Menapaki Hospitality dan Industri Perhotelan

Mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia angkatan 2023
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Raihanah Khairunnisa Putri Maulana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hospitality atau keramahan merupakan sebuah konsep yang sudah tertanam dalam dunia atau bidang jasa pelayanan pelanggan yang mencakup pelayanan yang ramah, profesional, dan berorientasi pada kepuasan tamu. Menurut Jones (1996, hal.1), kata ‘hospitality’ menyampaikan gambaran terhadap tradisi pelayanan yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu saat masa-masa awal pendirian penginapan.
Perlu diketahui bahwa terdapat perbedaan konsep yang besar antara hospitality (keramahan) dan commercial hospitality industry (industri keramahan komersil atau perhotelan). Menurut Telfer (1996), dasar dari keramahan merujuk pada berbagi makanan, minuman, dan akomodasi kepada orang-orang yang bukan bagian dari sebuah keluarga. Sedangkan industri keramahan yang dikomersilkan menurut Lashley (2000), merujuk pada makanan, minuman, dan akomodasi yang disediakan untuk keuntungan dan pertukaran uang. Hospitality sendiri kemudian menjadi fondasi yang sangat penting dalam industri perhotelan untuk mendukung perkembangan yang pesat. Dalam industri perhotelan, hospitality bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang ramah, nyaman, dan mengesankan bagi para tamu.
Industri Hotel
Hotel merupakan sebuah perusahaan yang menyediakan penginapan dengan sistem pembayaran jangka pendek. Fasilitas yang disediakan berupa jenis tempat tidur dan tempat penyimpanan pakaian, hingga fasilitas mewah yang biasanya disediakan oleh hotel yang lebih besar sebagai fasilitas tambahan bagi tamu, seperti kolam renang, pusat bisnis, tempat penitipan anak, tempat konferensi, dan tempat layanan kegiatan umum. Industri perhotelan sendiri dimulai pada abad ke-19 yang berkembang karena adanya pertumbuhan besar pada kota-kota juga kemudahan perjalanan laut dan kereta api.
Industri hotel merupakan industri matang yang ditandai dengan adanya persaingan ketat. Pada umumnya, klasifikasi industri hotel adalah sebagai berikut:
Komersial: hotel yang utamanya untuk melayani klien bisnis dan biasanya menyediakan layanan-layanan umum bagi para tamu.
Bandara: menyediakan akomodasi yang berlokasi dekat dengan bandara dan menyediakan pelayanan, mulai dari layanan hotel dasar sampai antar jemput bandara.
Pusat konferensi: dirancang secara khusus menyediakan ruang pertemuan bagi sekelompok orang (meeting space) dan juga menyediakan pelayanan serta peralatan yang dibutuhkan untuk mengadakan konvensi.
Ekonomi: menyediakan pelayanan terbatas dengan harga yang rendah hanya untuk kebutuhan dasar para wisatawan.
Suite atau All-Suite: menawarkan tata ruang dan desain yang luas; biasanya disukai oleh pebisnis karena menyediakan tempat untuk bekerja dan hiburan yang terpisah dari kamar tidur.
Residensial: sangat populer dan menawarkan akomodasi dalam jangka waktu yang panjang.
Kasino: cukup mewah dan bertujuan utama untuk mendukung adanya kegiatan perjudian.
Resor: hotel yang mungkin menawarkan segala bentuk hiburan untuk menjaga tamunya agar tetap bahagia dan sibuk; biasanya menjadi tujuan yang direncanakan oleh wisatawan dan terletak jauh dari pusat kota.
Dari fondasi hospitality yang kuat hingga inovasi terkini dalam akomodasi, perjalanan industri hotel terus berlanjut. Perjalanan ini dimulai dengan pemahaman terhadap kebutuhan tamu yang kemudian menjadi landasan bagi perkembangan industri perhotelan secara global.
Perkembangan di Dunia
Industri perhotelan saat ini telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir dan menjadi salah satu sektor penyumbang ekonomi terbesar dalam bidang pariwisata bagi dunia. Perkembangan pesat ini didukung dari adanya pertumbuhan pesat dalam pariwisata, kebutuhan pelanggan terhadap akomodasi yang berkualitas, dan kemajuan teknologi saat ini.
Pengaruh tren saat ini juga mengambil peran dalam perkembangan industri perhotelan global, di antaranya:
Perkembangan teknologi saat ini menciptakan adanya kehidupan pelanggan yang ingin semua cepat dan instan dengan sistem online, hal ini mendorong adanya inovasi dalam penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang membuat adanya perubahan dalam pengelolaan hotel dan interaksi mereka dengan tamu.
Hotel-hotel mulai mengadopsi praktik ramah lingkungan, seperti dalam penggunaan energi, pengurangan dan daur ulang limbah plastik untuk meningkatkan kesadaran dan mengurangi dampak buruk pada lingkungan.
Pengalaman yang diterima oleh tamu yang menginap juga dapat menjadi penilaian terhadap industri hotel dan menjadi pendorong agar industri hotel tetap dapat memberikan pengalaman yang unik dan personal.
Jenis-Jenis
Smart: berkaitan dengan pengaturan cerdas (smart organization), yaitu memiliki sistem perhotelan dengan konsep hospitality yang terintegrasi dengan teknologi. Dengan kata lain, sistem yang berdasarkan teknologi informasi baru yang didorong tanpa atau dengan sedikit bantuan dari manusia.
Campervan: mobil van yang difungsikan sebagai salah satu jenis akomodasi yang dilengkapi sebagai rumah perjalanan mandiri. Campervan cenderung lebih kecil dari motorhomes dan umumnya tidak memiliki pembatas antara kabin pengemudi dan living areas.
Boutique: hotel mewah berkapasitas hanya 50 sampai 150 kamar yang memiliki salah satu ciri khasnya, yaitu desain interior yang menggambarkan budaya sekitar dari lokasi hotel tersebut sebagai fasilitas untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Capsule: pertama kali buka di Osaka, Jepang pada tahun 1979 sebagai spin-off dari tempat penginapan untuk para pekerja Jepang pada 1970-an. Tidak seperti hotel konvensional pada umumnya, capsule hotel lebih cenderung seperti hostel dengan satu ruangan kecil untuk satu orang berisikan single bed, penerangan, beberapa memiliki televisi dan meja, kamar mandi campur dengan tamu lain, serta hanya memiliki kain sebagai penutup atau dengan teknologi saat ini dapat menggunakan smart-lock.
Perkembangan di Indonesia
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan budaya, serta sumber daya alam dan manusia. Indonesia pula dikenal dengan keramahan masyarakatnya yang dapat menjadi salah satu ciri dalam hospitality di industri perhotelan. Pertumbuhan industri perhotelan di Indonesia pula menunjukkan adanya pertumbuhan pesat pariwisata di negeri ini. Industri perhotelan di Indonesia dapat terus ditonjolkan dan dikembangkan dengan adanya dorongan dari beberapa aspek, yaitu diversitas budaya, pengembangan destinasi baru, serta perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Bisnis Akomodasi dan Restoran
Selain diajarkan mengenai hospitality dalam dunia akomodasi dan restoran, dalam mata kuliah Bisnis Akomodasi dan Restoran, Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia, kami juga dapat memahami dasar-dasar serta jenis-jenis akomodasi yang ada dan yang dapat dikembangkan dalam industri perhotelan, terutama di Indonesia. Kami dapat mengetahui bagaimana bisnis dalam akomodasi dan restoran berjalan serta caranya dalam bertahan. Sebagai mahasiswa, kami juga diharuskan dapat beropini dan memiliki pandangan sendiri terhadap industri perhotelan saat ini. Harapannya, kami dapat berkontribusi dalam peningkatan sistem hospitality dan industri perhotelan terutama di Indonesia sehingga dapat mendorong kemajuan pariwisata dan ekonomi negara.
Sumber
Jones, P. (1996), Introduction to hospitality operations: an indispensable guide to the industry, Continuum, New York.
Lashley, C. (2000), ‘Towards a theoretical understanding’, Lashley, C., Morrison, A., In search of hospitality: Theoretical perspectives and debates, Butterworth-Heinemann, Oxford.
Telfer, E. (1996), Food for thought: Philosophy and food, Routledge, London.
https://www.bedgeburycamping.co.uk/
