi yang ada saat ini.

Bahan ajar adalah termasuk bagian dari pengembangan kurikulum dan pengembangan sistem pembelajaran. Pengembangan bahan ajar di sini yang dimaksud adalah dengan pengembangan pendekatan sistematik dalam merancang, mengevaluasi, memanfaatkan perhubungan antara fakta, konsep, prinsip atau teori yang terkandung pada mata pelajaran atau inti bahasan dengan berorientasi pada tujuan.

bahwa tujuan pengembangan bahan ajar yaitu memperjelas serta mempermudah penyajian pesan supaya pesan yang disampaikan tidak terlalu bersifat verbal, mengatasi keterbatasan waktu ruang serta daya indra baik untuk siswa maupun pengajar serta dapat diaplikasikan dengan tepat serta bervariasi.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, untuk keperluan bahan pengajaran agar dapat lebih maksimal, kita dapat diwujudkan dengan bantuan perangkat multimedia. Dengan menggunakan perangkat multimedia ini tentu akan mempermudah pemahaman dari para siswa selain itu juga mempersingkat waktu sehingga perangkat multimedia ini sangat efektif untuk pengembangan bahan ajar.

SMK Negeri 1 Bangkinang pembelajan menggunakan komputer

Multimedia umumnya diartikan sebagai gabungan dari data, suara, video, audio, animasi, grafik, teks dan suara. Gabungan dari masing-masing elemen yang telah disebutkan tadi dipaparkan melalui komputer. Implementasi multimedia ini dapat disaksikan antaranya di televisi, film layer lebar, handphone serta masih banyak lagi media lainnya.

Pembelajaran multimedia menggunakan dua materi utama, yakni kata dan gambar, Penggunaan kata materi disajikan dalam verbal form seperti naskah teks atau pun yang diucapkan secara lisan. Sedangkan penggunaan gambar, materi disajikan dalam bentuk tutorial form, seperti grafik, statistik, ilustrasi, foto, peta, animasi serta video.

Pengertian interaktif berdasarkan pada pemikiran bahwa media presentasi umumnya tidak dilengkapi dengan alat untuk mengontrol yang dilakukan oleh siswa. Presentasi dijalankan dengan urutan sebagai garis lurus. Dikarenakan kebutuhan serta cara belajar masing-masing siswa yang berbeda, adakala siswa ingin agar dapat mengontrol serta menentukan alur informasi yang ingin dipelajari. Kondisi yang demikian inilah yang membuat munculnya interaksi dua arah antara media dan siswa

SMK Negeri 1 Bangkinang pembelajaran menggunakan komputer

Terlebih lagi penggunaan bahan ajar multimedia interaktif yang dihubungkan dengan minat siswa, hal ini tentu akan lebih maksimal, harapannya mampu memberikan keleluasaan kepada siswa untuk memilih sendiri ketertarikan terhadap pembelajaran yang akan dijalankan oleh pelajar dan pengajar.

Tujuan digunakannya bahan ajar multimedia interaktif secara umum dapat dipahami sebagai upaya untuk menghadirkan materi yang akan diajarkan ke dalam format yang lebih efisien dan efektif untuk digunakan dan mengerti. Pengembangan bahan ajar dilakukan sebagai usaha untuk membuat siswa lebih mudah dalam mengikuti proses belajar mengajar sehingga penyerapan materi dapat dilakukan dengan sempurna.

Multimedia interaktif dalam penggunaan bahan ajar pada proses belajar mengajar dapat memompa keinginan dan minat yang baru, memacu motivasi serta keinginan untuk belajar dan bahkan menghadirkan pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.