Konten dari Pengguna

Beberapa Jenis Peralatan Canggih Pada Radioterapi

Ramacos Fardela
Dosen Departemen Fisika FMIPA Universitas Andalas
26 Mei 2024 11:08 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ramacos Fardela tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Terapi radiasi melibatkan berbagai peralatan untuk mengarahkan radiasi pada area yang terkena kanker. Di antara berbagai peralatan yang umum digunakan dalam terapi radiasi adalah:
ADVERTISEMENT
1. Linear Accelerator (Linac)
Perangkat ini menawarkan presisi tinggi, mampu mengarahkan sinar radiasi dengan sangat tepat sehingga meminimalkan kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya. Keunggulan lainnya adalah fleksibilitas penggunaannya untuk berbagai jenis kanker di berbagai lokasi tubuh, serta kemampuan modulasi intensitas melalui teknologi seperti IMRT (Intensity-Modulated Radiation Therapy), yang memungkinkan pemberian dosis radiasi yang bervariasi ke area berbeda dari tumor. Namun, alat ini memiliki biaya tinggi dalam pengadaan dan perawatan, memerlukan tim medis yang sangat terlatih karena kompleksitas operasionalnya, dan waktu perawatan yang seringkali lama dengan kebutuhan beberapa kali kunjungan.
Pesawat LINAC untuk Terapi Pasien Kanker (Sumber: shutterstock)
2. Brachytherapy
Keunggulan dari brachytherapy adalah target spesifik yang memungkinkan radiasi diberikan langsung ke dalam atau dekat dengan tumor, mengurangi paparan pada jaringan sehat. Metode ini sangat efektif untuk beberapa jenis kanker seperti kanker prostat, serviks, dan payudara, serta biasanya memerlukan durasi singkat dengan lebih sedikit sesi perawatan dibandingkan terapi radiasi eksternal. Namun, prosedur ini bersifat invasif, memerlukan operasi kecil untuk menempatkan sumber radiasi, dan bisa menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit bagi pasien. Selain itu, brachytherapy terbatas pada lokasi tertentu yang dapat dijangkau oleh sumber radiasi internal.
Ilustrasi brachytherapy dalam penangan kasus kanker (Sumber: shutterstock)
3. Proton Therapy
ADVERTISEMENT
Dengan akurasi tinggi, proton therapy memungkinkan pengendalian radiasi yang sangat akurat, menargetkan tumor dengan dosis tinggi sambil mengurangi kerusakan pada jaringan sehat. Keakuratan ini biasanya menghasilkan efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan radiasi konvensional. Meskipun begitu, proton therapy memiliki biaya sangat tinggi dan hanya tersedia di beberapa pusat medis besar dan khusus, serta memerlukan ukuran peralatan yang sangat besar dan rumit.
Krakow, Polandia, sekitar Mei 2016. Terapi proton kanker bola mata di Bronowice Cyclotron Center di Institut Fisika Nuklir. Kursi posisi pasien di ruang perawatan (Sumber: shutterstock)
4. Gamma Knife
Gamma Knife adalah metode non-invasif yang tidak memerlukan pembedahan terbuka, sehingga mengurangi risiko infeksi dan komplikasi bedah. Dengan presisi ekstrem, alat ini sangat cocok untuk mengobati tumor otak dan kelainan neurologis lainnya, serta memungkinkan waktu pemulihan singkat bagi pasien yang biasanya dapat segera melanjutkan aktivitas normal. Namun, penggunaannya terbatas pada otak dan kepala, serta selama prosedur pasien harus mengenakan bingkai kepala yang kaku, yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Biaya alat ini juga tinggi, meski lebih murah dibandingkan proton therapy, dan tidak tersedia di semua pusat medis.
Pasien dibaringkan di depan alat pengobatan kanker dengan pisau gamma. Dia memiliki topi klip logam di kepalanya. Bedah radio stereotaktik Gamma Knife (Sumber: shutterstock)
5. CyberKnife
ADVERTISEMENT
CyberKnife menawarkan pengobatan yang non-invasif dengan menggunakan robotik untuk memberikan radiasi secara presisi. Alat ini memiliki fleksibilitas untuk mengobati tumor di berbagai bagian tubuh, termasuk yang sulit dijangkau, dan mampu memberikan akurasi tinggi dengan menyesuaikan posisi pasien secara real-time. Namun, biaya terapi ini tetap mahal, dan sesi perawatannya bisa lebih lama dibandingkan beberapa metode lainnya. Keterbatasan lainnya adalah akses yang tidak tersedia di semua pusat medis.
Setiap peralatan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga pilihan alat terapi radiasi didasarkan pada jenis kanker, lokasi tumor, kondisi kesehatan umum pasien, dan pertimbangan biaya.