Konten dari Pengguna

Sebelum Jadi Legenda: Kisah Tes Pertama Fernando Alonso di F1, 1999

Rakha Athalla Wijaya

Rakha Athalla Wijaya

Mahasiswa Sejarah Universitas Gadjah Mada

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rakha Athalla Wijaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di grid F1 2026, Fernando Alonso masih turun balapan di usia 45 tahun. Ia satu grid dengan Kimi Antonelli (19 tahun) dan Arvid Lindblad (18 tahun), dua pembalap yang bahkan belum lahir saat Alonso pertama kali duduk di kokpit F1. Rentang usia mereka hampir tiga dekade, namun ketiganya kini sama-sama membela timnya masing-masing di lintasan yang sama.

Namun sebelum jadi legenda, Alonso juga pernah jadi pemuda 18 tahun yang berdiri di ambang mimpinya. Semua berawal dari satu hari di bulan Desember 1999.

Juara Muda dari Spanyol

Tahun 1999, Alonso baru satu musim berlaga di mobil roda terbuka. Ia turun di ajang Euro Open by Nissan (Open Fortuna by Nissan), kelas pemula yang jadi batu loncatan menuju F1. Di percobaan pertamanya, ia langsung menjadi juara. Gelar ini ia rebut di usia 17 menuju 18 tahun, mengalahkan pembalap-pembalap yang jam terbangnya jauh lebih banyak.

Prestasi ini membuat tim F1 Minardi melirik namanya. Sebagai hadiah atas gelar juara itu, Alonso ditawari kesempatan langka: mencoba mobil F1 sungguhan, sesuatu yang jarang didapat pembalap seusianya.

Hari Bersejarah di Jerez

Mobil Formula Nissan yang digunakan Alonso dalam ajang Euro Open by Nissan (Open Fortuna by Nissan), tahun 1999. Foto: dok. shutterstock

Pada 13 Desember 1999, Alonso duduk di kokpit Minardi M01 untuk pertama kalinya. Lokasinya di Sirkuit Jerez, Spanyol. Hari itu hujan turun, mengingatkannya pada kampung halamannya di Asturias.

Ada tujuh pembalap berbeda yang mencoba mobil Minardi hari itu. Tim lain seperti Ferrari, Stewart, dan BAR juga turun tes di sirkuit yang sama. Minardi M01 sendiri bukan mobil mudah. Musim itu, mobil ini finis di posisi buncit klasemen konstruktor, hanya mengumpulkan satu poin sepanjang musim.

Meski begitu, dan meski baru pertama kali menjajal mobil F1, catatan waktu Alonso hanya tertinggal empat detik dari Rubens Barrichello, pembalap tercepat hari itu dari Ferrari. Sebuah hasil yang membuat orang-orang di paddock mulai membicarakan namanya.

Mobil Minardi PS01 yang menjadi mobil debut Alonso di Ajang F1, musim 2001. Foto: dok. shutterstock

Awal dari Perjalanan Panjang

Tes ini menjadi pintu masuk Alonso ke dunia F1. Setahun berselang, ia jadi pembalap tes Minardi sambil turun di F3000. Tahun 2001, ia resmi jadi pembalap balapan penuh, tim yang sama dengan mobil yang pertama ia coba di Jerez.

Perolehan kemenangan pada GP Inggris, Silverstone 2006 dengan tim Renault. Foto: dok. shutterstock

Dari titik itu, kariernya melesat. Dua gelar juara dunia bersama Renault menyusul pada 2005 dan 2006. Hingga 2026, namanya masih tercatat sebagai pemegang rekor start terbanyak sepanjang sejarah F1, sebuah rekor yang terus bertambah setiap akhir pekan balapan.

Kini, di usia 45 tahun, Alonso masih berjuang di grid yang sama, bersanding dengan pembalap-pembalap muda seperti Antonelli dan Lindblad. Jarak usia mereka nyaris tiga dekade, sama panjangnya dengan perjalanan yang sudah ditempuh Alonso sejak hari hujan di Jerez itu, 27 tahun yang lalu.