Inovasi Mahasiswa KKN UM BBM Dusun Sukoyuwono: Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Malang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rania Kartika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi

Malang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (KKN UM BBM) Dusun Sukoyuwono, Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, menyelenggarakan sosialisasi pemanfaatan limbah kulit nanas menjadi lilin aromaterapi pada Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan nilai tambah limbah organik sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.
Sosialisasi yang diikuti oleh warga Dusun Sukoyuwono tersebut memberikan edukasi mengenai pengolahan limbah kulit nanas menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UM BBM berharap masyarakat dapat memanfaatkan limbah organik secara lebih produktif sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UM BBM berharap masyarakat dapat memanfaatkan limbah organik secara lebih produktif sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemaparan mengenai potensi pemanfaatan kulit nanas sebagai bahan baku lilin aromaterapi, dilanjutkan dengan melihat video demonstrasi proses pembuatan, mulai dari pengolahan kulit nanas, pencampuran bahan lilin, penambahan aroma, hingga proses pencetakan dan pengemasan produk. Masyarakat juga memperoleh informasi mengenai peluang pemasaran sehingga produk yang dihasilkan berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan yang berkelanjutan.
Ketua Kelompok KKN UM BBM Dusun Sukoyuwono, Bayu Arif Mutho Ali, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya mahasiswa dalam mengoptimalkan potensi limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
"Kulit nanas sering kali dianggap sebagai limbah yang tidak memiliki manfaat. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah tersebut dapat diolah menjadi lilin aromaterapi yang bernilai ekonomi sekaligus menjadi salah satu solusi untuk mengurangi limbah organik. Harapannya, masyarakat dapat mengembangkan inovasi ini sebagai peluang usaha yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga," ujarnya.
Kepala Dusun Sukoyuwono, Bapak Teguh Puji Santoso, menyampaikan apresiasinya terhadap program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UM BBM. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat, tetapi juga mendorong tumbuhnya kreativitas dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UM BBM yang telah menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Inovasi ini menjadi contoh bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual. Semoga ilmu yang diperoleh warga melalui sosialisasi ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Dusun Sukoyuwono," ungkap Teguh Puji Santoso.
Selain memperkenalkan proses pembuatan lilin aromaterapi, mahasiswa juga mengajak masyarakat menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) sebagai bagian dari upaya pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui pemanfaatan limbah menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Masyarakat aktif mengikuti sesi sosialisasi dan demonstrasi serta berdiskusi mengenai pengembangan produk, mulai dari variasi aroma, desain kemasan, hingga strategi pemasaran. Produk lilin aromaterapi yang diperkenalkan diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi.
Melalui program ini mahasiswa KKN UM BBM Dusun Sukoyuwono berharap masyarakat semakin terdorong untuk memanfaatkan potensi lokal secara kreatif dan berkelanjutan. Inovasi pengolahan limbah kulit nanas menjadi lilin aromaterapi diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, peningkatan ekonomi lokal, serta pelestarian lingkungan.
