Konten dari Pengguna

Pengenalan Jembatan Wheatstone Mahasiswa Rekayasa Instrumentasi dan Automasi

rajih niko

rajih niko

Mahasiswa Program Studi rekayasa Instrumentasi dan Automasi

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari rajih niko tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rangkaian Jembatan WheatStone,sumber : pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Rangkaian Jembatan WheatStone,sumber : pribadi

[ITERA, 27 September 2024] – Mahasiswa program studi Rekayasa Instrumentasi dan Automasi melakukan pembelajaran melalui praktikum dengan materi “Jembatan Wheatstone.” Praktikum ini merupakan bagian dari mata kuliah praktikum Rangkaian Listrik, di mana mahasiswa diajak untuk mempelajari konsep dasar pengukuran tegangan dan arus pada rangkaian tersebut.

Praktikum rangkaian listrik kali ini bertujuan:

  • Memahami apa itu rangkaian Jembatan Wheatstone

  • Memahami dan mengetahui sifat serta kegunaan Jembatan Wheatstone

  • Mengaplikasikan penggunaan Jembatan Wheatstone dalam rangkaian listrik

Jembatan Wheatstone merupakan rangkaian listrik yang dimanfaatkan untuk menghitung dan mengukur resistansi komponen dengan akurat. Alat ini memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran yang presisi. Penerapan rangkaian ini biasa digunakan pada sensor suhu, pengukuran tekanan, dan teknologi kontrol otomatis.

Dalam praktikum Jembatan Wheatstone ini, mahasiswa menggunakan:

  • Papan plug-in

  • Power supply

  • Sakelar SPST

  • Resistor (560 ohm, 470 ohm, 220 ohm, 100 ohm)

  • Potensiometer 1k ohm

  • Jumper

  • Kabel penghubung

  • Basic meter

  • Multimeter digital

Jembatan Wheatstone ini terdiri dari 4 resistor yang dihubungkan dalam bentuk jembatan:

  • R1 dan R2: Dua resistor dengan nilai resistansi yang diketahui.

  • R3 dan R4: Resistor dengan nilai resistansi yang juga diketahui atau dapat disesuaikan (resistor variabel).

  • RL: Resistor yang tidak diketahui nilainya dan ingin diukur.

Praktikum yang telah dilakukan oleh mahasiswa program studi Rekayasa Instrumentasi dan Automasi kali ini dapat disimpulkan bahwa metode ini efektif dan akurat dalam mengukur resistansi, terutama pada nilai resistansi yang kecil. Ketika jembatan berada dalam kondisi seimbang, yaitu saat tidak ada arus yang mengalir melalui galvanometer, resistansi yang tidak diketahui dapat dihitung dengan tepat.