Gagasan Persatuan dan Aksi BUDI UTOMO Pada Tahun 1927

Muhammad Dwi Zakki Ramadhan
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Adan dan Humaniora, Sejarah dan Peradaban Islam
Konten dari Pengguna
20 Mei 2024 8:11 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Muhammad Dwi Zakki Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Introduction
Seperti yang sudah kita ketahui organisasi Budi Utomo adalah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Soetomo dan para pelajar School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA), dan didirikan pada 20 Mei 1908. Organisasi ini digagas oleh Wahidin Sudirohusodo untuk bergerak di bidang sosial, ekonomi, budaya, dan politik.
ADVERTISEMENT
Berdirinya Boedi Oetomo merupakan awal mula gerakan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada awalnya, organisasi ini hanya ditujukan untuk kelompok terpelajar di Pulau Jawa. Hingga saat ini, hari berdirinya Boedi Oetomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional Indonesia.
Ilustrasi pertemuan kongress ke 2 Budi Utomo sumber: freepik
Pada tahun 1927 Tepatnya hari Jumat malam tanggal 23 Desember Budi utomo mengadakan rapat keanggotaan di gedung perkumpulan Habiprojo. Dalam rapat ini membicarakan pokok-pokok bahasan,diantaranya Gagasan persatuan, dan Masuknya Budi Utomo kedalam federasi beberapa perhimpunan di Hindia-Belanda, yang dihadiri oleh 80 orang berkepentingan. Budi Utomo dalam rapat umumnya tanggal 16 tahun itu yang diadakan di Jogjakarta. Untuk mengajukan poin-poin tersebut di atas meja Departemen Solo menunjuk 3 orang delegasi yang dipilih diantaranya Raden Toemenggoeng, Mas Mattodihardjo, Raden Mas Soedarjo.
ADVERTISEMENT
Pertemuan Boedi Oetomo yang terjadi pada tanggal 23 Desember 1927 merupakan Kongres Kedua mereka yang menandai momen penting dalam sejarah organisasi. Di bawah kepemimpinan Raden Soepomo, Boedi Oetomo mulai mengadopsi visi persatuan dan nasionalisme Indonesia yang lebih luas, melangkah maju dari fokus awal mereka pada pendidikan dan kemajuan sosial bagi kaum priyayi.
Kongres Kedua Budi Utomo juga menghasilkan beberapa aksi konkret untuk mewujudkan gagasan persatuan mereka. Salah satu langkah penting adalah pembentukan Perhimpunan Pergerakan Kebangsaan Indonesia (PPKI). PPKI adalah wadah bagi berbagai organisasi pergerakan nasional untuk bersatu dan memperkuat perjuangan bersama melawan Belanda.
Budi Utomo juga aktif dalam berbagai kegiatan nasional, seperti Kongres Pemuda I dan II, di mana mereka memprakarsai Sumpah Pemuda yang terkenal. Sumpah Pemuda merupakan deklarasi persatuan pemuda Indonesia yang menjadi tonggak penting dalam sejarah pergerakan nasional.
ADVERTISEMENT
Dalam Kongres kedua Boedi Oetomo memiliki dampak yang positif , Kongres Kedua Budi Utomo memperkuat rasa persatuan dan nasionalisme di kalangan pemuda Indonesia. Kongres ini juga membantu memicu Sumpah Pemuda, yang menjadi deklarasi penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia. Tindakan dan gagasan Budi Utomo di Kongres Kedua terus menginspirasi perjuangan kemerdekaan Indonesia hingga saat ini.
Kesimpulan
Kongres Kedua Boedi Oetomo pada tahun 1927 menandai titik balik dalam perjalanan mereka, mengubah mereka dari organisasi yang berpusat pada kaum priyayi menjadi pembela persatuan dan kemerdekaan Indonesia. Tindakan dan gagasan mereka memiliki dampak jangka panjang pada gerakan nasional, meletakkan dasar bagi jalan Indonesia menuju kemerdekaan.
SUMBER : Vergadering Boedi-Oetomo
koran belanda De locomotief
ADVERTISEMENT
29-12-1927