Resolusi 2024 : Tambahan Penghasilan Bagi Generasi Z

Nama saya Ranti Hernawati profesi mahasiswa S1 Manajemen di Institusi Pendidikan Universitas Pembangunan Jaya Bintaro
Tulisan dari Ranti Hernawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Awal tahun dengan semangat baru, semua memulai melanjutkan mimpi-mimpi yang belum sempat terwujud ditahun-tahun sebelumnya.
Salah satu yang masih menjadi topik menarik yaitu seputar cuan alias pemasukan tambahan. Tidak dapat dipungkiri pembicaraan seputar generasi Z memberi warna sebagai perannya dalam perekonomian yaitu terhadap pendapat nasional suatu negara setiap tahunnya.
Definisi generasi Z menurut KBBI adalah Generasi Z (sering disingkat menjadi Gen Z), yang dalam bahasa sehari-hari dikenal sebagai zoomer adalah kelompok demografis yang menggantikan Generasi Milenial dan sebelum Generasi Alfa. Para peneliti dan media populer menggunakan pertengahan hingga akhir tahun 1990-an sebagai tahun awal kelahiran dan awal tahun 2010-an sebagai tahun akhir kelahiran Gen Z.
Kemudahan melakukan transaksi online dimanapun dan kapanpun menjadi alasan utama para generasi Z melakukan perannya sebagai pelaku ekonomi.
Bekerja sebagai rutinitas di sebuah perusahaan bukan lagi hal yang paling diminati bagi mereka, tetapi sebagian dari mereka lebih tertarik terhadap usaha mandiri sebagai wirausahawan, start up ataupun bisnis yang bersifat frelance tidak terikat rutinitas kantor.
Jenis-jenis cara yang direkomendasikan untuk menambah penghasilan generasi Z yaitu :
Memaksimalkan aset yang ada misalkan ada properti rumah, ruko, kost-kostan, lahan kosong, bahkan halaman teras di depan rumah dapat dijadikan sumber penghasilan tambahan apabila disewakan atau dijadikan tempat usaha dagangan lainnya. Misal : berjualan pastry, memasang plang jasa brooker rumah, membuka kursus les bahasa asing, dan sejenisnya.
Mulai menabung saham atau emas baik emas digital ataupun batangan secara konsisten. Kita analogikan dengan upah UMR rata-rata Jabodetabek 4 jutaan, sebaiknya sebesar 1 juta selalu diinvestasikan secara rutin setiap bulannya sehingga capital gain dari hasil investasi tersebut dapat dirasakan dikemudian hari secara compounding yaitu terus digulung.
Menjadi reseller, brooker, maupun affiliator dimana yang dibutuhkan adalah kemampuan membangun hubungan marketing dengan konsumen tanpa harus memiliki aset sendiri sehingga memperoleh uang jasa penjualan.
Kendala yang ada sebagian besar berada dari diri sendiri yaitu
Rasa malas untuk memulai suatu yang baru
Kurangnya disiplin diri
Kurangnya motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan diri
Rasa takut akan kegagalan sebelum mencobanya
Kemampuan berkomunikasi dan membentuk jaringan komunitas dengan rekan lainnya.
Kurangnya mentor untuk meyakinkan diri dan bertahan saat menghadapi hambatan-hambatan.
Adapun semua kendala diatas bukanlah suatu hal yang harus dihindari tetapi sebaiknya dilakukan terlebih dahulu sesuai kemampuan dan terus memperbaiki diri dengan menambah ilmu agak lebih bijak dalam mengambil setiap keputusan.
Referensi
CNBC. (2023). 4 Side Hustles for Gen Z That Can Bring in Hundreds or Even Thousands of Dollars a Month. Diakses pada 2 Januari 2024, dari https://www.cnbc.com/2023/02/02/4-gen-z-side-hustle-and-passive-income-ideas.html.
Wikipedia. (t.t.). Generasi Z. Diakses pada 2 Januari 2024, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Generasi_Z.
YouTube. (2022). SB 30: 3 Cara Menambah Penghasilan 1 Juta Seminggu. Diakses pada 2 Januari 2024, dari https://www.youtube.com/watch?v=o8FYrkRyUCk.
