kumplus- Opini Raka Ibrahim

Tubuh Saya Bukan Kerangkeng Lagi

Raka Ibrahim adalah penulis dan pelaut amatir. Tulisannya tentang musik, seni budaya, dan politik keseharian telah terbit di berbagai media. Pada 2021, ia menjadi kru sukarela di kapal layar kebudayaan Arka Kinari.
3 Juli 2022 15:15
·
waktu baca 9 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Selama seperempat abad, saya memandang tubuh saya sebagai produk gagal. Kemudian celana saya robek saat hendak jongkok dan saya mulai memandang tubuh saya dengan kacamata berbeda.
Kala itu, kapal yang saya tumpangi sedang guncang diterpa ombak. Kami berjangkar di lepas pantai selatan Bali, bersiap menyongsong pelayaran menuju Indonesia Timur. Sebagai salah satu kru sukarelawan, saya harus berlatih manuver menaikkan dan menurunkan layar—kegiatan yang butuh koordinasi awak sekapal, kekuatan fisik, serta ketepatan waktu. Longgarkan tali di waktu yang salah dan layarmu bisa porak poranda.
Saya sedang menahan beban layar utama dengan tali saat celana saya robek dari ujung ke ujung. Lebih cemerlang lagi, saat itu saya sedang tidak pakai celana dalam—sebab mana ada bajak laut pakai sempak? Maka saya memasang kuda-kuda untuk menahan tali sambil berusaha menutupi selangkangan saya yang sekarang telanjang. Kegiatan yang sulit dan merepotkan.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanPLUS
Saya tidak tahu kapan harapan menjadi barang mahal. Kolom Raka Ibrahim, terbit setiap Minggu.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten