Konten dari Pengguna

Inovasi Programming Indonesian Television Awards di Era Digital

Indra Wahyu Ramadhan

Indra Wahyu Ramadhan

Mahasiswa Universitas Pamulang

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Indra Wahyu Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar hanya ilustrasi. Sumber : https://pixabay.com/images/download/alexas_fotos-award-2969422_1920.jpg
zoom-in-whitePerbesar
Gambar hanya ilustrasi. Sumber : https://pixabay.com/images/download/alexas_fotos-award-2969422_1920.jpg

Perkembangan media digital membuat program televisi tidak hanya bersaing melalui tayangan di layar kaca. Audiens kini juga mengikuti informasi dan hiburan melalui media sosial serta berbagai platform digital. Kondisi tersebut membuat program televisi perlu melakukan penyesuaian agar tetap relevan dengan perubahan tren dan kebiasaan audiens.

Salah satu program yang menarik untuk dilihat dari sisi programming adalah Indonesian Television Awards (ITA). Ajang penghargaan yang telah diselenggarakan sejak 2016 ini kembali hadir pada 2026 dan memasuki penyelenggaraan ke-11. Malam puncak ITA 2026 berlangsung pada 26 September 2026 dan disiarkan secara langsung melalui RCTI dan GTV.

Sebagai program penghargaan televisi, ITA tidak hanya menghadirkan pemberian penghargaan, tetapi juga dikemas sebagai acara hiburan dengan penampilan musik, pembawa acara, bintang tamu, dan berbagai momen khusus. Pada ITA 2026, misalnya, terdapat penampilan JKT48, Ungu, Marion Jola, Rony Parulian, Anggis Devaki, Lady Rara, Kiesha Alvaro, dan Zara Leola.

Tantangan Program Penghargaan di Era Digital

Program penghargaan televisi memiliki tantangan untuk mempertahankan perhatian audiens ketika pilihan hiburan semakin beragam. Audiens tidak hanya mendapatkan informasi mengenai program televisi dari siaran langsung, tetapi juga dapat mengikuti nominasi, potongan acara, dan percakapan mengenai program melalui media sosial.

Dalam kondisi tersebut, format acara penghargaan yang hanya mengandalkan pola lama berpotensi membutuhkan pembaruan agar tetap sesuai dengan perkembangan tren. Modul 5 menjelaskan konsep Trend Awareness, yaitu kemampuan programming untuk mengikuti tren yang sedang berkembang serta perubahan minat audiens. Tren tersebut dapat berasal dari perkembangan budaya populer maupun media sosial.

ITA menunjukkan salah satu bentuk penyesuaian melalui kategori yang diberikan. Pada ITA 2025, misalnya, penyelenggara memperkenalkan kategori baru Pasangan Terpopuler. Kategori tersebut menjadi kategori baru setelah satu dekade penyelenggaraan ITA dan disebut berkaitan dengan pasangan selebritas yang sedang menjadi pembicaraan publik.

Perubahan tersebut dapat dilihat sebagai salah satu bentuk respons programming terhadap perkembangan tren popularitas figur publik. Dengan menghadirkan kategori baru, program tidak hanya mempertahankan kategori yang sudah ada, tetapi juga memberikan ruang bagi fenomena yang sedang berkembang di masyarakat.

Innovation and Freshness dalam ITA

Selain Trend Awareness, Modul 5 membahas Innovation and Freshness. Konsep ini menekankan pentingnya memberikan sesuatu yang baru atau berbeda dalam sebuah program agar tidak terasa monoton. Inovasi tidak selalu berarti mengubah seluruh format program, tetapi dapat dilakukan melalui pembaruan pada elemen tertentu.

Dalam ITA, inovasi dapat dilihat dari cara program mengembangkan kategori, pengisi acara, konsep panggung, maupun rangkaian acara. Pada 2026, ITA menghadirkan red carpet sebelum acara utama dan menggabungkannya dengan berbagai penampilan musik serta pembacaan nominasi oleh sejumlah figur publik.

Penggunaan berbagai elemen tersebut membuat acara penghargaan tidak hanya berpusat pada pengumuman pemenang. Program juga memiliki unsur hiburan yang dapat memberikan variasi selama siaran berlangsung.

Mengikuti Perubahan Tren Audiens

Perubahan tren audiens juga dapat dilihat dari mekanisme keterlibatan masyarakat. Pada ITA 2026, voting publik dilakukan melalui beberapa kanal digital, termasuk Instagram, Facebook, dan aplikasi RCTI+. Periode voting berlangsung hingga 23 September 2026.

Penggunaan media sosial dan aplikasi dalam proses voting menunjukkan bahwa interaksi audiens tidak hanya terjadi ketika malam penghargaan berlangsung. Audiens dapat terlibat sejak tahap nominasi hingga proses pemilihan melalui platform digital.

Hal tersebut sejalan dengan konsep Trend Awareness dalam Modul 5. Perkembangan media sosial membuat programming perlu memperhatikan bagaimana audiens berinteraksi dengan program di luar siaran televisi.

Masalah yang Perlu Diperhatikan

Meskipun pembaruan dapat membuat program lebih relevan, inovasi tetap perlu memiliki hubungan dengan identitas utama program. Modul 5 menjelaskan bahwa tidak semua ide yang unik otomatis menjadi inovasi yang baik. Inovasi perlu mempertimbangkan kesesuaian dengan konsep program dan kondisi yang ada.

Dalam konteks ITA, tantangannya adalah menjaga keseimbangan antara unsur penghargaan dan unsur hiburan. Jika unsur hiburan terlalu dominan, identitas ITA sebagai ajang apresiasi terhadap program dan insan televisi dapat menjadi kurang terlihat. Sebaliknya, jika acara terlalu berfokus pada pemberian penghargaan, variasi hiburan dalam program dapat menjadi lebih terbatas.

Karena itu, pembaruan programming dapat diarahkan pada elemen yang mendukung tujuan utama acara. Kategori baru, interaksi digital, penampilan musik, red carpet, dan keterlibatan figur publik dapat digunakan sebagai bagian dari kemasan tanpa menghilangkan fungsi utama ITA sebagai ajang penghargaan televisi.

Strategi Programming yang Dapat Diterapkan

Berdasarkan konsep Innovation and Freshness, ITA dapat terus memperbarui elemen acara secara bertahap. Pembaruan dapat dilakukan melalui kategori yang relevan dengan perkembangan industri, bentuk interaksi dengan audiens, serta pengemasan acara yang menyesuaikan karakter media digital.

Sementara itu, konsep Trend Awareness dapat diterapkan dengan memantau topik, figur, program, dan bentuk hiburan yang sedang mendapatkan perhatian audiens. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kategori, pengisi acara, maupun bentuk promosi.

Strategi tersebut juga dapat memperkuat hubungan antara siaran televisi dan media digital. Aktivitas voting, promosi nominasi, potongan momen acara, dan percakapan di media sosial dapat menjadi bagian dari rangkaian programming, bukan hanya aktivitas tambahan setelah acara selesai.

Indonesian Television Awards merupakan program penghargaan yang perlu beradaptasi dengan perubahan tren industri televisi dan perilaku audiens. ITA 2026 menunjukkan adanya berbagai elemen hiburan dan keterlibatan publik yang melengkapi fungsi utamanya sebagai ajang penghargaan.

Jika dianalisis menggunakan Modul 5, strategi tersebut dapat dikaitkan dengan Trend Awareness dan Innovation and Freshness. Pembaruan kategori, pemanfaatan platform digital, serta variasi kemasan acara dapat menjadi bagian dari upaya menjaga relevansi program. Namun, setiap inovasi tetap perlu disesuaikan dengan identitas dan tujuan utama ITA sebagai program penghargaan televisi.