Awalnya Saya Kira Rem Cuma Tinggal Injak, Ternyata Harus Dirawat Juga

Mahasiswa Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ramadhani Luqmanul Hakim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem pengereman adalah salah satu hal yang paling penting dalam sebuah kendaraan. Tanpa sistem pengereman yang bekerja optimal, keselamatan pengemudi,penumpang,serta pengguna jalan bisa dalam bahaya. Oleh karena itu, pemeliharaan rutin pada sistem rem sangat vital, salah satu tahap esensial dalam pemeliharaan ini adalah proses pembuangan udara rem atau yang dikenal dengan bleeding.
Bleeding Rem adalah tahap pengeluaran udara yang terperangkap dalam sistem pengereman. Kehadiran udara dalam sistem rem dapat menurunkan efektivitas pengereman. Saat pedal rem ditekan, bertujuan untuk menghentikan kendaraan dengan cepat dan aman. Namun jika terdapat udara dalam sistem, pedal rem bisa terasa lunak dan tidak memberikan respon yang sesuai harapan, yang dapat membahayakan.
Mengapa ini penting?
1. Meningkatkan Keamanan Berkendara
Keamanan senantiasa menjadi fokus utama saat berkendara. Dengan melakukan bleeding rem secara teratur, menghasilkan sistem rem yang dapat beroperasi dengan maksimal. Rem yang cepat tanggap dan efisien dapat menghindari kejadian yang diakibatkan malfungsi sistem rem.
2. Memperpanjang umur sistem rem
Dengan menjaga sistem rem bebas dari udara, sekaligus memperpanjang umur rem. Adanya udara dalam sistem dapat menyebabkan kerusakan dan korosi pada berbagai komponen rem seperti, silinder rem serta kaliper. Oleh karena itu, bleeding rem secara rutin dapat membantu mengurangi biaya perawatan jangka panjang.
3. Meningkatkan fungsi rem
Rem yang berfungsi dengan optimal akan memberikan hasil yang baik. Melalui proses bleeding rem, memastikan cairan rem bekerja dengan optimal, sehingga kendaraan mampu berhenti dengan cepat dan efektif. Hal ini penting khususnya untuk keadaan darurat.
Proses Bleeding Rem:
Pembuangan udara rem dapat dilakukan secara mandiri atau dengan bantuan teknisi. Berikut langkah langkah utama melakukan bleeding rem:
1. Siapakan peralatan dan bahan, menyiapkan alat seperti kunci pas, selang, wadah untuk menampung cairan rem, serta jenis cairan rem yang sesuai dengan kendaraan.
2. Periksa cairan rem sebelum memulai, pastikan untuk memeriksa kadar cairan rem. Jika jumlahnya kurang, tambah cairan rem sebelum melakukan bleeding. Pastikan volume cairan rem tidak sampai habis.
3. Mulai dari roda terjauh, proses pembuangan udara umumnya dimulai dari roda paling jauh dari silinder utama. Biasanya, dari roda belakang kanan, lalu roda belakang kiri, roda depan kanan,yang terakhir roda depan kiri.
4. Tekan pedal rem, minta bantuan teknisi untuk menekan pedal rem sementara Anda membuka katup pembuangan pada kaliper rem. Ini memungkinkan udara dan cairan rem keluar dari sistem. Setelah beberapa saat, tutup katup dan minta teknisi itu untuk mengangkat kakinya dari pedal rem
Ulangi proses ini berulang kali hingga tidak ada gelembung udara yang terlihat di selang. Pastikan untuk selalu memeriksa volume cairan rem seacara berkala, pastikan tidak sampai kehabisan. Setelah selesai semua cek kembali dan pastikan katup pembuangan sudah tertutup dengan baik, dan pastikan tidak ada kebocoran dalam sistem rem.
Pengeluaran udara atau yang biasa dikenal dengan bleeding dari sistem rem, merupakan tahap yang sangat penting dalam pemeliharaan berkala pada sistem rem kendaraan. Dengan memastikan sistem rem berfungsi dengan baik, akan meningkatkan keselamatan saat berkendara, tetapi juga memperpanjang umur komponen rem serta meningkatkan performa kendaraan secara keseluruhan.
Oleh Ramadhani Luqmanul Hakim Mahasiswa Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (Tegal)
