Konten dari Pengguna

Biooptik pada Tubuh Manusia: Prinsip Fisika di Balik Interaksi Cahaya & Biologi

Ramacos Fardela

Ramacos Fardela

Dosen Departemen Fisika FMIPA Universitas Andalas

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ramacos Fardela tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokter Spesialis Mata Sedang Memanfaatkan Teknologi  Optical Coherence Tomography (OCT). OCT merupakan teknologi terbaru yang digunakan untuk membantu diagnosis dan pengobatan berbagai jenis penyakit mata tanpa pembedahan (Sumber: shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Dokter Spesialis Mata Sedang Memanfaatkan Teknologi Optical Coherence Tomography (OCT). OCT merupakan teknologi terbaru yang digunakan untuk membantu diagnosis dan pengobatan berbagai jenis penyakit mata tanpa pembedahan (Sumber: shutterstock)

Biooptik merupakan bidang lintas disiplin yang mengintegrasikan konsep fisika dan biologi guna memahami bagaimana cahaya berinteraksi dengan organisme hidup, termasuk tubuh manusia. Artikel ini akan menjelaskan prinsip-prinsip fisika yang mendasari fenomena biooptik pada tubuh manusia, serta dampaknya dalam bidang kedokteran dan biologi.

Cahaya memiliki peranan vital dalam proses biologis tubuh manusia, mulai dari fungsi penglihatan hingga metabolisme. Studi tentang biooptik, yang meliputi penyerapan, pemantulan, dan pembiasan cahaya dalam tubuh manusia, telah menjadi fokus penelitian dalam ilmu pengetahuan.

Prinsip Fisika Biooptik pada Tubuh Manusia:

Penyerapan Cahaya oleh Jaringan Tubuh: Proses penyerapan cahaya oleh jaringan tubuh manusia dipengaruhi oleh interaksi antara cahaya dengan molekul biologis seperti pigmen dan kromofor. Pemahaman akan prinsip ini penting dalam pengembangan teknik diagnostik dan terapeutik berbasis cahaya, seperti fototerapi dan fotodinamika.

Pemantulan dan Penyebaran Cahaya: Ketika cahaya memasuki tubuh manusia, sebagian akan mengalami pemantulan dan penyebaran sebelum mencapai target yang diinginkan. Prinsip-prinsip ini memengaruhi teknologi pencitraan medis seperti tomografi optik dan difusi cahaya, yang digunakan dalam mendiagnosis penyakit dan memantau terapi.

Bioluminesensi dan Fluoresensi: Beberapa proses biologis dalam tubuh manusia menghasilkan emisi cahaya, seperti bioluminesensi pada organisme laut dan fluoresensi dalam penggunaan zat kontras dalam pencitraan medis. Pemahaman akan prinsip-prinsip fisika di balik fenomena ini memungkinkan pengembangan teknologi diagnostik yang lebih canggih dan akurat.

Aplikasi Klinis dan Penelitian Lanjutan:

Diagnostik Medis: Pemahaman akan biooptik pada tubuh manusia telah memfasilitasi pengembangan teknologi diagnostik non-invasif yang lebih sensitif dan spesifik, seperti optik koheren tomografi (OCT) dan spektroskopi inframerah dekat (NIRS).

Optical coherence tomography (OCT) dilakukan pengukuran arteri koroner secara cross-sectional dan longitudinal (Sumber: shutterstock)

Terapi Fotobiologis: Prinsip-prinsip fisika dalam biooptik juga digunakan dalam terapi fotobiologis, seperti fototerapi untuk penyakit kulit dan kanker, serta fotodinamika untuk pengobatan kanker.

Penelitian Biologi Sel: Studi biooptik pada tingkat seluler memungkinkan penelitian lebih lanjut tentang proses-proses biologis dalam tubuh manusia, seperti metabolisme seluler dan interaksi antar sel.

Kesimpulan:

Biooptik pada tubuh manusia merupakan bidang penting dalam ilmu pengetahuan modern, yang menggabungkan prinsip-prinsip fisika dengan biologi untuk memahami interaksi cahaya dengan organisme hidup. Pemahaman akan prinsip-prinsip ini tidak hanya memungkinkan pengembangan teknologi diagnostik dan terapi yang lebih canggih, tetapi juga membuka pintu untuk penelitian lebih lanjut tentang fungsi dan proses biologis dalam tubuh manusia.

Untuk membantu memahami tentang riset terkait Biooptik ini maka penulis menampilkan beberapa referensi artikel:

Jacques, S. L. (2013). Optical properties of biological tissues: a review. Physics in Medicine & Biology, 58(11), R37.

Bashkatov, A. N., Genina, E. A., Kochubey, V. I., & Tuchin, V. V. (2005). Optical properties of human skin, subcutaneous and mucous tissues in the wavelength range from 400 to 2000 nm. Journal of Physics D: Applied Physics, 38(15), 2543.

Wilson, B. C., & Adam, G. (2008). A review of the optical properties of biological tissues. IEEE Journal of Quantum Electronics, 26(12), 2186-2199.

Wang, L. V., & Hu, S. (2012). Photoacoustic tomography: in vivo imaging from organelles to organs. Science, 335(6075), 1458-1462.

Kim, C., Favazza, C., & Wang, L. V. (2010). In vivo photoacoustic tomography of chemicals: high-resolution functional and molecular optical imaging at new depths. Chemical Reviews, 110(5), 2756-2782.

Vakoc, B. J., Lanning, R. M., Tyrrell, J. A., Padera, T. P., Bartlett, L. A., Stylianopoulos, T., ... & Munn, L. L. (2009). Three-dimensional microscopy of the tumor microenvironment in vivo using optical frequency domain imaging. Nature Medicine, 15(10), 1219-1223.

Ntziachristos, V., & Razansky, D. (2010). Molecular imaging by means of multispectral optoacoustic tomography (MSOT). Chemical Reviews, 110(5), 2783-2794.

Taruttis, A., & Ntziachristos, V. (2015). Advances in real-time multispectral optoacoustic imaging and its applications. Nature Photonics, 9(4), 219-227.

Xu, M., Wang, L. V. (2006). Universal back-projection algorithm for photoacoustic computed tomography. Physical Review E, 71(1), 016706.

Li, M. L., Oh, J. T., Xie, X., Ku, G., Wang, W., Li, C., ... & Wang, L. V. (2008). Simultaneous molecular and hypoxia imaging of brain tumors in vivo using spectroscopic photoacoustic tomography. Proceedings of the IEEE, 96(3), 481-489.