kumparan
6 Juli 2018 5:50

Rangkum 6 Juli 2018: Bom Pasuruan hingga TNI Diduga Aniaya Wartawan

Sebuah bom meledak di salah satu rumah warga di dekat gardu PLN, tak jauh dari pasar Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7). Setidaknya ada 4 kali ledakan yang terdengar di lokasi kejadian. Ledakan tersebut melukai bocah berusia 2 tahun.
ADVERTISEMENT
Selain kejadian tersebut, ada empat peristiwa lain yang masuk dalam Rangkum edisi ini. Berikut ulasan selengkapnya.
1. Bom Meledak di Pasuruan
Anak kecil korban ledakan di Pasuruan
Anak kecil korban ledakan di Pasuruan (Foto: Istimewa)
Sebuah bom meledak di dalam rumah kontrakan di Jalan Pepaya, Kelurahan Pogar, Kecataman Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7). Pelaku diketahui bernama Anwar Bin Abdullah yang merupakan penghuni rumah.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat ledakan pertama, warga langsung berhamburan ke luar rumah dan bergegas menuju lokasi kejadian. Melihat warga berdatangan, pelaku yang ada di depan rumah melakukan serangan. Beberapa kali ia melempar benda kecil yang diikuti suara ledakan. Pelaku berhasil kabur menggunakan sepeda motor. Sedangkan ledakan tersebut melukai seorang bocah berusia 2 tahun.
ADVERTISEMENT
2. Kwik Kian Gie Ungkap Isi Pembahasan soal SKL BLBI di Rumah Megawati
Kwik Kian Gie di Pengadilan Tipikor
Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Menko Ekuin) periode 1999/2000, Kwik Kian Gie di Pengadilan Tipikor, Jakarta. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kwik Kian Gie, menjelaskan isi pertemuannya saat membahas penerbitan Surat Keterangan Lunas Bank Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) di rumah Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri. Pertemuan tersebut membahas tentang SKL untuk para obligor yang kooperatif.
Kwik mengaku menjadi pihak yang menentang diterbitkannya SKL BLBI, ia beralasan keputusan tersebut akan merugikan negara. Namun, Megawati selaku presiden memutuskan untuk tetap menerbitkan SKL kepada para obligor yang kooperatif.
3. Polisi Sita Harta Bos Pabrik Miras Oplosan yang Tewaskan 69 Orang
 Rumah pembuat miras oplosan
Rumah pembuat miras oplosan (Foto: Iqbal Tawakal/kumparan)
Kepolisian Daerah Jawa Barat menyita Seluruh aset milik Samsudin Simbolong yang dihasilkan dari menjual miras selama 8 tahun. Di antaranya adalah tanah 5 bidang, rumah, dan ruko. Dari 5 bidang tanah, ada kebun kelapa sawit seluas 21 hektare.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan keterangan polisi, dalam satu bulan, Samsudin meraup omzet sebanyak Rp 800 juta. Dari angka tersebut, ia mendapat untung sebesar Rp 168 juta per bulan. Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan Pasal 204 KUHP karena terbukti menjual miras berbahaya hingga membuat orang meninggal dunia, dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara. Tersangka juga dijerat UU Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencucian Uang.
4. TNI Aniaya Wartawan Peliput Pertandingan Sepak Bola
Video
Wartawan Beritajatim.com, Oryza A Wirawan, menjadi korban pengeroyokan pemain dan official klub sepak bola liga 3 Sindo Dharaka di Stadion Jember Sport Garden, Jember, Jawa Timur, Rabu (4/7). Kejadian bermula saat wasit memberikan penalti kepada Persid pada masa injury time. Keputusan tersebut memicu kemarahan pemain Sindo Dharaka. Mereka mengejar dan melakukan pemukulan kepada wasit.
ADVERTISEMENT
Saat kericuhan terjadi, Oryza mencoba turun ke lapangan untuk melakukan peliputan. Nahas, ia justru menjadi sasaran pengeroyokan para pemain Sindo Dharaka. Dharaka Samudra Indonesia (Sindo) merupakan klub hasil merger antara Dharaka FC milik TNI dengan Samudra Indonesia. Maka bukan hal yang aneh jika dalam klub tersebut ada 8 personel TNI sebagai pemain.
5. Tentara Filipina Ambil Alih Kota dari ISIS dalam 12 Jam
Tentara Filipina melawan ISIS di Mindanao
Tentara Filipina melawan ISIS di Mindanao (Foto: Reuters/Armed Forces of the Philippines)
Tentara Filipina terlibat pertempuran sengit melawan Pasukan Kebebasan Islam Bangsamoro (BIFF) yang telah berbaiat kepada pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. Butuh 12 jam untuk mengambil alih kota Mindanao dari tangan ISIS.
Saat ini tentara Filipina tengah mengejar sisa-sisa milisi BIFF yang kabur ke wilayah perbukitan. Dalam empat bulan terakhir, lebih dari 40 milisi ISIS di Filipina tewas dalam serbuan militer dari darat dan udara.
ADVERTISEMENT
Baca juga Rangkum yang lainnya di sini.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan