Konten dari Pengguna

Stop Bullying! Sinergi KKN 84 UIN Raden Fatah & SDN 9 Lembak: Luka Yang Bicara

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rani widiyasari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sosialisasi Edukasi Stop Bullying di SDN 2 Lembak
zoom-in-whitePerbesar
Sosialisasi Edukasi Stop Bullying di SDN 2 Lembak

Kamis, 15 Januari 2026, bukan sekadar tanggal merah di kalender pengabdian kami. Di bawah atap SDN 9 Lembak, kami mahasiswa KKN Angkatan 84 Kelompok 63 UIN Raden Fatah Palembang menyaksikan sebuah kebenaran yang menyayat hati. Saat edukasi Stop Bullying disampaikan di kelas 4, 5, dan 6, ruang yang semula riuh oleh tawa mendadak beku dalam hening yang mencekam. Program ini ternyata bukan sekadar deretan teori, melainkan sebuah sinergi yang membuka kotak pandora luka lama yang selama ini mereka simpan rapat di balik seragam merah putihnya, demi mewujudkan masa depan gemilang tanpa perundungan.

Pemaparan Sosialisasi Stop Bullying di SDN 2 Lembak
zoom-in-whitePerbesar
Pemaparan Sosialisasi Stop Bullying di SDN 2 Lembak

Satu per satu dinding pertahanan emosional anak-anak itu runtuh. Isak tangis yang semula tertahan, perlahan pecah memenuhi sudut ruangan. Momen paling menggetarkan nurani adalah ketika siswa-siswi kecil itu tak lagi mampu membendung kepedihan mereka, lalu berlari mencari perlindungan di pelukan kami. Dalam dekapan hangat itu, mereka menangis sesenggukan, seolah telah lama merindukan bahu untuk bersandar dan telinga yang sudi mendengar tanpa menghakimi. Pelukan itu bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah penyerahan beban; mereka sedang menitipkan trauma yang terlalu berat untuk dipanggul sendirian di usia sekecil itu.

Menitipkan trauma yang terlalu berat untuk dipanggul sendirian

Tangisan di SDN 9 Lembak hari itu adalah tamparan keras bagi nurani kita semua. Ia menjadi pengingat pedih bahwa perundungan bukanlah sekadar candaan ringan, melainkan goresan luka yang membekas dalam pada jiwa anak-anak. Namun, di balik air mata yang membasahi almamater kami, terselip sebuah harapan baru. Sinergi ini membuktikan bahwa pengabdian mahasiswa bukan sekadar mengejar program kerja, melainkan hadir sebagai detak jantung perubahan.

Sosialisasi yang kami lakukan disambut hangat oleh para guru dan kepala sekolah SDN 2 Lembak. " entah apa yang kalian lakukan sampai bisa membuat seorang anak kecil membuka mulut dan menitihkan air matanya yang selama ini terlihat ceria di depan kami gurunya dan semoga sosialisasi ini membuka pemahaman bahwa bullying itu sangatlah tidak diperbolehkan" ucap salah satu guru yang ada di SDN 2 Lembak.

Kami hadir untuk memastikan bahwa setelah hari ini, tidak boleh ada lagi anak yang merasa sendirian dalam ketakutan. Isak tangis itu telah menjadi komitmen bersama: bahwa di sekolah ini, kasih sayang harus tumbuh lebih kuat daripada kebencian, demi masa depan yang merdeka dari kekerasan.