Konten dari Pengguna

Saya Tidak Tahu Banyak Soal Truk, Tapi Saya Tahu Ini Berbahaya

Ramadhani Luqmanul Hakim

Ramadhani Luqmanul Hakim

Mahasiswa Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ramadhani Luqmanul Hakim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kecelakaan Truk di Gerbang Tol (Sumber : Dokumen Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Kecelakaan Truk di Gerbang Tol (Sumber : Dokumen Antara)

Setiap hari, ribuan kendaraan berat lalu lalang di jalan raya, mengangkut hasil bumi, barang industri, sampai logistik antar kota. namun, tidak sedikit dari kendaraan-kendaraan itu melaju dalam kondisi over dimension dan over loading — dikenal dengan sebutan ODOL. Mereka tidak hanya membawa barang, akan tetapi juga membawa ancaman bagi keselamatan pengguna jalan lain.

fenomena ODOL bukan cerita baru. sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak truk di Indonesia memodifikasi dimensi bak dan membawa muatan melebihi batas kapasitas. Jika satu dua kali mungkin terlihat “biasa saja”, namun saat praktik ini menjadi sistemik dan didiamkan, tragedi hanya tinggal menunggu waktu.

Apa Itu Muatan Berlebih?

Muatan berlebih terjadi ketika sebuah kendaraan mengangkut barang melebihi kapasitas maksimal yang diizinkan. tidak jarang, bak truk dipanjangkan dan didesain lebih tinggi agar dapat mengangkut lebih banyak barang. dalam banyak kasus, muatan tersebut tidak hanya melanggar hukum, akan tetapi juga membuat kendaraan lebih sulit dikendalikan, apalagi ketika melalui jalan menanjak, menurun, atau tikungan tajam.

fakta di Lapangan: Ancaman nyata

Rem Blong, Nyawa Melayang, kecelakaan maut terjadi di sejumlah daerah akibat rem blong yang diduga kuat dipicu oleh kendaraan ODOL. di gerbang tol Ciawi,Bogor jawa barat , sebuah truk pengangkut galon air mengalami kegagalan fungsi rem yang terjadi di Gerbang Tol Ciawi,Bogor ,Jawa barat . Sopir selamat, tapi delapan nyawa melayang sia-sia. Masih di tol ciawi 2, kecelakaan beruntun disebabkan oleh muatan berlebih truk tidak mampu dikendalikan.

Infrastruktur Rusak Sebelum Waktunya

Muatan berlebih juga mempercepat kerusakan jalan. Retakan dan lubang menganga muncul pada ruas jalan nasional dan provinsi hanya dalam hitungan bulan pasca perbaikan. pada beberapa titik di jalur selatan Jawa Timur, terutama ruas Ponorogo–Pacitan, jalan bergelombang parah hingga membahayakan pengendara roda 2. biaya perbaikan jalan pun membengkak dan berulang setiap tahun — uang rakyat yang harusnya mampu digunakan untuk pendidikan atau kesehatan, habis untuk tambal sulam aspal.

Beban Lingkungan Bertambah

kendaraan ODOL cenderung menghasilkan emisi gas buang lebih tinggi. Mesin bekerja lebih berat, konsumsi solar meningkat, dan udara kian . dalam jangka panjang, hal ini memperparah masalah kualitas udara serta kontribusi terhadap perubahan iklim. tetapi, kesadaran akan dampak ini nyaris tak terdengar di tengah kepungan truk-truk tambang dan logistik yang kemudian lalang tanpa henti.

Mengapa Penegakan hukum Lemah?

Minim sdm serta wahana di pos timbang kendaraan, tak jarang tidak ada petugas. alat timbang rusak. Truk-truk ODOL pun melenggang bebas. Beberapa pengemudi bahkan telah hafal “jam kosong” penindakan dan memahami jalur cara lain buat menghindari razia.

Celah Korupsi Masih Terbuka

fakta pada lapangan menunjukkan bahwa praktik “uang damai” atau “koordinasi” masih terjadi di sejumlah wilayah. Pelanggar lolos tanpa sanksi, dan truk kembali beroperasi keesokan harinya menggunakan muatan serupa.

lalu, Siapa yang Peduli?

Pertanyaan ini penting dan menyentuh akar masalah. Siapa yang sebenarnya peduli pada masalah ini? karena faktanya, banyak yang justru menutup mata.

Pemerintah harus Bertindak Tegas

Pemerintah pusat dan daerah perlu bersinergi. Penindakan jangan hanya ketika momen-momen tertentu atau sekadar “show of force”. dibutuhkan sistem pengawasan berbasis teknologi, seperti Weigh in Motion (WIM) — alat timbang otomatis pada jalan — yang datanya terhubung langsung ke pusat. sanksi administratif harus nyata, bukan sekadar teguran.

Pengusaha Angkutan wajib Berani Taat aturan

Pemilik armada dan ekspedisi seharusnya tidak hanya mengejar keuntungan. Ketaatan pada batas muatan bukan hanya soal hukum, tapi soal moral dan kemanusiaan.

Sopir juga Punya peran

banyak sopir sebenarnya menyadari risikonya. namun, tekanan ekonomi dan tuntutan asal pemilik kendaraan membuat mereka tidak punya pilihan. Maka edukasi, perlindungan tenaga kerja, dan kesejahteraan sopir juga harus masuk dalam rencana solusi.

Solusi nyata Bukan Sekadar Retorika

Penegakan hukum yang konsisten dan tidak tebang pilih.

Kampanye keselamatan jalan secara berkelanjutan.

Penggunaan teknologi penimbang muatan secara otomatis.

pembatasan usia kendaraan angkutan berat dan pemeriksaan rutin sistem rem.

penutup: Jalan Masih Panjang

Muatan berlebih adalah salah satu bentuk ketidakpedulian sistemik. ketika keselamatan nyawa manusia dinomorduakan demi efisiensi biaya logistik, maka kita sedang bermain-main dengan maut.

Jalan raya bukan tempat perjudian nyawa. dan pertanyaan “Siapa yang peduli?” seharusnya kita jawab bersama, bukan hanya dengan kata-kata, tapi dengan tindakan nyata.

Oleh Ramadhani Luqmanul Hakim Mahasiswa Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan