KKN UM BBM Universitas Negeri Malang Turut Meriahkan Tradisi Bersih Dusun dengan

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Malang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rania Kartika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pengajian dan Pagelaran Wayang di Sukoyuwono
Malang – Kelompok KKN Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Dusun Sukoyuwono turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Tradisi Bersih Dusun yang diselenggarakan pada Sabtu (27/6/2026) di Dusun Sukoyuwono, Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Kegiatan yang dihadiri oleh masyarakat, tokoh agama, dan perangkat desa ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus melestarikan tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Tradisi Bersih Dusun merupakan agenda tahunan masyarakat sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, keselamatan, dan keberkahan yang diberikan kepada seluruh warga. Selain menjadi bentuk ungkapan syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi serta menjaga nilai-nilai gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Dusun Sukoyuwono.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengajian yang diisi oleh KH. Abdurrohim asal Demak, Jawa Tengah. Dalam tausiahnya, beliau mengajak masyarakat untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, memperkuat persaudaraan antarsesama, serta menjaga kerukunan dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Usai pengajian, acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang yang dibawakan oleh Ki Jogo Goro-Goro. Pertunjukan tersebut disambut antusias oleh masyarakat dan menjadi puncak rangkaian Tradisi Bersih Dusun. Selain menjadi hiburan bagi warga, pagelaran wayang juga menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya lokal yang mengandung nilai-nilai moral, kebersamaan, serta kearifan lokal yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Mahasiswa KKN UM BBM Universitas Negeri Malang turut berpartisipasi dalam setiap rangkaian kegiatan, mulai dari membantu persiapan acara hingga mengikuti pelaksanaan tradisi bersama masyarakat. Kehadiran mahasiswa menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat.
Kepala Dusun Sukoyuwono, Teguh Puji Santoso, menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan mahasiswa KKN UM BBM dalam kegiatan Bersih Dusun. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan semangat baru sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap tradisi yang telah lama menjadi bagian dari identitas masyarakat Dusun Sukoyuwono.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UM BBM Universitas Negeri Malang yang telah turut berpartisipasi dalam kegiatan Bersih Dusun. Kehadiran mahasiswa memberikan semangat baru bagi masyarakat sekaligus menjadi wujud nyata kolaborasi dalam melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun," ujar Teguh Puji Santoso.
Ketua Kelompok KKN UM BBM Dusun Sukoyuwono, Bayu Arif Mutho Ali, mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam Tradisi Bersih Dusun merupakan bagian dari upaya untuk mengenal lebih dekat budaya masyarakat sekaligus memperkuat hubungan dengan warga selama pelaksanaan KKN.
"Tradisi Bersih Dusun merupakan warisan budaya yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat. Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, kami tidak hanya belajar mengenai nilai-nilai budaya dan kebersamaan, tetapi juga berupaya mempererat hubungan dengan masyarakat. Kami berharap tradisi seperti ini terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas desa dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang," ungkap Bayu.
Melalui partisipasi dalam Tradisi Bersih Dusun ini, Kelompok KKN UM BBM Universitas Negeri Malang berharap dapat terus mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat. Tradisi yang memadukan nilai keagamaan, seni budaya, dan kebersamaan ini diharapkan tetap lestari serta menjadi warisan berharga yang terus dijaga oleh masyarakat Dusun Sukoyuwono.
