Maraknya Penggunaan Bahasa Campuran

Mahasiswa - Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rani Setiawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ingatkah kalian mengenai fenomena penggunaan Bahasa Indonesia yang dicampur dengan bahasa asing? Kita biasa menyebutnya dengan sebutan Bahasa Campuran karena dalam penyusunan kalimatnya banyak menggunakan kosakata bahasa asing seperti “which is, basically, literally”.
Bahasa Campuran ini sebenarnya bukanlah suatu hal yang baru. Fenomena ini setidaknya telah muncul pada era 2010-an di mana penggunaannya masih terbatas untuk kebutuhan iklan. Semakin menuju era globalisasi, penggunaan gaya bahasa ini menjadi sering terdengar terutama oleh kalangan remaja.
Penggunaan gaya bahasa ini ramai diperbincangkan oleh masyarakat sehingga menimbulkan pro dan kontra. Banyak yang menilai gaya bahasa ini tidak mencerminkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar karena strukturnya tidak sesuai dengan aturan yang ada.
Seperti contoh :
“So far, saya suka Indonesian food dan saya lebih prefer nasi goreng”
“I like him, but tapi dia enggak, because I’m not cantik”
Dari kalimat di atas, orang lain mungkin akan merasa jika kalimat tersebut aneh dan tidak enak untuk didengar. Namun bagi warga yang telah terbiasa menggunakan gaya bahasa di atas akan lebih merasa nyaman ketika berkomunikasi dengan orang lain karena gaya bahasa tersebut merupakan gaya bahasa yang mereka gunakan sehari-hari. Mereka mungkin lebih fasih mengucapkannya dari pada harus sepenuhnya menggunakan kosakata yang mengandung unsur Bahasa Indonesia.
Banyak juga yang menyebutkan bahwa penggunaan gaya bahasa ini menunjukkan fleksibilitas bahasa sebagai media berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu, dapat juga menunjukkan tingkat intelektual masyarakat terhadap suatu bahasa.
Penggunaan gaya bahasa ini diperbolehkan selama dalam keadaan yang tepat. Seperti, dalam keadaan formal tentu kita harus berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Namun, ketika sedang berkumpul dengan teman atau keluarga yang pastinya dalam keadaan santai kita boleh menggunakan gaya bahasa campuran ini.
Sebagai generasi muda, tentu sudah menjadi kewajiban kita untuk meningkatkan skill dalam berbahasa asing terutama Bahasa Inggris. Karena, dengan Bahasa Inggris kita dapat berinteraksi dengan orang lain dari berbagai belahan dunia. Namun, disisi lain kita tetap harus menjunjung tinggi Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa persatuan kita.
