Konten dari Pengguna

Bahasa Medan yang Perlu Kamu Ketahui

Raihan Fachrudiansyah

Raihan Fachrudiansyah

Mahasiswa Institut Teknologi Telkom Purwokerto

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Raihan Fachrudiansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber : Foto Pribadi (Raihan Fachrudiansyah)/Istana Maimun
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Foto Pribadi (Raihan Fachrudiansyah)/Istana Maimun

Siapa yang nggak tau kota Medan?

Kota Medan menjadi kota dengan ikon wisata kuliner yang menggiurkan dan akan menggoyang lidah para turis dengan berbagai kuliner khasnya.

Medan juga merupakan salah satu kota yang paling diminati bagi para pelancong mancanegara maupun domestik. Tak kalah keindahan dengan kota – kota lainnya seperti Jakarta, Bali, Bandung, dll.

Sebut saja seperti Istana Maimun, yang terletak di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Aur, kecamatan Medan Maimun, Medan.

Eitss.. tunggu dulu, kita bukan mau bahas keindahan kota ya. Tapi, kita mau bahas bahasa dan logat orang di medan yang sering digunakan sehari-hari sekaligus jarang diketahui orang banyak nih.

Jadi, agar kalian lebih paham dan mengerti bahasa dan logat medan yang sering digunakan sehari-hari oleh orang Medan.

Karena aku sendiri orang Medan, ini aku mau sedikit berbagi kata-kata yang sering diucapkan dalam percakapan orang Medan ke kalian.

Aci = Boleh. Contoh: "Engga aci la kayak gitu main kau woi. “Gak bolehlah kayak gitu main kau woi."

Angek = Iri, tidak suka, atau cemburu. Contoh: "Angek kali pun kau jadi orang, ini kan barangku!!"

Awak = Saya atau Aku

Berondok = Bersembunyi, ngumpet

BK = Sebutan plat nomor di kota Medan. Contoh: "Berapa BK kereta mu, ingat nggak?"

Belacan = Terasi

Berantam = Berkelahi

Bereng = Melirik sinis. Contoh: "Mata lah bang, bereng kali!!"

Celit = Pelit. Contoh: "Pinjam dulu duitmu 50 ribu, nanti ku ganti jangan celit kali jadi orang, Dek."

Cemana = Macam mana? Bagaimana? Contoh: "Cemana tugasmu tadi? Aman, kan?"

Cerewet = Bawel. Contoh: "Cerewet kali mulutmu, Kak."

Congok = Rakus

Ecek-ecek = Pura-pura

Sumber Foto : Pixabay.com

Galon = Pom bensin

Getek = Genit. Contoh: "Getek kali lah kau jadi orang."

Gondok = Kesal. Contoh: "Gondok kali aku liat kau!!"

Gosokan = Setrika

Guli = Kelereng

Hekter = Stapler

Ikan laga = Ikan cupang

Kau = Kamu, orang Sumatera utara lebih dominan menggunakan kau daripada kamu

Kekeh = Ketawa

Kelen = Kalian

Kendor = Longgar. Contoh: "Kaos kaki ku kendor, harus beli baru."

Kereta = Sepeda Motor

Kombur = Gosip, ngobrol. Contoh: "Bekombur saja lah kerja kalian."

Koyak = Robek

Lantam = Omongan yang terlalu kasar

Lasak = Tidak bisa tenang, banyak bergerak. Contoh: "Jangan lasak, Dek, nanti jatuh kacanya."

Lembek = Lemah. Contoh: "Lembek kali mental mu itu."

Ligat = Lincah atau lihai dalam mengerjakan sesuatu. Contoh: "Ligat potong kayu itu!"

Limpul = Sebutan yang dipakai untuk menyebut uang Rp 50 ribu rupiah

Lobok = Kebesaran atau kelonggaran. Contoh: "Mak, udah lobok sepatu ku ini."

Melalak = Jalan-jalan. Contoh: "Cuci piring dulu, baru kau boleh melalak."

Mengkek = Manja

Mentel = Bergaya. Contoh: "Mentel kali pun kau lama-lama kulihat."

Mentiko = Belagu, si pencari masalah

Merajuk = Ngambek

Nokoh = Menipu, Contoh: "Jangan kau percaya sama dia dek, tukang nokoh itu."

Orang itu = Mereka. Contoh: "Udah deh kak, capek aku liat orang itu"

Pajak = Pasar

Paten = Hebat, mantap atau bagus. Contoh: "Paten kali bah kereta kau ini, beli dimana bang?"

Payah = Sulit atau susah

Pekak = Tuli, budeg (pekak kali pun kau, orang udah teriak-teriak)

Ponten = Nilai. Contoh: "Berapa ponten ujian mu tadi nak?"

Recok = Berisik

Rol = Penggaris

Rupanya = Ternyata. Contoh: "Eh, disini rupanya kau ya."

Semalam = Kemarin. Di Sumatera utara lebih dominan menggunakan kata semalam dibandingkan dengan kemarin. Tetapi memiliki arti yang sama.

Sor = Tertarik, suka, atau terlalu bersemangat. Contoh: "Kak, sor kali aku liat abang itu pakai jaket."

Sudako = Angkot yang paling tua di kota Medan.

Telekung = Mukenah

Tokok = Jitak kepala

Tukem = Takziah, melayat

Tumbuk = Memukul. Contoh: "Jangan sok hebat bang, ku tumbuk nanti kau ya."

Uwak = Sebutan untuk orang yang sudah tua atau paman

Nah, jadi kalian semua udah pada tau kan ya kalau bahasa Medan itu bukan aneh, namun hanya berbeda sedikit tapi masih memiliki arti yang sama kok.

Sampai sini dulu cerita kita ya, sampai jumpa di cerita berikutnya teman-teman.