Konten dari Pengguna

Inovasi KKN 84 UIN Raden Fatah: Sulap Ubi Jadi Koci-Koci Kukus Manis Nan Legit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rani widiyasari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses pengambilan bahan baku utama yaitu Ubi
zoom-in-whitePerbesar
Proses pengambilan bahan baku utama yaitu Ubi

Tepat pada Rabu, 21 Januari 2026, sebuah inovasi rasa lahir dari tangan kreatif Kelompok 63 KKN Angkatan 84 UIN Raden Fatah Palembang. Siapa sangka, ubi yang sederhana bisa bertransformasi menjadi mahakarya kuliner yang begitu memikat. Bayangkan kelembutan tekstur ubi yang kenyal dan hangat, berpadu sempurna dengan ledakan rasa manis autentik dari sisiran gula merah yang meleleh di dalamnya. Setiap gigitan Koci-Koci ini menawarkan sensasi gurih dari parutan kelapa segar yang diproses melalui pengukusan sempurna, menciptakan aroma harum yang seketika menggoda indra penciuman siapa pun yang hadir di sana.

Pembuatan produk koci-koci
zoom-in-whitePerbesar
Pembuatan produk koci-koci

Kegiatan yang berlangsung di tengah hangatnya suasana desa ini bukan sekadar proses memasak biasa; ia adalah bukti nyata bagaimana sebuah sinergi kreatif mampu mengangkat martabat bahan pangan lokal menjadi sajian kelas atas yang menggugah selera. Menikmati Koci-Koci buatan mahasiswa KKN ini adalah cara terbaik merayakan kekayaan rasa nusantara, di mana manis, gurih, dan kelembutan menyatu dalam satu harmoni yang sulit untuk dilupakan.

Pada saat produk ini dibagikan oleh anak-anak KKN kelompok 63 ke setiap warga sekitar. " produk apo ini? koci ? enak juga yaa rasanya manisnya pas dimulut rasa kelapanya juga pas digabungkan dengan ubinya" ucap ibu asyanti salah satu warga yang mecicip makanan produk olahan ubi tersebut.

Pada akhirnya, sepotong Koci-Koci ubi ini bukan sekadar tentang pengobat rasa lapar, melainkan tentang sebuah harapan besar bagi kedaulatan pangan lokal kita. Keberhasilan Kelompok 63 KKN Angkatan 84 UIN Raden Fatah Palembang dalam mengolah bahan sederhana menjadi sajian istimewa pada Rabu, 21 Januari 2026 lalu, adalah pesan bisu bagi kita semua: bahwa kekayaan sejati ada di bumi kita sendiri, jika kita mau menyentuhnya dengan kreativitas dan kasih sayang.

Produk Koci Yang telah selesai dibuat

Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik balik untuk lebih mencintai dan menghargai produk lokal. Karena dalam setiap gigitan lembut Koci-Koci tersebut, terdapat semangat pengabdian mahasiswa dan impian masyarakat desa yang menyatu dalam harmoni rasa. Mari terus berinovasi, terus bersinergi, dan biarkan pangan lokal kita meraja di tanahnya sendiri, membawa kita menuju masa depan yang lebih mandiri dan gemilang.