Overthinking: Ciri-ciri, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Mahasiswa Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Nasywa Raisha S tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hayo, siapa yang sering kesulitan tidur di malam hari karena overthinking dan takut dengan pikiran sendiri mengenai masa depan atau, mungkin menjadi lebih sering melamun dan abai dengan realita karena terlalu fokus terhadap pikiran yang menghantui?
Sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami hal tersebut. Pernahkah kalian bertanya-tanya, apa sih yang dipikirkan? Mengapa pikiran-pikiran yang sering muncul di malam hari atau pikiran abstrak yang entah dari mana itu malah menimbulkan takut serta kecemasan?
Overthinking: Pikiran Berlebih yang Perlu Dihilangkan
Memang betul kata orang bahwa semua hal yang berlebihan itu tidak baik. Berpikir mengenai hal-hal positif yang dapat mengembangkan potensi diri kita atau membuat diri kita lebih kreatif itu sangat dianjurkan.
Namun, bagaimana jika kita mempunyai pikiran berlebihan mengenai hal-hal sepele yang akhirnya malah membuat kita menjadi takut untuk menghadapi hari esok. Apakah hal tersebut masih diwajarkan?
Tentu saja pikiran berlebihan itu harus dihilangkan. Menurut Thomas Oppong (2019), overthinking merupakan keadaan ketika seseorang berpikir secara berlebihan. Berlebihan yang dimaksud dapat terjadi dalam berbagai bentuk, contohnya mengenai pertimbangan tanpa henti ketika membuat keputusan, kemudian mempertanyakan keputusan tersebut.
Orang yang sering overthinking terlalu banyak berikir mengenai banyak hal tanpa adanya pemecahan masalah dari pikiran tersebut dan jika dibiarkan atau dibiasakan seperti itu saja dapat memunculkan kecemasan dan ketakutan yang membuat seseorang pesimis atau ragu untuk bergerak maju.
Apakah Kalian Termasuk Orang yang Overthinker?
Srikandi Ayu Hadi dalam jurnalnya How I Deal with Overthinking menuliskan bahwa terdapat beberapa ciri-ciri orang yang mengalami overthinking, di antaranya:
1. Sulit Tidur
Seseorang yang sering overthinking biasanya menjadi susah tidur karena pikirannya tidak dapat berhenti untuk memikirkan tindakan-tindakan sepele yang di besar-besarkan tanpa mencari solusi dari pemikiran yang dihasilkan.
2. Mudah merasa lelah
Overthinking dapat menyebabkan seseorang merasa cemas dan gelisah, perasaan ini dapat menyerap energi positif dalam tubuh sehingga tubuh menjadi mudah lelah dan lesu.
3. Merasa pesimis dan tidak percaya pada evaluasi diri
Orang yang sering overthinking biasanya mempunyai kepercayaan diri yang rendah. Mereka membutuhkan validasi orang lain terhadap dirinya untuk membantu menentukan pilihannya karena ragu dan cemas jika pilihan yang diambilnya sendiri tidak sesuai dengan standar dan pemikiran orang lain.
4. Takut akan masa depan
Overthinking tentunya tidak dapat dijauhkan dengan pikiran mengenai masa depan. Orang yang overthinking biasanya dihantui mengenai bayang-bayang ketakutan mengenai suatu hal yang belum tentu akan terjadi. Hal ini membuatnya mempunyai ketakutan berlebih terhadap hari esok yang akan dihadapi.
Apakah kalian merasakan ciri-ciri seperti yang di atas juga? Jika kalian termasuk seorang yang overthinker, kalian perlu mengetahui apa saja dampak overthinking itu agar keinginan untuk melawan monster bernama overthinking ini meningkat.
Seberapa Bahaya Dampak yang Ditimbulkan Overthinking?
Overthinking dapat diibaratkan sebagai monster yang bersarang dalam pikiran kita. Karena ia berada di dalam diri kita sendiri, maka yang dapat merasakan dampak dan mengetahui cara untuk mengatasinya juga hanyalah diri kita sendiri. Beberapa dampak yang ditimbulkan oleh overthinking:
1. Stres dan kecemasan
Hati-hati, overthinking yang berkepanjangan dapat menyebabkan stres dan kecemasan. Kecemasan ini dapat dirasakan siapa saja tanpa memandang faktor-faktor tertentu.
(Desinta, Sheni; Ramadhani, 2013) mengatakan bahwa tubuh yang sering merasa stres akan meningkatkan produksi hormon adrenalin dan epinephire yang menyebabkan kelelahan dan menurunnya sistem imunitas.
2. Insomnia
Insomnia merupakan keadaan di mana seseorang kesulitan untuk tidur pada malam hari (Susilo,Yekti : 2011). Ketika overthinking muncul di malam hari, ia akan membawa sosok lain sebagai temannya, siapa lagi kalau bukan kecemasan. Kecemasan yang ditimbulkan oleh overthinking dapat membuat seseorang kesulitan tidur karena terganggunya pikiran.
3. Gangguan sistem pencernaan
Overthinking juga dapat mempengaruhi pola makan seseorang. Beberapa orang bisa kehilangan nafsu makan sehingga berat badan menurun drastis. Namun, bagi beberapa orang overthinking juga dapat membuat nafsu makannya meningkat sehingga berat badan pun naik secara drastis.
Menghadapi overthinking memang melelahkan, kita yang seharusnya dapat menjalani hidup dengan tenang dan nyaman malah terjebak dengan pikiran kita sendiri yang membelenggu kuat seperti monster. Belum lagi melihat dampak yang ditimbulkan ternyata tidak hanya menyerang psikis melainkan juga menyerang fisik.
Apa yang Harus Dilakukan untuk Melawan Overthinking?
Bagi kalian yang masih bertarung dengan diri sendiri untuk menghadapi overthinking, kalian bisa mencoba beberapa hal ini untuk membantu meringankan pikiran.
1. Lakukan Self Talk
Self talk adalah metode berbicara dengan diri sendiri. Melalui self talk ini kalian dapat mengucapkan kata-kata positif untuk membangunkan kepercayaan diri.
2. Bercerita kepada orang terdekat
Ketika overthinking melanda dan sulit untuk menghadapinya sendiri, jangan sungkan untuk bercerita kepada orang terdekat atau orang yang dipercaya. Dengan membagi pikiran kita, kemungkinan besar kebingungan dan kecemasan juga dapat berkurang.
3. Melakukan banyak kegiatan
Menyibukkan diri juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengalihkan overthinking. Ketika tubuh dan pikiran kita fokus melakukan suatu kegiatan, monster jahat bernama overthinking akan terkurung di alam bawah sadar dan sukar untuk keluar.
4. Melakukan Yoga
Yoga juga dapat meredakan overthinking. Mengapa demikian? Ketika melakukan yoga, tubuh dan pikiran kita akan menjadi rileks dan tenang. Ketika merasakan ketenangan, kita cenderung dapat berpikir dengan jernih sehingga pikiran berlebihan tidak akan muncul.
Memang tidak mudah melawan monster bernama overthinking ini karena overthinking melekat pada bagian diri kita. Namun, jika kita mampu menata pikiran dengan baik dan mencoba menerima kenyataan yang ada dengan lapang dada, overthinking dapat kita atasi secara perlahan.
Jadi, untuk kalian yang masih sulit mengendalikan pikiran yang berlebih, kalian tidak perlu cemas. Tetaplah semangat dan jangan menyerah dalam melawan monster yang ada dalam pikiran kita ini.
