AI Makin Dekat dengan Mahasiswa, Bantu Belajar atau Justru Bikin Ketergantungan?

Saya seorang mahasiswi Universitas Pamulang, Program Studi Manajemen S1
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rani Nila Octavia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Berbagai platform berbasis AI kini dapat digunakan untuk membantu mencari ide, memahami materi, merangkum bacaan, hingga memperbaiki tulisan. Kemudahan tersebut membuat AI menjadi salah satu teknologi yang mulai dimanfaatkan mahasiswa dalam menunjang kegiatan perkuliahan.
Bagi mahasiswa, penggunaan AI dapat menjadi salah satu cara untuk membantu proses belajar. Ketika menemukan materi yang sulit dipahami, misalnya, mahasiswa dapat memanfaatkan AI untuk mendapatkan penjelasan dengan bahasa yang lebih sederhana. AI juga dapat membantu memberikan gambaran awal ketika mahasiswa sedang mencari ide untuk tugas, membuat kerangka tulisan, atau mempelajari suatu topik tertentu.
Namun, kemudahan tersebut bukan berarti mahasiswa dapat menyerahkan seluruh proses belajar kepada AI. Penggunaan AI secara berlebihan justru dapat membuat seseorang terbiasa menerima jawaban tanpa memahami proses di baliknya. Padahal, kegiatan perkuliahan tidak hanya bertujuan menyelesaikan tugas, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, menganalisis informasi, dan menyampaikan pendapat.
Karena itu, mahasiswa perlu menggunakan AI secara bijak dan tetap melakukan pengecekan terhadap informasi yang diberikan. Jawaban dari AI sebaiknya dijadikan sebagai bahan untuk memahami suatu persoalan, bukan langsung disalin dan dianggap sebagai jawaban yang pasti benar. Mahasiswa juga perlu tetap membaca sumber lain dan menggunakan pemikiran sendiri agar proses belajar tetap berjalan.
Pada akhirnya, AI bukan sesuatu yang harus dihindari oleh mahasiswa. Teknologi tersebut justru dapat menjadi alat yang bermanfaat jika digunakan dengan tepat. Tantangannya adalah bagaimana mahasiswa mampu memanfaatkan kemudahan teknologi tanpa kehilangan kemampuan untuk berpikir dan belajar secara mandiri. Dengan penggunaan yang bertanggung jawab, AI dapat menjadi teman belajar, bukan pengganti proses belajar.
Rani Nila Octavia, mahasiswi program studi manajemen, Universitas Pamulang
