Bioadsorben sebagai Anti-Toksisitas pada Pembuangan Air Limbah

Saya merupakan mahasiswa aktif jurusan kimia UIN Sunan Gunung Djati Bandung
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Raihan Fathirriza tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Peningkatan pencemaran air limbah domestik dan industri telah mendorong pencarian solusi yang ramah lingkungan. Bioadsorben berbasis bahan alami telah muncul sebagai alternatif efektif untuk menurunkan toksisitas air limbah, khususnya terhadap logam berat dan zat berbahaya lainnya.

Beberapa bioadsorben alami yang telah diteliti dan digunakan dalam pengolahan air limbah meliputi:
Arang (karbon aktif) yang dibuat dari limbah pertanian seperti sekam padi, tempurung kelapa, dan tongkol jagung mampu menyerap logam berat seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), dan merkuri (Hg) dari air dan tanah.Mekanismenya yaitu terjadi proses Adsorpsi permukaan dan pertukaran ion pada arang tersebut sehingga dapat mengurangi kandungan logam berbahaya pada limbah yang dibuang ke sumber perairan masyarakat.
Kulit Pisang yang Mengandung lignin dan selulosa yang efektif menyerap logam berat.mekanisnya yaitu Kulit pisang yang dijadikan sebagai bioadsorben akan menyerap logam berat melalui gugus fungsional seperti COOH dan OH yang terdapat pada lignin dan selulosa pada kulit pisang.
Keunggulan bioadsorben?
Bioadsorben ini juga memiliki keunggulan diantaranya yaitu Biodegradabel dan minim dampak terhadap lingkungan, Biayanya lebih rendah dan tersedia secara lokal, Tidak menghasilkan produk samping yang berbahaya
Mengapa ini penting?
Bioadsorben dari kulit pisang dan sekam padi penting bagi masyarakat karena menawarkan solusi murah dan mudah dijangkau untuk mengatasi pencemaran air limbah. Kedua bahan ini dapat dimanfaatkan langsung dari limbah rumah tangga dan pertanian, sehingga membantu masyarakat mengurangi polusi tanpa perlu teknologi mahal. Selain menjaga kesehatan lingkungan dan air bersih, penggunaannya juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan bernilai guna.
Bioadsorben alami merupakan solusi potensial untuk pengolahan air limbah yang aman, efektif, dan berkelanjutan. Pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan baku bioadsorben juga mendukung ekonomi sirkular dan pengurangan limbah padat.
Referensi :
Gao, Y. et al. (2015). Adsorption of Pb(II) onto rice husk-derived activated carbon. Journal of Hazardous Materials, 283, 382-390.
Annadurai, G. et al. (2002). Adsorption of heavy metals using banana peel powder. Bioresource Technology, 85(2), 105-107
