Konten dari Pengguna

Memaknai Hari Guru di Balik Perjuangannya

Randy Abdul Latif

Randy Abdul Latif

Mahasiswa Ilmu Hukum di Universitas Negeri Jakarta

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Randy Abdul Latif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Guru dan Murid (Sumber : Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Guru dan Murid (Sumber : Pexels)

Hari Guru menjadi waktu yang tepat untuk melihat kembali kehidupan para guru di sekolah. Banyak guru tetap mengajar meski ruang kelas sederhana. Fasilitas terbatas. Sistem belum selalu mendukung. Mereka hadir setiap hari. Mereka menjaga pembelajaran tetap berjalan agar siswa tidak kehilangan arah.

Tugas guru tidak berhenti pada mengajar. Mereka menyiapkan materi. Mereka mengisi administrasi yang terus berubah. Mereka mengikuti kebijakan baru yang datang cepat. Mereka tetap mencoba memberi perhatian pada siswa yang membutuhkan bimbingan. Mereka bekerja karena merasa pendidikan harus terus hidup.

Di sekolah, guru sering menghadapi tekanan yang berat. Dana operasional bisa terlambat cair. Kebijakan dapat berubah mendadak. Sarana pendukung belum lengkap. Dalam kondisi seperti itu, guru mencari cara agar proses belajar tidak terhenti. Situasi ini menunjukkan bahwa beban pendidikan tidak seharusnya berada di pundak guru saja. Sekolah, masyarakat, dan pemerintah harus memberi dukungan yang jelas.

Banyak pengalaman siswa membuktikan besarnya pengaruh guru dalam hidup mereka. Guru tidak hanya menyampaikan pelajaran. Guru membentuk cara berpikir. Guru membantu siswa memahami diri sendiri. Guru memegang peran penting dalam masa remaja yang penuh perubahan. Banyak cerita siswa yang berkembang karena satu guru yang memberikan ruang untuk tumbuh.

Hari Guru memberi kesempatan untuk melihat semua ini lebih dekat. Guru bekerja dalam keterbatasan. Mereka tetap menjaga harapan bagi banyak orang. Mereka berdiri di depan kelas sambil menghadapi perubahan zaman yang cepat. Mereka mempertahankan pembelajaran meski tantangan datang setiap hari. Mereka layak mendapat lingkungan yang lebih mendukung agar pendidikan tumbuh lebih baik.

Menghargai guru bukan hanya ucapan. Menghargai guru berarti memberi dukungan nyata. Guru butuh sistem yang jelas. Guru butuh fasilitas yang memadai. Guru butuh masyarakat yang memahami beratnya tugas mereka. Masa depan pendidikan bergantung pada bagaimana guru dihargai hari ini.