KKN Unsika 2021 Mengajarkan Masyarakat untuk Mencintai Hutan Mangrove

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Singaperbangsa Karawang
Tulisan dari Raisa Ismaini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Karawang, 16/10/2021 – Kelompok 153 KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Singaperbangsa Karawang yang berjudul Model Pengelolaan Hutan Mangrove sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Pantai telah sukses dilaksanakan. Dengan adanya kegiatan KKN ini, mahasiswa dapat mengenal masalah-masalah yang terjadi dilingkungan pesisir Pantai Tangkolak, Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang.
Program kerja yang dilakukan oleh kelompok 153 KKN Universitas Singaperbangsa Karawang disesuaikan dengan masalah-masalah yang terjadi di Kawasan Hutan Mangrove Pantai Tangkolak. Oleh karena itu, program kerja dari kelompok 153 KKN Universitas Singaperbangsa Karawang adalah penanaman bibit mangrove, membuat olahan khas Pantai Tangkolak, sosialisasi mengenai mangrove terhadap warga pesisir Pantai Tangkolak, serta gerakan bersih Pantai Tangkolak. Kegiatan ini dilakukan dengan sangat baik oleh kelompok 153 KKN Universitas Singaperbangsa Karawang.
Penanaman bibit mangrove di Pantai Tangkolak oleh kelompok KKN 153 Universitas Singaperbangsa Karawang yang melibatkan beberapa relawan bertujuan untuk menjaga ekosistem laut serta meningkatkan motivasi dan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga hutan mangrove. Selain menanam mangrove, kelompok 153 KKN Universitas Singaperbangsa Karawang juga mengajarkan kepada masyarakat untuk membuat olahan hasil laut dan mangrove sebagai upaya agar meningkatkan perekonomian terhadap masyarakat. Olahan yang dibuat oleh kelompok KKN 153 ini adalah nugget ikan talang-talang, ikan suwir barracuda, bakso ikan barracuda, dan juga kopi mangrove.
Kopi mangrove merupakan kopi yang dibuat dari buah Rhizophora yang memiliki banyak khasiat, diantaranya adalah dapat menjadi obat diare, menjaga imunitas tubuh, serta dapat menambah vitalitas bagi pria. Buah mangrove yang kaya akan manfaat ini tentu saja merupakan potensi yang baik kepada masyarakat pesisir untuk membuat produk sendiri yang berguna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pesisir pantai Tangkolak.
Pembuatan olahan KKN 153 Universitas Singaperbangsa Karawang ini diharapkan dapat berguna bagi masyarakat yang ingin membuka usaha dari hasil laut dan juga buah mangrove yang dapat dibuat sebagai kopi dan memiliki banyak khasiat. Warga sangat antusias dengan adanya sosialisasi ini karena banyak warga yang baru mengetahui proses pembuatan kopi dari buah mangrove. Dengan adanya sosialisasi ini, dapat membuka wawasan kepada masyarakat mengenai manfaat yang dihasilkan melalui hasil tangkapan nelayan dan juga buah mangrove.
Lalu, dengan permasalahan sampah yang menumpuk di pesisir pantai akibat banjir yang terjadi, kelompok KKN 153 ini membuat gerakan bersih pantai Tangkolak untuk mengurangi sampah-sampah yang ada di sekitaran hutan mangrove dan juga memberikan tong sampah sebagai salah satu fasilitas untuk para pengunjung. Acara ini juga dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat pesisir pantai serta pengunjung akan pentingnya kebersihan hutan mangrove sebagai bagian dari ekosistem laut.
Kelompok KKN 153 Universitas Singaperbangsa juga membuat plang arah jalan agar pengunjung dapat mengetahui jalan untuk menuju ke hutan mangrove Tangkolak. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat papan peringatan yang dibuat secara unik untuk memberikan kesadaran kepada pengunjung dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga hutan mangrove dan kebersihan pesisir pantai.
Dengan adanya kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok KKN 153 ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk lebih sadar terhadap kebersihan yang tentunya dapat berdampak baik terhadap masyarakat pesisir untuk mencegah adanya abrasi yang akan merusak pemukiman warga pesisir. Serta dengan sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa kelompok KKN 153 ini, dapat memberikan manfaat terhadap masyarakat yang ingin membuka UMKM untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat pesisir pantai Tangkolak
