Wisata Alam Desa Tamansari jadi Tempat Wisata Menarik di Banyumas

Mahasiswa Universitas Amikom Purwokerto Jurusan Ilmu Komunikasi S1
Tulisan dari Raikhan Maulana Daniswara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Purwokerto- Tempat wisata alam Desan Tamansari menjadi salah satu tempat wisata yang menarik di Banyumas. Tempat wisata ini berada di Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang dikelola oleh kelompok sadar wisata (POKDARWIS). Di Sana terdapat sebuah tempat bernama pendopo Adipati Pandadahan yang biasa digunakan masyarakat untuk acara kegiatan organisasi, perkumpulan masyarakat setempat dan lainya.

Wisata Alam Desa Tamansari ini menjadi sejarah yang tidak biasa karna menjadi saksi berdirinya Banyumas. Selain itu Desa ini juga melahirkan sebuah cerita tentang kisah pertemuan antara Raden Kamandaka dan Dewi Cipatarasa yang merupakan putri bungsu dari seorang Adipati Pandadahan.
Desa ini juga menjadi salah satu tempat hidup Raden Kamandaka, pendiri Kerajaan Pasir Luhur dengan adanya Petilasan Carangandul dan Putri Bungsu Ciptarasa yang sangat Terkenal. Petilasan Carangandul menjadi tempat yang sakral dan dipercaya warga menjadi tempat berdoa dan meminta dengan keyakinan kepada Allah bahwa setelah berdoa maka keinginan mereka akan dikabulkan.
Petilasan Carangandul Dan Putri Bungsu Ciptarasa
Petilasan Carangandsendiri memiliki dua versi cerita yang beredar di masyarakat yaitu:
Versi pertama, memandang bahwa batu ini merupakan penjelman atau simbol dari Lutung Kasarung, karna jika batu ini diamati secara detail maka akan nampak seperti seekor monyet yang sedang menelungkup dengan posisi kepala menghadap depan, pada bagian tengah terdapat lubang dan dan paling belakang tampak ekor yang sedang menggulung.
Versi kedua,menyatakan bahwa patung tersebut adalah kepala Carangandul atau kepala babi. Tokoh Pati Carangandul dikenal masyarakat sebagai manusia yang sangat sakti yang memiliki sebuah ilmu kebal atau biasa disebut ilmu rawa rontek yang tidak bisa dibunuh. Untuk membunuhnya bagian kepala dan badan harus terpisah. Saat ini kepalanya ditempatkan di Desa Tamansari sedangkan badanya ditanam di dalam Pasir Batang.
Berbagai cerita yang menjadi sejarah asal usul Banyumas berkembang dan dilestarikan di Desa Tamansari. Selain menyajikan wisata sejarah Desa Tamansari juga memiliki kekayaan alam yang melimpah. Hamparan sawah yang luas dengan pepohonan menjadikan desa ini sejuk dan asri yang membuat nostalgia saat dikampung, dan juga terdapat sungai Legawa yang mengalir di sepanjang persawahan yang menjadi sumber mata air warga setempat. Sungai ini juga sering kali menjadi tempat bermain air dan berenang anak anak di desa tersebut.
Jadi, Wisata Alam Desa Tamansari ini wajib dikunjungi dan menjadi referensi tempat melepas penat apalagi untuk pengunjung yang suka berwisata sambil belajar sejarah.
