kumparan
22 Sep 2019 10:54 WIB

Belajar Bersama Orang Tua dari Seluruh Indonesia

Tim Keluarga Kita yang selalu berusaha untuk mencintai dengan lebih baik, dalam keluarga masing-masing dan tentunya dalam interaksi bersama mengerjakan pendidikan keluarga untuk Indonesia.
Pengasuhan adalah urusan kita bersama.
Lho, kenapa saya yang belum berkeluarga ini ikutan terlibat aktif dalam urusan pengasuhan, sih? It takes a village to raise a child, katanya. Yang ada dalam satu desa itu, termasuk yang masih lajang juga, kan? Bagaimana orang dewasa di sekitar anak berperilaku, tentunya akan memengaruhi anak.
ADVERTISEMENT
Saya percaya, semua orang tua cinta kepada anaknya. Tetapi, apakah cinta yang kita wujudkan dalam sikap dan ucapan kita kepada anak-anak adalah cinta yang akan mengantarkan mereka jadi anak-anak yang bahagia, mandiri, dan cerdas? Lewat Keluarga Kita, saya banyak belajar, masih banyak salah kaprah dalam pengasuhan, masih banyak cara yang kita anggap cinta itu justru nantinya malah akan menjerumuskan anak-anak kita.
Melalui Keluarga Kita, saya belajar untuk mencintai dengan lebih baik; cinta yang akan mendukung anak-anak kita sampai ke tujuan yang kita cita-citakan bersama.
Jadi, bagian dari Keluarga Kita yang mengelola Program Rangkul—sebuah program pemberdayaan keluarga—banyak memengaruhi saya dalam berinteraksi dengan anak. Bagaimana saya bersikap dan bertutur kata kepada anak-anak yang ada di sekeliling saya, jadi lebih saya pikirkan.
ADVERTISEMENT
Sikap dan ucapan saya kepada mereka saat ini, apa betul untuk memenuhi kebutuhan mereka atau sekadar memenuhi kebutuhan saya, ya?
Suatu hari di ujung pekan, keponakan saya datang ke rumah. Saat itu saya tengah asyik menonton sebuah serial Netflix sambil tiduran santai, salah satu kegiatan favorit untuk memenuhi kebutuhan diri saya sendiri. Dengan nada memaksa, keponakan laki-laki yang usianya belum genap empat tahun ini meminta saya mengganti apa yang sedang asyik saya tonton.
Saya punya pilihan untuk merespons dia; marah karena kekhusyukan saya diganggu atau mencoba bicara baik-baik. "Apa, sih, yang sesungguhnya dia mau dan butuhkan, apakah memang ingin menonton yang lain atau hanya ingin ditemani main bersama?"
Pilihan-pilihan reaksi ini tentunya sudah jadi santapan harian bagi semua orang tua. Apakah kita memilih respons yang dapat memenuhi kebutuhan anak ataukah pilihan kita itu justru sekadar memenuhi kebutuhan emosi kita saat itu? Tentunya, pilihan-pilihan respons kita terhadap anak akan memengaruhi mereka hingga di usia dewasanya nanti. Apakah sikap dan ucapan kita terhadap mereka akan mengantarkan mereka mencapai tujuan pengasuhan yang kita harapkan?
ADVERTISEMENT
Upaya Keluarga Kita untuk mewujudkan anak-anak Indonesia yang bahagia, mandiri, dan cerdas, salah satunya dengan mendesain sebuah program Kerelawanan untuk menyebarkan pendidikan keluarga atau yang dikenal dengan nama Program Rangkul. Rangkul atau Relawan Keluarga Kita ini diseleksi dan dilatih, untuk kemudian menyebarkan kembali apa yang telah didapat kepada orang tua di sekitarnya lewat sesi-sesi pengasuhan atau Sesi Rangkul.
Tak lupa menyelipkan prinsip 'Asyik Main Bersama' di antara kerja-kerja untuk Keluarga Kita. Prinsip CINTA (Cari cara, Ingat impian tinggi, meNerima tanpa drama, Tidak takut salah, Asyik main bersama) adalah dasar kurikulum pengasuhan Keluarga Kita.
Selama menjalankan Sesi Rangkul ini, tentunya Rangkul yang justru jadi belajar berulang kali hingga akhirnya mampu mempraktikkan buat keluarga mereka sendiri, meskipun pastinya tidak selalu berhasil karena tidak ada satu pun orang tua yang sempurna di muka bumi ini. Karena itu, Program Rangkul dirancang sebagai sebuah wadah untuk saling mendukung, baik dukungan dalam pengasuhan maupun dukungan dalam menjalankan peran sebagai orang tua penggerak.
ADVERTISEMENT
Saya beruntung berada dalam lingkungan Rangkul yang positif ini. Betapa hati ini jadi haru bahagia sambil mencuri ilmu ketika menyaksikan teman-teman Rangkul saling berbagi keresahan dan saling berbagi cerita untuk menyampaikan dukungan. Padahal, tidak semua di antara mereka pernah bertatap muka. Sekecil apa pun yang kita lakukan, ternyata bisa berdampak begitu besar bagi yang lain. Terima kasih tak terhingga teman-teman Rangkul di penjuru Nusantara yang senantiasa berusaha untuk terus berdaya karena kita semua saling cinta dan ingin mencintai dengan lebih baik lagi.
Rangkul Jadetabek saat Rangkul Day awal tahun 2019, yang beberapa di antaranya telah bergabung menjadi relawan sejak awal, yakni tahun 2016.
Ingin ikutan ambil peran di urusan keluarga ini? Yuk, gabung jadi Rangkul! Cek akun media sosial Keluarga Kita karena rekrutmen Rangkul tahun ini masih dibuka hingga 11 Oktober 2019.
ADVERTISEMENT
Mari berangkulan supaya bisa sama-sama, berusaha dan bergandengan tangan bareng teman-teman Rangkul yang jumlahnya hampir seribu dan tersebar di 83 kabupaten/kota untuk mewujudkan perubahan pendidikan Indonesia yang #berpihakkepadaanak. #CeritaRangkul
(oleh Siti Nur Andini, Manajer Program Keluarga Kita)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan