Strategi Perencanaan SDM Hadapi Perubahan Kebutuhan Tenaga Kerja di Era Bisnis

Mahasiswa Universitas Pamulang
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Raihan Dermawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perusahaan tidak bisa hanya mencari karyawan ketika posisi tersebut sudah tidak terisi lagi. Perusahaan perlu mengetahui jenis pekerja yang dibutuhkan, jumlahnya berapa, serta kemampuan apa saja yang harus dimiliki. Proses tersebut juga dikenal sebagai perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan SDM.
Mengapa Perencanaan SDM Penting?
Perencanaan SDM adalah cara untuk mengetahui kebutuhan karyawan di perusahaan, seperti jumlah yang dibutuhkan dan kemampuan apa saja yang diperlukan, agar sesuai dengan tujuan perusahaan. Perencanaan ini membantu perusahaan menghindari masalah ketika jumlah karyawan terlalu sedikit atau terlalu banyak.
Kurangnya tenaga kerja dapat membuat pekerjaan karyawan menjadi lebih berat dan menyebabkan pekerjaan tidak berjalan dengan baik. Bahkan, jumlah karyawan yang terlalu banyak justru bisa membuat biaya operasional semakin tinggi, tetapi tidak diimbangi dengan peningkatan hasil kerja yang memadai. Sebab itu, perusahaan perlu menyusun rencana yang bisa menyesuaikan jumlah dan kemampuan pegawai dengan kebutuhan bisnisnya.
Perencanaan SDM tidak hanya tentang mencari orang yang bisa bekerja. Perusahaan perlu memperhatikan karyawan yang sudah bekerja, memahami kemampuan mereka, memberikan pelatihan jika diperlukan, serta mempersiapkan mereka untuk posisi yang lebih tinggi. Dengan cara itu, kebutuhan akan pekerja bisa diatasi dengan mencari dari dalam perusahaan atau dari luar perusahaan.
Perubahan Kebutuhan Tenaga Kerja Semakin Cepat
Salah satu masalah utama yang dihadapi perusahaan saat ini adalah perubahan kebutuhan akan pekerja yang terjadi dengan cepat. Pekerjaan yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual kini mulai membutuhkan keterampilan baru, sementara beberapa pekerjaan mengalami perubahan tugas karena adanya penggunaan teknologi dan sistem kerja yang lebih fleksibel. Perubahan tersebut membuat perusahaan harus lebih usaha memahami apa yang dibutuhkan karyawan. Misalnya, perusahaan yang dulu hanya membutuhkan pegawai yang bisa bekerja di bidang administrasi, sekarang mungkin mencari karyawan yang bisa mengelola data, menggunakan berbagai alat digital, berkomunikasi dengan lancar, serta mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak cukup hanya melihat berapa banyak karyawan saja. Kualitas dan sesuai tidaknya kemampuan juga harus dipertimbangkan dalam merencanakan tenaga kerja.
Strategi Perencanaan SDM yang Dapat Diterapkan
Perusahaan bisa menerapkan beberapa cara untuk menghadapi perubahan kebutuhan tenaga kerja. Pertama, melakukan analisis kebutuhan tenaga kerja. Perusahaan perlu mengetahui jumlah karyawan yang dibutuhkan serta kemampuan apa saja yang diperlukan agar bisa mencapai tujuan bisnisnya. Analisis dapat dilakukan dengan memperhatikan rencana pengembangan, perubahan jumlah pekerjaan, tingkat produksi, serta kondisi tenaga kerja yang sudah ada.
Kedua, melakukan pemetaan kompetensi karyawan. Perusahaan perlu mengetahui kemampuan yang dimiliki setiap karyawan lalu membandingkannya dengan kemampuan yang dibutuhkan. Dari hasil pemetaan itu, perusahaan bisa tau apakah kebutuhan tenaga kerja bisa terpenuhi dengan melatih karyawan yang sudah ada atau harus mencari tenaga kerja baru.
Ketiga, meningkatkan pelatihan dan pengembangan. Jika ada perbedaan antara kemampuan yang dimiliki karyawan dan kebutuhan perusahaan, pelatihan bisa jadi salah satu solusi untuk mengatasinya. Pelatihan ini tidak hanya membantu meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membantu memperbaiki kemampuan berbicara dan mendengar, menjadi seorang pemimpin yang baik, bekerja sama dengan tim, mengatasi masalah, serta mampu beradaptasi dengan perubahan situasi.
Keempat, mempersiapkan perencanaan suksesi. Perusahaan wajib mempersiapkan karyawan yang memiliki kemampuan dan potensi untuk memimpin posisi penting di masa depan. Dengan adanya perencanaan suksesi, perusahaan tidak perlu terlalu bergantung pada perekrutan dari luar ketika terjadi perubahan dalam posisi tertentu.
Kelima, melakukan evaluasi secara berkala. Perencanaan SDM harus dibuat dengan teliti dan tidak boleh sekali dibuat lalu ditinggalkan begitu saja. Kondisi bisnis bisa berfluktuasi, sehingga perusahaan perlu meninjau kembali kebutuhan akan pekerja sesuai dengan perkembangan perusahaan dan kondisi pasar saat ini.
Bukan Sekadar Merekrut Karyawan
Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam menyusun rencana sumber daya manusia adalah mengira bahwa ketidakcukupan karyawan selalu bisa diselesaikan dengan sekadar menciptakan posisi baru. Padahal, perusahaan sebenarnya bisa memanfaatkan karyawan yang sudah ada dengan lebih baik. Misalnya, ketika perusahaan sedang mencari kursi kosong, pihak manajemen bisa terlebih dahulu mengecek apakah ada karyawan yang mungkin bisa mengisi kursi tersebut. Jika karyawan belum memiliki kemampuan yang cukup, perusahaan bisa memberikan pelatihan atau program pengembangan terlebih dahulu.
Cara itu bermanfaat karena perusahaan sudah mengenal sifat dan hasil kerja karyawan. Di sisi lain, karyawan juga dapat menjelajahi peluang karier mereka. Oleh karena itu, perencanaan pengelolaan SDM bisa dilakukan bersamaan dengan proses pengembangan karyawan.
Peran Data dalam Perencanaan SDM
Perencanaan SDM kini semakin memerlukan data yang tepat dan benar. Informasi tentang jumlah karyawan, tingkat pengunduran diri, kehadiran, hasil kerja, kemampuan, serta kebutuhan di setiap departemen bisa membantu perusahaan membuat keputusan yang lebih tepat.
Dengan menggunakan data, perusahaan bisa melihat pola-pola kebutuhan tenaga kerja serta memperkirakan kebutuhan yang akan datang. Misalnya, jika suatu bagian memiliki tingkat pergantian pegawai yang tinggi, perusahaan harus mencari tahu alasannya sebelum hanya melakukan perekrutan lagi dan lagi.
Menggunakan data juga membantu perusahaan mengambil keputusan yang lebih tepat daripada hanya mengandalkan dugaan saja. Perencanaan SDM menjadi lebih jelas karena keputusan terkait merekrut, melatih, mengangkat, atau mengembangkan karyawan didasarkan pada kondisi yang bisa dianalisis.
Tantangan yang Harus Diperhatikan
Meskipun penting, menerapkan perencanaan SDM tidak mudah dan masih ada berbagai tantangan yang dihadapi. Perusahaan bisa kesulitan kalau kebutuhan bisnis berubah cepat, tapi organisasi belum siap menyediakan tenaga kerja yang dibutuhkan.
Selain itu, perusahaan juga perlu mempertimbangkan biaya. Perekrutan, pelatihan, pengembangan, dan pemberian kompensasi membutuhkan biaya. Oleh karena itu, perencanaan tenaga kerja harus sesuai dengan kemampuan perusahaan agar kebutuhan karyawan tetap terpenuhi tanpa mengurangi efisiensi operasional.
Tantangan lainnya adalah perubahan ekspektasi karyawan. Karyawan sekarang ini tidak hanya melihat gaji saat memilih atau mempertahankan pekerjaan. Peluang untuk berkembang, suasana kerja, kebebasan dalam menyesuaikan jadwal, serta keseimbangan antara hidup dan pekerjaan juga bisa menjadi hal yang dipertimbangkan. Hal itu harus diperhatikan oleh perusahaan ketika merancang strategi pengelolaan SDM.
