Cegah Demam Berdarah, Kelompok KKN UM BBM Dusun Sukoyuwono

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Malang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rania Kartika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gelar Sosialisasi Penggunaan Abate bagi Warga
Malang – Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), Kelompok KKN Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Dusun Sukoyuwono melaksanakan kegiatan pembagian bubuk abate disertai sosialisasi kepada warga pada Rabu (1/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Dusun Sukoyuwono, Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang ini diikuti oleh 38 peserta dan menjadi salah satu program kerja bidang kesehatan yang bertujuan memberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan abate sebagai langkah pencegahan penyebaran DBD.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Selain membagikan bubuk abate secara gratis, mahasiswa KKN UM BBM juga memberikan penjelasan mengenai fungsi abate sebagai larvasida yang efektif membasmi jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti pada tempat penampungan air. Warga juga memperoleh informasi mengenai cara penggunaan abate yang benar, dosis yang dianjurkan, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya utama dalam mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD.
Kepala Dusun Sukoyuwono, Teguh Aji Santoso, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pembagian bubuk abate yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UM BBM merupakan kegiatan pertama yang pernah dilaksanakan di wilayah Dusun Sukoyuwono dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
"Pembagian bubuk abate yang dilaksanakan kemarin merupakan kali pertama dilakukan oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang. Sebelumnya belum pernah ada yang mengadakan kegiatan serupa di wilayah kami. Selama ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui fungsi maupun cara penggunaan bubuk abate. Melalui pembagian serta edukasi yang telah diberikan, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkannya dengan baik sehingga memberikan manfaat bagi seluruh warga," ujar Teguh Aji Santoso.
Ia juga menjelaskan bahwa setiap bulan Juli biasanya terdapat pihak yang menawarkan bubuk abate kepada masyarakat dengan sistem donasi sukarela. Namun, melalui kegiatan KKN ini, masyarakat memperoleh bubuk abate secara gratis sehingga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi warga dalam melakukan pencegahan DBD.
Ketua Kelompok KKN UM BBM Dusun Sukoyuwono, Bayu Arif Mutho Ali, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung program kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pencegahan penyakit berbasis lingkungan.
"Melalui pembagian bubuk abate dan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mencegah DBD sejak dini. Penggunaan abate yang tepat, disertai dengan menjaga kebersihan lingkungan dan rutin membersihkan tempat penampungan air, merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD," ungkap Bayu.
Selain penyampaian materi, mahasiswa KKN juga mengajak masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Warga diimbau untuk rutin menguras dan membersihkan bak mandi setiap dua minggu sekali atau paling lambat satu bulan sekali, menutup rapat tempat penampungan air, serta mengelola barang-barang bekas agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Teguh Aji Santoso juga mengingatkan bahwa Dusun Sukoyuwono pernah mengalami kasus Demam Berdarah Dengue pada tahun 2014. Berkat penanganan cepat dari puskesmas bersama dinas terkait, kasus tersebut dapat dikendalikan. Oleh karena itu, menurutnya, upaya pencegahan seperti pembagian bubuk abate dan edukasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
"Kami mewakili seluruh warga dan Pemerintah Desa Palaan mengucapkan terima kasih atas kehadiran serta kepedulian semua pihak yang telah melaksanakan pembagian bubuk abate secara cuma-cuma. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat serta meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penyebaran DBD," tutup Teguh.
Melalui kegiatan ini, Kelompok KKN UM BBM Dusun Sukoyuwono berharap masyarakat dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah dusun, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan bebas dari risiko penyebaran Demam Berdarah Dengue sehingga kualitas kesehatan masyarakat Dusun Sukoyuwono dapat terus meningkat.
