WBP Klas I Medan Dilatih Buat Roti

Tinggal di Indonesia
Tulisan dari Ramandri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalapas Klas I Medan, Asep Syarifuddin sedang memperlihatkan ruang pengolahan roti yang dikelola Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).Foto:Rama Andriawan
MEDAN-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Medan, terus meningkatkan pembinaan kepada Wargabinaan Pemasyarakatan (WBP) nya. Salah satu pembinaan yang diikuti, yakni pelatihan pembuatan roti.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas I Medan, Asep Syarifuddin, mengatakan WBP diberikan berbagai pelatihan untuk mengisi kegiatan selama menjalani masa hukuman. Tentunya pembinaan ini sangat bermanfaat, agar setelah ke luar dari lapas, WBP memiliki bekal ilmu yang bisa dipergunakannya sebagai manusia yang mandiri.
Salah seorang WBP yang ikut dalam tim pembuatan roti, Fery Irwanto mengaku sangat antusias dan senang dengan adanya pelatihan seperti ini. Menurutnya, pembuatan roti sangat membantu wargabinaan untuk terus mengisi hari-hari mereka dengan kegiatan positif.
Salah seorang WBP yang ikut dalam tim pembuatan roti, Fery Irwanto mengaku sangat antusias dan senang dengan adanya pelatihan seperti ini. Menurutnya, pembuatan roti sangat membantu wargabinaan untuk terus mengisi hari-hari mereka dengan kegiatan positif."Pelatihan ini sangat membantu kami. Sehingga kami di sini memiliki ilmu yang dapat diterapkan nanti kalau sudah keluar. Jadi saya pribadi semangat untuk belajar dan mengisi waktu selama ditahan dengan kegiatan seperti ini," ujar terpidana 10 tahun penjara dalam kasus narkotika tersebut.
Salah seorang WBP yang ikut dalam tim pembuatan roti, Fery Irwanto mengaku sangat antusias dan senang dengan adanya pelatihan seperti ini. Menurutnya, pembuatan roti sangat membantu wargabinaan untuk terus mengisi hari-hari mereka dengan kegiatan positif.Salah seorang WBP yang ikut dalam tim pembuatan roti, Fery Irwanto mengaku sangat antusias dan senang dengan adanya pelatihan seperti ini. Menurutnya, pembuatan roti sangat membantu wargabinaan untuk terus mengisi hari-hari mereka dengan kegiatan positif.
ASalah seorang WBP yang ikut dalam tim pembuatan roti, Fery Irwanto mengaku sangat antusias dan senang dengan adanya pelatihan seperti ini. Menurutnya, pembuatan roti sangat membantu wargabinaan untuk terus mengisi hari-hari mereka dengan kegiatan positif.alah seorang WBP yang ikut dalam tim pembuatan roti, Fery Irwanto mengaku sangat antusias dan senang dengan adanya pelatihan seperti ini. Menurutnya, pembuatan roti sangat membantu wargabinaan untuk terus mengisi hari-hari mereka dengan kegiatan positif.
"Pelatihan ini sangat membantu kami. Sehingga kami di sini memiliki ilmu yang dapat diterapkan nanti kalau sudah keluar. Jadi saya pribadi semangat untuk belajar dan mengisi waktu selama ditahan dengan kegiatan seperti ini," ujar terpidana 10 tahun penjara dalam kasus narkotika tersebut."Pelatihan ini sangat membantu kami. Sehingga kami di sini memiliki ilmu yang dapat diterapkan nanti kalau sudah keluar. Jadi saya pribadi semangat untuk belajar dan mengisi waktu selama ditahan dengan kegiatan seperti ini," ujar terpidana 10 tahun penjara dalam kasus narkotika tersebut.

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tampak sedang membuat roti. Foto:Rama Andriawan
General Manager (GM) Jeera Foundation, Daniel Ginting, menuturkan dari pelatihan pembuatan roti di Lapas Klas I Medan, Tanjunggusta, per harinya bisa menghasilkan 350 roti dengan berbagai varian. Pihaknya menggandeng instruktur dari Aroma Bakery, untuk melatih wargabinaan dalam mengolah bahan menjadi roti.
Dijelaskannya, ada 25 warga binaan yang tergabung di pelatihan ini. Roti-roti yang telah selesai, kemudian dipasarkan ke wargabinaan lainnya di dalam lapas.
"Sejauh ini, roti-roti produksi teman-teman kita disini, di pasarkan di lingkungan Lapas Tanjunggusta (Klas I Medan) saja. Roti dijual seharga Rp3000-Rp4000. Dalam sehari pasti habis, bahkan kurang", ungkap Daniel.
Daniel berharap, nantinya yayasan yang bekerja sama semakin banyak memberdayakan wargabinaan di lapas, agar semakin banyak wargabinaan yang terampil dan memiliki bekal sehabis menjalani masa hukuman. Daniel berharap, nantinya yayasan yang bekerja sama semakin banyak memberdayakan wargabinaan di lapas, agar semakin banyak wargabinaan yang terampil dan memiliki bekal sehabis menjalani masa hukuman."Sejauh ini, roti-roti produksi teman-teman kita disini, di pasarkan di lingkungan Lapas Tanjunggusta (Klas I Medan) saja. Roti dijual seharga Rp3000-Rp4000. Dalam sehari pasti habis, bahkan kurang", ungkap Daniel.
Daniel berharap, nantinya yayasan yang bekerja sama semakin banyak memberdayakan wargabinaan di lapas, agar semakin banyak wargabinaan yang terampil dan memiliki bekal sehabis masa hukuma ungkap DanielDaniel berharap, nantinya yayasan yang bekerja sama semakin banyak memberdayakan wargabinaan di lapas, agar semakin banyak wargabinaan yang terampil dan memiliki bekal sehabis menjalani masa hukuman.
Daniel berharap, nantinya yayasan yang bekerja sama semakin banyak memberdayakan wargabinaan di lapas, agar semakin banyak wargabinaan yang terampil dan memiliki bekal sehabis menjalani masa hukuman.Daniel berharap, nantinya yayasan yang bekerja sama semakin banyak memberdayakan wargabinaan di lapas, agar semakin banyak wargabinaan yang terampil dan memiliki bekal sehabis menjalani masa hukuman."Sejauh ini, roti-roti produksi teman-teman kita disini, di pasarkan di lingkungan Lapas Tanjunggusta (Klas I Medan) saja. Roti dijual seharga Rp3000-Rp4000. Dalam sehari pasti habis, bahkan kurang", ungkap DanielDaniel berharap, nantinya yayasan yang bekerja sama semakin banyak memberdayakan wargabinaan di lapas, agar semakin banyak wargabinaan yang terampil dan memiliki bekal sehabis masa hukuma ungkap DanielDaniel berharap, nantinya yayasan yang bekerja sama semakin banyak memberdayakan wargabinaan di lapas, agar semakin banyak wargabinaan yang terampil dan memiliki bekal sehabis masa hukuma"Sejauh ini, roti-roti produksi teman-teman kita disini, di pasarkan di lingkungan Lapas Tanjunggusta (Klas I Medan) saja. Roti dijual seharga Rp3000-Rp4000. Dalam sehari pasti habis, bahkan kurang", ungkap DanielDaniel berharap, nantinya yayasan yang bekerja sama semakin banyak memberdayakan wargabinaan di lapas, agar semakin banyak wargabinaan yang terampil dan memiliki bekal sehabis masa hukuma ungkap DanielDaniel berharap, nantinya yayasan yang bekerja sama semakin banyak memberdayakan wargabinaan di lapas, agar semakin banyak wargabinaan yang terampil dan memiliki bekal sehabis masa hukuma
"Dan harapan kita, semakin banyak wargabinaan di sini yang bisa kita berdayakan untuk membuat produksi roti kita semakin meningkat. Roti-roti itu nantinya bukan hanya dipasarkan di lapas Klas I Medan saja, tetapi juga untuk Lapas-lapas lainnya di Sumatera Utara" harapnya.
Pihak Aroma yang diwakili Widodo dan Sugianto, mengaku sangat senang bisa menularkan ilmu kepada wargabinaan dalam proses pembuatan roti.
"Kita melatih selama 4 jam setiap harinya dan itu berlangsung selama 1 bulan. Kita sangat senang berada di sini, melatih wargabinaan agar setelah keluar nanti, mereka punya bekal untuk diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari" tutupnya. (Rama Andriawan)
