Cover kumplus fiksi Raisa Kamila 12
8 Mei 2021 15:57

Perkara Keramat (12)

Tempat yang dimaksud Andi adalah rumah karaoke, yang ternyata berada di lantai atas deretan ruko-ruko tanpa penghuni. Di dalamnya ada koridor panjang dengan gambar-gambar penyanyi mancanegara, dicetak berukuran besar dan dipajang tanpa pigura. Husein mengenali beberapa: Britney Spears, Madonna, Jennifer Lopez, Shania Twain, dan Beyonce, dengan pose meliuk-liuk, badan yang licin, dan pakaian yang nyaris lepas. Suara-suara sumbang, berpadu dengan dentuman musik, berkumandang dari tiap bilik gelap bercahaya warna warni. Husein mendengar suara yang melantunkan lagu Greenday, "American Idiot" bercampur dengan lagu Kande, "Aneuk Yatim." Ini lebih mirip Aceh masa depan, pikir Husein, bukan Medan.
Andi mendorong pintu satu bilik yang berada di dekat kamar mandi. Bilik itu ternyata cukup luas. Ada sekitar enam orang di dalam, empat laki-laki dan dua perempuan, dengan kain selendang yang disampirkan di pundak. Saat Husein masuk, lagu Didi Kempot, "Stasiun Balapan" sedang dinyanyikan oleh seorang laki-laki berbadan gempal, yang juga memakai kaus polo ketat, bersama seorang perempuan berambut lurus panjang yang terbata-bata mengikuti lirik berbahasa Jawa. Setiap kali perempuan itu salah ucap lirik, si lelaki gempal akan terkekeh kecil di mikrofon. Pemandangan itu membuat Husein geli.
“Rileks, lah. Rileks. Ayo, minum dulu,” kata Andi sambil menyodorkan sekaleng minuman dingin kepada Husein. Husein meraih kaleng itu, membuka penutupnya, menenggak sedikit, lalu menyesap pelan-pelan.

Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu