Ketika Fashion Muslimah Tidak Lagi Dipandang Sebatas Pakaian

Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pamulang yang memiliki pengalaman di bidang retail dan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Raisya Aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi sebagian orang, pakaian muslimah mungkin hanya dipandang sebagai pakaian yang digunakan untuk menutup aurat. Namun, perkembangan fashion saat ini menunjukkan bahwa busana muslimah juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup, identitas, kenyamanan, dan cara seseorang mengekspresikan dirinya.
Hal tersebut menjadi semakin menarik ketika saya mendapatkan pengalaman bekerja sebagai Fashion Consultant di Yutie. Berhadapan langsung dengan pelanggan membuat saya melihat bahwa setiap orang memiliki kebutuhan dan pertimbangan yang berbeda ketika memilih pakaian. Ada yang lebih memperhatikan model, ada yang mencari pakaian yang nyaman digunakan sehari hari, adda yang mempertimbangkan warna, dan adad pula yang ingin tampil lebih modis tetapi tetap sesuai dengan prinsip berpakaian yang mereka yakini.
Dari pengalaman tersebut, ssaya menyadari bahwa fashion muslimah tidak lagi sesederhana memilih pakaian yang terlihat bagus. Ada proses dibalik keputusan pelanggan dalam menentukan pakaian yang sesuai dengan dirinya.
Fashion Muslimah Terus Berkembang
Perkembangan modest fashion di Indonesia sendiri menunjukkan bahwa pakaian muslimah memiliki ruang yang semakin luas dalam industri fashion. Kementrian Perindustrian pada 2026 menyebut bahwa modest fashion sebagai sektor dengan potensi yang besar.
Perkembangan tersebut juga tidak terlepas dari media sosial, Saat ini, masyarakat dapat dengan mudah melihat berbagai inspirasi pakaian melalui instagram, tiktok, marketplace, maupun platfom lainnya. Model pakaian yang sebelumnya hanya dikenl disuatu daerah dapat dengan cepat menjadi tren di berbagai tempat.
Akibatnya, konsumen memiliki lebih banyak referensi sebelum membeli. Mereka tidak hanya melihat apakah sebuah pakaian sesuai dengan kebutuhan, tetapi juga membandingkan model, bahan, warna, carra memadukan pakaian, hingga bagaimana pakaian tersebut terlihat ketika digunakan.
Bagi fashion muslimah, kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang. Pakaian harus dapat memenuhi kebutuhan kesopanan, tetapi pada saat yang sama tetap mengikuti perkembangan selera konsumen.
Nyaman & Modis Bisa Berjalan Bersama
Menurut saya, salah satu hall menarik dari perkembangan fashion muslimah adalah semakin banyaknya pilihan bagi perempuan untuk menemukan gaya yang sesuai dengan dirinya.
Dulu, pilihan pakaian yang dianggap sesuai dengan konsep modest mungkin terlihat lebih terbatas. Sekarang, konsumen dapat menemukan berbagai pilihan seperti dress, tunik, outer, rok, celana, scarft, hingga berbagai aksesoris yang dapat dipadukan sesuai kebutuhan.
Namun, banyaknya pilihan juga membuat pelanggan terkadang membutukan pertimbangan lebih sebelum menentukan pilihan. Sebagai Fashion Consltant, saya melihat bahwa pelanggan tidak selalu membutuhkan seseorang untuk memilihkan pakaian bagi mereka. Sering kali mereeka hanya membutuhkkan seseorang yang dapat membantu memberikan alternatif dan menjelaskan kelebihan dari produk yang sedang mereka pertimbangkan.
Misalnya, ketika pelanggan mencari pakaian untuk digunakan bekerja, kebutuhan mereka tentu berbeda dengan pelanggan yang mencari pakaiian untuk menghadiri acara tertentu. Begitu juga dengan pelanggan yang mencari pakaian untuk kegiatan sehari hari.
Artinya, fashion tidak bisa dilepaskan dari aktivitas seseorang. Pakaian menarik belum tentu menjadi pilihan yang tepat apabila tidak sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan pemakainya.
Pelanggan Ingin Menjadi Dirinya Sendiri
Menurut saya, hal yang tidak kalah penting dalam perkembangan fashion muslimah adalah semakin beragamnya karakter konsumen.
Setiap perempuan memiliki gaya masing-masing. Ada yang menyukai pakaian sederhana, ada yang senang dengan warna-warna tertentu, ada yang lebih menyukai potongan longgar, dan ada pula yang ingin mengikuti tren terbaru. Karena itu, tidak tepat apabila fashion muslimah hanya dianggap memiliki satu gaya tertentu.
Justru, keberagaman tersebut menunjukkan bahwa modest fashion dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk mengekspresikan dirinya tanpa harus meninggalkan nilai kesopanan.
Dalam pengalaman saya berinteraksi dengan pelanggan, hal tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik. Ketika pelanggan mencoba beberapa pilihan pakaian, mereka biasanya memiliki pertimbangan sendiri mengenai mana yang paling sesuai dengan karakter dan kebutuhan mereka.
Di sinilah seorang Fashion Consultant memiliki peran. Bukan untuk memaksakan pilihan, tetapi membantu pelanggan menemukan alternatif yang sesuai.
Peran Fashion Consultant Bukan Sekedar Menjual
Bekerja sebagai Fashion Consultant membuat saya memahami bahwa pekerjaan ini tidak hanya berkaitan dengan target penjualan. Ada kemampuan komunikasi dan pemahaman terhadap pelanggan yang juga dibutuhkan.
Seorang pelanggan mungkin datang tanpa mengetahui produk apa yang ingin dibeli. Mereka hanya memiliki gambaran umum, misalnya ingin mencari pakaian untuk bekerja atau menghadiri acara tertentu. Dari situ, Fashion Consultant perlu menggali kebutuhan tersebut melalui komunikasi.
Menurut saya, kemampuan mendengarkan menjadi sama pentingnya dengan kemampuan menawarkan produk. Ketika kebutuhan pelanggan dipahami dengan baik, rekomendasi yang diberikan juga dapat menjadi lebih relevan.
Hal ini juga menunjukkan bahwa pengalaman berbelanja tidak hanya terbentuk dari produk yang tersedia. Cara pelanggan mendapatkan bantuan, informasi, dan pilihan selama berada di toko turut menjadi bagian dari pengalaman tersebut.
Fashion Muslimah sebagai Bentuk Perkembangan Gaya Hidup
Perkembangan modest fashion juga menunjukkan bahwa pakaian memiliki hubungan dengan gaya hidup masyarakat. Kemenperin mencatat bahwa derasnya informasi melalui media sosial membuat tren modest fashion semakin inklusif dan tidak lagi terbatas hanya pada penggunaan oleh umat Muslim.
Artinya, fashion muslimah dapat terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Nilai kesopanan tetap dapat dipertahankan, sementara desain, warna, bahan, dan cara memadukannya dapat terus mengalami inovasi.
Menurut saya, perkembangan ini menjadi sesuatu yang positif bagi konsumen karena mereka memiliki lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan pakaian dengan aktivitas dan kepribadian masing-masing.
Pada akhirnya, pakaian bukan hanya benda yang dikenakan. Ada rasa nyaman, kepercayaan diri, identitas, dan kebutuhan pribadi yang ikut dipertimbangkan ketika seseorang memilih pakaian.
Penutup
Pengalaman bekerja sebagai Fashion Consultant di Yutie membuat saya melihat fashion muslimah dari sudut pandang yang berbeda. Fashion muslimah tidak hanya berbicara mengenai bagaimana seseorang berpakaian secara sopan, tetapi juga mengenai bagaimana pakaian tersebut dapat memberikan kenyamanan dan ruang bagi seseorang untuk mengekspresikan dirinya.
Perkembangan industri modest fashion menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen terus berubah. Perempuan tidak hanya mencari pakaian yang sesuai dengan nilai yang mereka pegang, tetapi juga menginginkan pilihan yang nyaman, menarik, dan sesuai dengan aktivitas mereka.
Karena itu, perkembangan fashion muslimah seharusnya tidak hanya dilihat dari semakin banyaknya produk yang bermunculan. Lebih dari itu, perkembangan tersebut dapat dilihat dari semakin beragamnya kebutuhan konsumen yang berhasil dipahami oleh industri.
Pada akhirnya, fashion muslimah bukan sekadar tentang apa yang dikenakan, tetapi tentang bagaimana seseorang dapat merasa nyaman, percaya diri, dan tetap menjadi dirinya sendiri melalui apa yang ia kenakan.
