Rambut Lurus Bukan Berarti Rambut Sehat

Siswi SMA Citra Berkat
Tulisan dari Raphita Munthe tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tumbuh sebagai gadis berambut bergelombang di Indonesia bukanlah hal yang mudah. Di Indonesia, yang standar kecantikannya adalah berkulit putih dan berambut lurus jatuh, rambut keriting adalah semacam kesalahan tak termaafkan yang harus segera dikoreksi dengan catokan dan krim pelurus. Bahkan, tidak jarang muncul iklan sampo atau krim rambut yang mengklaim dapat meluruskan rambut bergelombang menjadi rambut lurus berkilau yang sehat.

Jenis Rambut Bukan Hanya Lurus dan Keriting
Selain keriting dan lurus, terdapat jenis rambut lain yang ada pada manusia. Bentuk rambut manusia seringkali diklasifikasikan menjadi empat jenis: Lurus, bergelombang, ikal, dan keriting. Bentuk rambut yang berbeda-beda diakibatkan oleh bentuk helaian rambutnya. Rambut lurus memiliki helaian yang lurus dan jatuh, rambut bergelombang memiliki helaian bergelombang seperti huruf w berurutan, rambut ikal memiliki helaian yang berbentuk spiral longgar, dan rambut keriting memiliki helaian berbentuk spiral rapat.
Tidak ada satu bentuk rambut yang lebih sehat dari yang lain. Rambut lurus, ikal, keriting, atau bergelombang memiliki karakteristik unik yang mencerminkan keadaan kesehatannya masing-masing.
Tidak Sehat atau Salah Perawatan?
Pada umumnya, rambut sehat memiliki karakteristik: lembut, tidak banyak rontok, berkilau, tidak mudah patah, tidak bercabang, dan dapat tumbuh semakin panjang.
Mayoritas warga Indonesia memiliki rambut bertekstur atau tidak lurus. Sayangnya, akibat standar kecantikan yang tidak menyesuaikan fitur natural masyarakat Indonesia, kebanyakan produk perawatan rambut di Indonesia diperuntukkan bagi orang-orang berambut lurus. Padahal, produk perawatan yang dibutuhkan rambut bertekstur berbeda dengan produk perawatan rambut lurus. Contohnya, rambut keriting lebih membutuhkan produk yang menghidrasi dan melembabkan karena rambut keriting biasanya lebih kering daripada rambut lurus; akibat bentuk helaian rambutnya yang memperlambat gerak minyak dari kulit kepala.
Memaksakan produk perawatan rambut lurus pada rambut ikal atau keriting tidak akan memberikan efek yang diinginkan, dan bahkan berpotensi merusak. Bahkan, akibat kebiasaan mendewakan rambut lurus, orang-orang sampai memilih melakukan perawatan seperti rebonding yang meluruskan rambut dengan mengubah struktur rambut itu sendiri. Justru, prosedur ini malah mampu merusak rambut dan kulit kepala karena menggunakan bahan kimia yang kuat.
Lantas, Apa yang Diperlukan untuk Merawat Rambut Keriting?
Berikut adalah beberapa tips cara merawat rambut bertekstur dari American Academy of Dermatology. Perlu diingat, rambut bergelombang dan keriting pun membutuhkan hal yang berbeda, sehingga pastikan perawatan rambut menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Hanya cuci rambut saat dibutuhkan. Rambut yang bertekstur tidak butuh dicuci sesering rambut lurus. Justru, mencuci rambut terlalu sering dapat menyebabkan rambut kehilangan kelembaban alami dan menjadi lebih kering, mengembang, dan frizzy.
Jaga rambut tetap lembab. Karena rambut bertekstur cenderung lebih kering, gunakan produk yang melembabkan dan menghidrasi. Selain conditioner, juga dapat menggunakan produk seperti leave-in conditioner. Produk yang mengandung minyak argan, gliserin, dan setil atau stearil alkohol disarankan.
Sisir rambut sebelum mandi. Rambut bertekstur lebih gampang kusut daripada rambut lurus. Maka dari itu, penting untuk menyisir rambut agar terurai dan tidak kusut. Tidak disarankan untuk menyisir rambut saat kering, karena menyisir rambut bertekstur yang kering dapat mengakibatkan rambut untuk megembang, patah, dan menjadi frizzy. Gunakan sisir dengan gigi yang jarang.
Lindungi rambut saat tidur. Karena rambut berteksur lebih gampang kusut, tidur dapat menjadi halangan untuk menjaga rambut tetap rapi. Untuk itu, saat tidur, gunakan protective hairsyle yang melindungi bentuk rambut saat tidur agar tidak kusut dan kasar. Contohnya adalah high ponytail, kepang longgar, atau menggunakan bonnet.
Gunakan heat protectant saat menggunakan alat panas. Tentu, mencatok atau mengeritingkan rambut bukanlah hal yang salah dan tetap dapat dilakukan oleh siapapun. Namun, ada baiknya untuk melindungi rambut dari panas dengan menggunakan heat protectant sebelum styling rambut. Terutama pada rambut bertekstur, yang dapat menjadi kering dan frizzy ketika mengalami kerusakan karena panas.
Sudah waktunya kita merangkul kenyataan dan menyadari bahwa standar kecantikan di Indonesia itu toxic dan berlebihan. Sama seperti penduduknya, rambut masyarakat Indonesia juga beragam dan memiliki keindahan mereka sendiri-sendiri. Menilai kesehatan rambut hanya berdasarkan lurus atau tidaknya adalah penghambatan terhadap pemahaman yang lebih dalam tentang keindahan alami rambut Indonesia.
