Konten dari Pengguna

Rima: Nakhoda Bahtera Rumah Tangga

Randy Danniswara

Randy Danniswara

Bukan penulis, hanya iseng nulis yang terpikirkan. Seorang product enthusiast yang bekerja sebagai Product Management Lead di kumparan.

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Randy Danniswara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto anak menggenggam tangan ayah. Image by Jeff Allen from Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Foto anak menggenggam tangan ayah. Image by Jeff Allen from Pixabay.

Kepala keluarga, diibaratkan sebagai seorang nakhoda, yang berlayar mengarungi dan memimpin sebuah bahtera, bernama rumah tangga

Seperti nakhoda yang harus diterpa ombak saat mengarungi lautan, rumah tangga pastinya diterpa berbagai macam problematika kehidupan, yang berbeda di setiap tahapan

Tahap pertama, penyesuaian hidup berdua, bersama seseorang yang dipuja, entah atas dasar cinta, sunah dalam agama, atau nafsu semata

Hidup berdua tidak mudah, sang kepala keluarga harus mau mengalah, walau berat tapi ya sudahlah, wanita kan tak pernah salah

Problematika di tahap ini yaitu perihal penambahan anggota, yang kerap diwarnai dengan beradu kata

Jangan dengar omongan tetangga, diskusikanlah berdua, berpikirlah secara cendekia, hindari terpaksa

Tahap kedua yaitu saat kehamilan, sebagai sebuah awalan, dalam menghadirkan anak tampan seperti Dilan, atau cantik seperti Chelsea Islan

Perhatikan istri dari mulai gizi hingga kebersihan, penuhi keinginannya tanpa ogah-ogahan, jaga agar tak kelelahan, biarkan dia banyak rebahan, dan terima saja segala ocehan

Tak lupa perkenalan, bernyanyi atau sekadar melontarkan dagelan, agar calon bayi kenal dengan suara si ayah andalan, yang biasanya dijawab oleh calon bayi dengan sundulan

Saat istri berbaring lemas, dengan cemas, di Rumah Sakit atau puskesmas, biasanya dia akan berbagi rasa sakit dengan meremas

Saat mulai tindakan, meski istri yang cantik sedang acak-acakan, teruslah dikuatkan, doa jangan lepas untuk terus dipanjatkan, hingga si kecil keluar dan meyakinkan, dialah kebahagiaan yang sudah dinantikan

Tahap ketiga yaitu peralihan, sang nakhoda harus mengemban tugas tambahan, untuk memenuhi semakin banyak kebutuhan

Sang ibu yang kelelahan, dan sang anak yang butuh pengasuhan, membuat ayah dipenuhi berbagai keresahan

Baby blues syndrome yang menakutkan, yang bisa menyebabkan sebuah bentrokan, bisa diatasi dengan sering berpelukan, sembari saling menguatkan

Mastitis yang menyakitkan, akibat ASI yang tak dikeluarkan, bisa dicegah jika disiplin ditegakkan, dengan memerah ASI meskipun melelahkan

Jadilah ayah yang berharga, bukan hanya pandai menjadi pujangga, tapi mengganti popok juga, serta menggendong penuh tenaga

Jangan banyak alasan, ketika tak bisa menghentikan tangisan, dekap anak penuh keikhlasan, hingga dia merasa terkesan

Tahap keempat, mungkin akan banyak mengumpat, ketika anak susah untuk berdiam di tempat

Jadwal kontrol perlu diperhatikan, begitu pula jadwal penyuntikan, semua harus dicatatkan, karena itu akan memudahkan

Ada fase di mana anak tantrum dan nangis hingga mengeluarkan teriakan, jangan dimarahi dan disuruh hentikan, biarkan, tunggu dia tenang baru kita tanyakan

Ada fase di mana anak banyak maunya, segala macam ingin digigitnya, bahkan sambal pun ingin dicicipnya, dituruti saja selama tidak bahaya akibatnya, agar anak tahu bagaimana rasanya

Ada fase di mana anak banyak bertanya, jawablah sejelas-jelasnya, agar anak tahu apa artinya, karena kalau bukan dengan bertanya pada orangtuanya, bagaimana anak bisa memperkaya pengetahuannya

Hindari melarang dengan bilang “jangan”, apalagi sampai main tangan, larang dia dengan omongan, yang menyadarkan tentang apa yang bertentangan

Ciptakan keluarga yang sehat, kurangi emosi meski kurang istirahat, ubah amarah menjadi nasihat, agar anak dapat melihat, bahwa ayahnya bukan sosok yang jahat

Sebagai penutupan agar lebih spesial, berikut ada sebuah lagu yang sempat viral di media sosial

embed from external kumparan